Putri Mahkota Gila

Putri Mahkota Gila
Bab. 13 - Naga Yang Kesepian


__ADS_3

Dua ratus tahun lalu, ada seekor Naga yang hidup di dalam laut. Ia memiliki banyak emas dan harta. Istananya tampak megah dan ada banyak pelayan yang selalu siap melayaninya. Akan tetapi, Sang naga selalu merasa sangat kesepian. Ia tak menemukan kebahagiaan di antara kekayaannya. Emas dan berlian sama sekali tidak bisa menghidupkan suasana yang begitu sunyi. Ia menjadikan seekor Ikan Mas dan ular sungai untuk dijadikan pelayan pribadinya. Akan tetapi, ia selalu tampak kesepian seakan ia tak ingin hidup lama di dunianya.


Bertahun-tahun terus mengurung diri di Istananya sampai suatu ketika, ia mendengar suara percikan air yang sedang menyambut datangnya seseorang. Sang naga langsung terbangun dan melepas kursi singgasananya. Ia berjalan mendekati suara tersebut dan menatap seorang gadis kecil yang tiba-tiba muncul di dalam Istananya.


Sang naga sangat terkejut melihatnya. Ia tak tahu bagaimana gadis ini bisa memasuki Istananya yang tersembunyi dan jauh dari tempat tinggal para manusia. Biasanya, ia akan langsung membunuh siapapun yang telah memasuki Istananya tanpa izin. Namun, sepertinya gadis ini adalah pengecualian baginya.


Sejak pertama kali melihatnya, Sang naga merasa kesepiannya ini semakin berkurang. Wajah dari seorang manusia yang sangat jarang dilihat olehnya. Ia mulai merasa kalau gadis ini juga merasakan kesepian yang sama dengannya. Namun, karena Istananya bukanlah tempat yang pantas untuk seorang anak manusia, ia pun mengembalikannya ke tempat semula sebelum ia terjatuh.


***


”Jadi, Tuan penyihir merasa sangat kesepian selama ratusan tahun.” tanya Shu Qingzhi setelah Gu Ruo dan Yin Chu menceritakan semuanya. ”... Kalian mengira kalau aku adalah gadis kecil yang pernah memasuki Istana Tuan Penyihir tanpa sengaja?”


”Gadis itu adalah Nona! Apakah tidak mengingatnya?” tanya Gu Ruo.


Shu Qingzhi menggelengkan kepalanya selama beberapa saat. Ia merasa bingung karena sebelumnya, ia tak pernah bertemu dengan Shangguan Wei. Ia pikir semua ini hanya dibuat buat untuk meyakinkannya. Namun, tampaknya wajah keduanya menunjukkan bahwa apa yang mereka katakan tadi benar-benar terjadi.


Shu Qingzhi merasa bingung. Selain dirinya bisa berada di Istana penyihir Naga, ia juga merasa bingung mengapa Karakter penyihir Naga bisa ada di dalam ceritanya?


”Apakah gadis kecil itu benar-benar aku?” tanya Shu Qingzhi sekali lagi.


”Itu benar Nona. Gadis kecil yang ditemui oleh Tuan penyihir adalah Nona yang masih berumur tujuh tahun.” jawab Yin Chu.


Sulit baginya jika membuat seseorang. Tetapi, apakah dia harus tega terhadap penyihir Naga yang bukan manusia? Siluman itu ingin menjadi manusia. Dan satu-satunya cara untuk mewujudkannya adalah, dengan menghadirkan seseorang yang benar benar mencintainya. Akan tetapi, Shu Qingzhi merasa tak yakin kalau ia bisa mewujudkannya.


Semenjak ia dimasukan ke rumah sakit jiwa, seketika lingkungannya menjadi keras. Semua yang lemah akan dimangsa oleh binatang buas. Karena itu, untuk apapun yang terjadi berikutnya, ia harus bisa bertahan hidup meskipun langkah yang diambilnya sangat berbahaya.

__ADS_1


”Aku, tidak menyukai Tuan penyihir.” celetuk Shu Qingzhi yang membuat perhatian Yin Chu dan Gu Ruo tertuju padanya. Namun, Shangguan Wei tetap bersikap biasa saja saat Shu Qingzhi mengatakan hal itu untuknya.


”N~ nona ini sangat suka bercanda. Benarkan, Tuan penyihir.” ucap Yin Chu yang mencoba memperbaiki suasana.


”Benar sekali. Nona pasti hanya ingin menguji Tuan penyihir apakah, Anda benar-benar mencintainya.” lanjut Gu Ruo.


Awalnya Shangguan Wei percaya dengan ucapan mereka berdua. Namun, suasana tersebut dirusak oleh Shu Qingzhi yang kembali berkata, ”... Aku tidak pernah berbohong. Meskipun mereka menyebutku gila, aku tak pernah berbohong. Karena, jika aku melakukannya, lidahku akan langsung dipotong oleh dokter.”


”....”


Seketika, semuanya terdiam tanpa kata. Yin Chu dan Gu Ruo tidak tahu apa yang harus mereka katakan saat ini. ”Rasanya, tidak mungkin Tuan penyihir akan membunuh Nona begitu saja hanya karena dia tidak menyukainya, kan?” bisik Yin Chu pada Gu Ruo di sebelahnya.


”Jangan bertanya padaku! Aku juga tidak mengetahuinya!” jawab Gu Ruo.


