
”Yang Mulia! Ini sangat gawat!” seru seorang pasukan yang berlari terburu-buru menghampiri Shu Yinzhi yang akan memasuki ruangannya setelah bertemu Kaisar.
”Ada apa?” tanya Shu Yinzhi yang langsung menatapnya.
Dengan nafas yang terengah-engah, pemuda itu berusaha untuk mengatakan, ”Putri Qingzhi, dia melawan bandit-bandit yang ada di dalam hutan sendirian!”
Shu Yinzhi tampak terkejut dan ekspresinya menunjukkan bahwa ia sangat mencemaskannya. Ia pun langsung menegakkan kedua pundak pemuda tersebut dan berkata, ”... Apa maksudmu?! Mengapa kalian meninggalkannya begitu saja? Bukankah aku sudah menyuruhmu untuk melindunginya sampai ke tempat tujuan?!”
”Saya sudah berusaha tapi, Putri Qingzhi tetap bersikeras melawan mereka sendirian dan menyuruh kami untuk pergi. Tetapi, para pasukan mengatakan kalau mereka sama sekali tidak dibayar untuk ini dan Anda juga sangat membenci Putri Qingzhi sejak awal. Jadi, mereka semua pergi tanpa perlawanan.” jelas pemuda.
Liu Zhenqi menyela pembicaraan, ”... Wajahmu tak membuktikan kalau kau sangat membenci Putri Qingzhi. Dan kau juga selalu memperhatikannya setiap saat. Tapi, mengapa mereka berpikir kalau kau sangat membencinya?”
Shu Yinzhi berdecak kesal. Ia memanggil kepala Kasim yang juga sedang mengikutinya dari belakang dan berkata, ”... Kumpulkan para pasukan yang diperintahkan untuk mengawal Putri Qingzhi lalu, ikat dan pukul mereka sampai aku kembali kemari.”
Melihat wajah dingin Shu Yinzhi, kepala Kasim itu langsung menunduk dan berkata, ”Baik, Yang Mulia! Saya akan segera melakukannya.”
”Zhenqi! Pastikan mereka melakukannya dengan benar. Aku akan segera kembali.” ucapnya sambil berjalan melewati ruangannya dan diikuti oleh pemuda yang sebelumnya telah mengatakan hal ini padanya.
Di sisi lain, Liu Zhenqi tampak bingung karena Shu Yinzhi selalu pergi begitu saja setelah mengatakan kalimatnya padahal ia sama sekali belum menjawabnya. ”... Apakah dia sedang dirasuki atau arwah mendiang permaisuri yang sudah mempengaruhinya sampai seperti ini?” gumam Liu Zhenqi yang tampak kebingungan.
__ADS_1
Di waktu yang bersamaan, Shu Qingzhi akhirnya terbangun di dalam sebuah ruangan berwarna putih yang sangat luas. Ada begitu banyak corak yang menjadi hiasan tiang-tiang bangunan tersebut. Selain itu, ia juga menghirup aroma sungai yang berada di mana-mana.
Tempat yang sedang ditidurinya saat ini begitu empuk dan nyaman. Selama ini, ia tak pernah tidur di tempat yang seperti ini karena ia selalu tidur dengan beralaskan tikar yang kasar. Dan begitu ia tahu kalau nyawanya telah terselamatkan oleh seseorang yang tak diketahui olehnya, ia pun segera mengambil posisi duduk dan memperhatikan apa yang ada di sekitarnya.
”Emasnya banyak sekali. Apakah tempat ini adalah gudang harta?” gumam Shu Qingzhi yang tampak terkejut setelah melihat tumpukan emas dan berlian yang ukurannya sangat besar bahkan sampai memenuhi ruangan tersebut.
Ia berjalan mendekati tumpukan emas tersebut dan menyentuhnya satu persatu. ”... Kenapa aku terbangun di tempat yang seperti ini?” Shu Qingzhi merasa bingung karena tak ada seorangpun yang berada di sana selain dirinya.
Lalu, tak lama setelahnya seseorang menyentuh pundaknya sehingga, hal itu membuatnya tampak terkejut dan langsung menoleh ke arah orang tersebut.
”Nona, makanan sudah siap. Nona pasti sangat lapar setelah menempuh perjalanan yang sangat jauh.” ucap seorang laki-laki dengan rambut berwarna hitam legam dan bola mata yang berwarna biru tua. Sekilas, ia tampak seperti pemuda biasa. Namun, ia memiliki sedikit sisik ular yang tumbuh di bawah matanya.
