
"Rafa, putraku..maukah kau berjanji padaku?" tanya Quenby di malam hari, mereka duduk berdua.
"Katakan Momy, apapun permintaanmu akan aku penuhi." Jawab Rafa, menatap sayang ke arah ibunya.
"Berjanjilah, kau tidak akan mencari tahu tentang ayahmu." Pinta Quenby.
"Aku berjanji Momy." Jawab Rafa.
"Berjanjilah padaku, kau akan melupakan masa lalu, melupakan mereka yang telah menghancurkan hidup kita. Jangan lagi kau berhubungan dengan siapapun." Pinta Quenby.
"Aku berjanji Momy!" Rafa menggenggam tangan Quenby lalu diletakkan di kepalanya.
"Jangan dekati siapapun, jangan percaya siapapun selain aku. Jangan dengarkan apa kata orang lain selain aku." Pinta Quenby lagi.
"Demi Momy, aku berjanji."
__ADS_1
"Anak pintar, aku tidak mau ada yang menyakitimu" Quenby menarik tangannya.
"Ada lagi Momy? kalau cuma itu permintaan Momy, aku sanggup. Nyawapun aku berikan jika kau memintanya, Mom." Rafa tersenyum getir, namun sama sekali tidak tertangkap oleh Quenby.
"Tidak ada sayang, kita lupakan masa lalu. Kita jalani hidup apa adanya saat ini, jangan lagi ada kejahatan yang akan membawamu kedalam lingkaran setan ."
"Momy.."
"Iya sayang." Kata Quenby, merangkul bahu Rafa.
"Apa kau bahagia hidup bersamaku saja?" tanya Rafa.
"Iya Mom!" sahut Rafa, mendekap erat ibunya.
Rafa terdiam dalam pelukan Quenby. Ia masih memikirkan kata kata Polisi tadi siang, apa mungkin Avram dan Elena masih hidup?
__ADS_1
Ada rasa senang di hati Rafa jika benar Elena dan Avram masih hidup. Setidaknya ia tidak memiliki perasaan bersalah karena telah membunuh mereka berdua. Lagipula Rafa sudah berjanji untuk tidak mencari tahu lagi. Mulai sekarang dan seterusnya, Rafa sudah tidak perduli lagi tentang ayah kandungnya.
Meski masih jadi pertanyaan di dalam hatinya, Avramkah? atau Enzi? ayah biologis Rafa.
Sejak ibu dan anak itu saling berjanji. Hidup Quenby dan keluarga kecilnya lebih tenang dan damai. Rafa bekerja keras merintis usahanya, terkadang di bantu Quenby dan menjadi model produk tertentu, itu pun di lakukan Quenby supaya perusahaan Rafa lebih di kenal dan berkembang pesat.
***
Di rumah sakit, di waktu yang bersamaan.
Tim medis berusaha menyadarkan dua orang yang koma akibat mobilnya masuk ke dasar laut, yang berhasil di selamatkan polisi, satu orang gadis muda dan seorang pria.
Namun pihak Polisi atau pihak rumah sakit belum menemukan identitas dan keluarganya. Setelah berhari hari, tidak ada tanda tanda mereka akan segera sadar dari komanya.
Setelah hampir dua bulan, tidak ada satuoun anggota keluarga yang datang. Akhirnya pihak rumah sakit kembali melaporkan kepada pihak berwajib karena tidak ada yang menanggung biaya mereka berdua.
__ADS_1
Berdasarkan kesepakatan, pihak rumah sakit akan mencabut alat alat medis dua orang tersebut. Namun pemilik rumah sakit yang berada di luar Negeri, mendapat laporan seperti itu, melarang tim Dokter untuk mencabut alat alat medis, dan biaya akan di tanggung oleh pemilik rumah sakit tersebut.
Kapan mereka berdua sadar tidak ada yang tahu, begitu juga tim medis tidak dapat memastikan. Seharusnya mereka sadar secepatnya, namun mereka memilih tidur pulas dalam ketidaksadaran.