Setelah mereka semua terdiam selama beberapa saat, tiba-tiba saja Shangguan Wei tertawa di atas singgasananya. Berpikir kalau tertawaannya itu adalah awal dari sebuah perang namun, ekspresi yang ditunjukkannya setelah tertawa benar-benar mengejutkan kedua pelayannya.


”Bukan!” Saat mendengarnya, Shu Qingzhi tampak tidak berekspresi seolah jawaban itu bukanlah alasan yang akan dikatakan olehnya. ”Manusia maupun bukan, semuanya terlihat sama dan yang membedakan mereka semua, hanya tindakan dan sifat mereka. Mungkin saja ada seseorang yang berwujud manusia namun, sebenarnya di dalam dirinya adalah Iblis yang sedang membara. Aku mengatakannya karena, di tempatku tak ada satupun manusia yang bisa bertahan hidup. Semua ini, membuatku berpikir apakah aku ini masih terlihat seperti manusia atau tidak? Untuk itulah aku pergi menjauh agar aku bisa hidup seperti manusia.”


Seketika, ruangan tersebut menjadi sepi. Gu Ruo dan Yin Chu tampak cemas dengan jawaban yang akan diberikan oleh Shangguan Wei setelah ini. Saat Shangguan Wei telah berdiri dari atas singgasananya, keduanya mulai terlihat panik dan berpikir untuk melakukan sesuatu.


Shangguan Wei berjalan mendekati Shu Qingzhi. Dan saat ia telah berada di depannya, Shangguan Wei sempat menatapnya dengan serius dan membuat kedua pelayannya semakin cemas.


”Dulu, aku sangat membenci manusia karena mereka selalu mencoba membunuhku setiap saat. Tapi, aku pun juga merasakan hal yang sama sepertimu. Sejak awal aku sudah tahu, kau itu sangat berbeda dengan yang lain. Jadi, aku membiarkanmu pergi.” ucap Shangguan Wei sambil menyentuh wajah Shu Qingzhi.


”....”

__ADS_1


Shangguan Wei kembali tersenyum menatapnya dan berkata, ”Jika kau tidak menyukaiku maka, aku akan membuatmu menyukaiku.”


***


”Ampuni kami, Yang Mulia!” teriak beberapa pasukan yang dipukuli habis-habisan oleh algojo bertubuh besar.


Shu Yinzhi duduk di atas kursinya sambil memperhatikan wajah penuh kesakitan dari para pengawal yang tak menjalankan tugasnya dengan baik. Dengan memegang secangkir teh yang tinggal setengahnya, Shu Yinzhi berkata, ”Jangan begitu. Kalian semua yang meminta aku melakukan semua ini. Tadinya setelah kalian kembali, aku ingin membayar kalian. Tetapi, kalian tak bisa menjalankan tugas yang semudah ini. Jadi, ku gunakan uang itu untuk membayar para algojo agar mereka mau menghukum kalian semua.”


Semua orang merasa ketakutan saat mendengar teriakan para pasukan yang sedang di hukum. Tak ada yang berani mengucapkan satupun kalimat. Semua orang terdiam termasuk beberapa Pangeran yang menyaksikan kekejamannya.


”Sungguh pemandangan yang tak biasa. Yang mulia Putra mahkota tampaknya sangat kesal jika sesuatu terjadi pada gadis kemarin. Kira-kira, apa yang terjadi pada otaknya, ya?” gumam Xu Yingge sambil melebarkan kipas lipatnya dan menatap Shu Yinzhi dengan sinis.


Sementara Tao Sonyun mencoba untuk tidak melihat keramaian yang sedang terjadi di halaman depan istana kekaisaran. Ia berjalan kembali ke ruangannya dan tanpa sengaja, ia bertemu dengan Fu Yiren yang sedang menanam beberapa bunga di depan kediamannya.


”Dia adalah pelayan gadis itu. Apakah dia memutuskan untuk tinggal di sini?” batin Tao Sonyun yang langsung berjalan menghampiri Fu Yiren. ”Kau masih ada di sini?” tanya Tao Sonyun saat telah berdiri di depannya.


Terkejut ketika mendengar suaranya, Fu Yiren tampak terkejut dan langsung berlutut di hadapannya. ”Maaf, Yang Mulia. Pelayan ini akan segera pergi.”


Tao Sonyun langsung berkata, ”Tidak perlu!” sambil memperhatikan Fu Yiren. ”... Belakangan ini, Yang Mulia Putra mahkota bertindak sangat aneh semenjak Putri Qingzhi datang kemari. Apakah kau tahu, mengapa Yang Mulia bisa seperti itu?”


Fu Yiren tertegun dan langsung menatap matanya. Ia merasa tak berani mengatakan kenyataannya pada Tao Sonyun yang tak ada hubungannya dengan Shu Yinzhi dan Shu Qingzhi. Ia takut untuk berkata jujur padanya. Untuk itulah, ia menjawab, ”Pelayan ini tidak bisa menjawabnya, Yang Mulia. Saya takut Yang Mulia Putra mahkota akan marah saat mengetahui berita ini sudah menyebar.”


”Begitu, ya?” gumam Tao Sonyun yang terlihat kecewa.


”Kalau begitu, saya permisi.” ucap Fu Yiren sambil berjalan meninggalkan tempat tersebut.

__ADS_1


Setelah melihatnya pergi, Tao Sonyun menunjuk ke arah salah satu Kasim yang ada di belakangnya dan berkata padanya, ”... Cobalah kau cari tahu, apa yang membuat Yang Mulia putra mahkota seperti itu.”


Kasim itu langsung menjawab, ”Baik, Yang Mulia.”


__ADS_2