Dengan cepat, Shu Qingzhi langsung melangkah mundur menjauhinya. Ia merasa aneh saat bertemu dengan pemuda ini. Sudah jelas kalau dia bukanlah manusia biasa! Dan saat ia tersandung saat berjalan mundur, ada satu orang lagi yang sedang menahan punggungnya agar ia tidak terjatuh ke belakang.
Sedetik kemudian, ia pun langsung menoleh ke belakang dan melihat seorang gadis berhanfu kuning dan bermata emas. Namun, lagi-lagi ada yang aneh dengan wujudnya. Pada bagian kepalanya, ia memiliki sirip ikan yang ada di telinganya.
Hal itu tentu membuat Shu Qingzhi merasa sangat bingung dan bertanya-tanya siapa yang telah menyelamatkannya saat ini. Ia pun langsung jatuh terduduk sambil memperhatikan mereka berdua yang sedang berdiri di depannya.
Pemuda itu tampak cemas saat melihatnya dan bertanya, ”Ada apa Nona? Apakah ada sesuatu yang aneh di sini?”
__ADS_1
Gadis tadi langsung bergerak dan mencoba untuk membantunya berdiri sambil bertanya, ”Mengapa Nona begitu terkejut? Tenang saja, Nona tidak mati. Saat ini, Nona sedang berada di Istana penyihir Naga.”
Shu Qingzhi terkejut dan langsung menunjuk ke arah sirip ikan yang ada di telinga gadis itu.
Seolah mengerti apa yang membuatnya penasaran, gadis itu langsung menjawab, ”Nona pasti bingung siapa kami ini.” ucapnya dibarengi dengan senyumnya yang terlihat bersahabat. ”... Aku adalah Yin Chu, siluman Ikan Mas dan laki-laki yang ada di belakangku adalah Gu Ruo, siluman ular. Kami ini, adalah pelayan dari Penyihir Naga hitam, Tuan Shangguan Wei.”
Shu Qingzhi menatap keduanya dengan bingung. Selama ini ia tak pernah tahu kalau ada tokoh seperti siluman ikan mas dan juga siluman ular dalam ceritanya. Yang ia tahu, ia adalah Tokoh utama dari ceritanya sendiri. Terlebih lagi, di akhir cerita ia akan digantung karena dituduh meracuni Kaisar.
”Nona mungkin sangat bingung saat ini. Mengapa tidak memakan makananmu saja selagi masih hangat?” ucap Gu Ruo sambil mengulurkan tangannya. Namun, Yin Chu langsung menampar tangannya dan membentak, ”Apa yang kau lakukan?! Laki-laki tidak boleh menyentuh calon permaisuri Tuan Penyihir!”
Shu Qingzhi tertegun dan bertanya, ”Siapa yang akan menjadi permaisuri?”
Yin Chu dan Gu Ruo tampak terkejut dan langsung menatap ke arah Shu Qingzhi secara bersamaan. ”... Apakah Nona tidak tahu apapun?” tanya Yin Chu yang tampak cemas.
Shu Qingzhi tak menjawab dan hanya menggelengkan kepalanya.
”Nona, kaulah yang akan menjadi permaisuri untuk Tuan Penyihir. Apakah Nona tidak ingat kejadian yang menimpa Nona saat tenggelam di danau dua tahun lalu? Tuan penyihir menyelamatkan Nona dan membawa Nona kembali ke daratan.” jelas Gu Ruo.
”Itu benar, Nona!” sahut Yin Chu. ”... Tuan penyihir sudah menobatkan Nona sebagai calon permaisurinya bahkan saat Tuan penyihir pertama kali bertemu dengan Nona.”
__ADS_1
”Ya. Tak seperti manusia yang butuh waktu lama untuk menyukai seseorang. Tuan penyihir langsung menyukai Nona saat pertama kali bertemu. Nona mungkin berpikir sangat aneh jika siluman seperti Tuan penyihir bisa menyukai seorang manusia. Tapi, siluman itu sangat setia terhadap pasangannya dan selalu menepati janjinya.”
Mendengar penjelasan ini, Shu Qingzhi hanya terdiam karena bingung mendengarkan penjelasan mereka berdua. Lalu, tiba-tiba saja terdengar suara pemuda yang sedang berjalan menghampiri mereka bertiga. Dia berkata, ”Kalian tidak membuat bingung calon permaisuri ku, kan?”