Putri Mahkota Gila

Putri Mahkota Gila
Bab. 21 - Memperbaiki Desa


__ADS_3

Dalam beberapa jam saja, keberadaan Yi Chen sudah mengubah keadaan yang ada di desa Hui. Semua orang menjadi sangat terbantu semenjak Yi Chen berada di tempat mereka. Namun, dengan semua kejadian yang ada di sini, ia lupa dengan tugas utamanya sendiri.


”Pemandangan yang sangat indah! Berkat diriku, semua orang tidak kelaparan lagi.” ucap Yi Chen sambil meletakkan kedua tangannya di atas pinggang sambil tersenyum bangga dengan perbuatannya sendiri.


Semua pasukan yang dibawa olehnya tampak kelelahan namun, tak sedikit orang yang juga melupakan tugas mereka di sini. Lalu, ada seorang prajurit muda yang memberanikan diri menghampirinya Yi Chen yang masih membanggakan dirinya.


”Yang mulia! Maaf mengganggu kesenangan Anda. Tapi, apakah Yang Mulia lupa tugas utama Yang Mulia datang ke desa Hui?” tanya pemuda.


Yi Chen langsung terkejut dan berkata, ”Benar juga! Mengapa aku melupakannya?! Ayo pergi mencari adik Sonyun!” ucapnya sambil menaiki kudanya. Namun, saat ia mengatakan kalimat tersebut, seluruh pasukan tampak kelelahan dan bahkan tak bisa menaiki kudanya sendiri. Mereka seperti ini, karena dipaksa oleh Yi Chen untuk membangun puluhan rumah dalam waktu singkat. Tentunya, hal itu membutuhkan tenaga yang sangat banyak dan bahkan Yi Chen meminta agar semua itu selesai dalam waktu tiga jam.


Yi Chen menghela nafasnya dan berkata, ”Baiklah. Kalian bisa berjaga di sini. Aku akan mencarinya sendiri.” setelah mengatakannya, Yi Chen menarik kudanya dan berjalan menuju suatu tempat di dalam hutan.


Di waktu bersamaan, Shangguan Wei tampak sangat terkejut setelah melihat keberadaan Shu Qingzhi yang telah membunuh beberapa hewan serigala yang menahannya. Ia tampak tak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang ini. Namun, belum puas ia melihatnya, tiba-tiba saja ia melihat ada seekor beruang raksasa yang akan menyambar Shu Qingzhi dari belakang.


Dengan cepat, Shangguan Wei segera menariknya ke tempat yang cukup aman dan jauh dari hewan-hewan buas ini. Keduanya berada tepat di depan pohon yang telah tumbang. Akan tetapi, karena salju yang menumpuk di bawah kakinya, hal itu membuat Shu Qingzhi terjatuh sehingga ia pun menimpa Shangguan Wei yang mencoba menyelamatkannya.


Shangguan Wei hanya bisa terdiam saat dirinya berada sangat dekat dengan wajah Shu Qingzhi. Ia mengedipkan matanya dan mencoba untuk tenang karena saat ini, bukanlah waktu yang tepat. ”... Kau baik-baik saja kan?” tanya Shangguan Wei sambil membantunya berdiri.


Shu Qingzhi yang tampak biasa-biasa saja segera mengibaskan roknya yang terkena debu dan sobek sedikit karena ranting yang runcing. ”... Aku baik-baik saja. Terima kasih.” jawabnya.


”Yang mulia, sepertinya gadis itu sangat penting bagimu. Kau pasti akan melindunginya apapun yang terjadi.” ucap Zhongyuan pelan. ”... Tapi, bagiku dia seperti serangga pengganggu! Manusia lemah! Aku harus mengakhirinya sekarang juga!”

__ADS_1


Zhongyuan segera melemparkan puluhan pisaunya ke arah Shangguan Wei dan Shu Qingzhi. Lalu, saat Shangguan Wei akan menepis semua serangan tersebut, tiba-tiba saja muncul seorang pemuda yang langsung menggantikannya sehingga, serangan tersebut berhasil dihindari oleh mereka.


Setelah menepisnya, pemuda itu langsung menoleh ke belakang dan menghampiri Shu Qingzhi yang berada di sana. ”Putri Qingzhi! Kau baik-baik saja? Apakah kau yang membunuh serigala serigala tadi?” tanya pemuda yang ternyata adalah Tao Sonyun yang tampak terkejut setelah melihat mayat serigala di tempat sebelumnya.


Shu Qingzhi hanya menganggukkan kepalanya sementara, Shangguan Wei mencoba menghalangi pandangan Tao Sonyun dari Shu Qingzhi.


”Huh! Yang benar saja! Kau ini tidak bisa mati atau ada seseorang yang berusaha melindungimu dari belakang?!” ketus Zhongyuan yang tampak kesal setelah melihat keberadaan Tao Sonyun di hadapannya.


Tao Sonyun menoleh ke belakang dan melihat wajah Zhongyuan yang belum pernah dilihat olehnya. ”... Memangnya siapa dia? Beraninya menuduh orang lain yang tidak-tidak!” celetuk Tao Sonyun sambil menatapnya dengan malas.


Mendengar hal ini, Zhongyuan tampak kesal. Ia kemudian memanggil burung meraknya kembali sambil berkata, ”Aku rasa ini akan membuatmu ingat semuanya.” ucapnya diakhiri senyum seringai yang mengancamnya.


”Kalian berdua pergilah!” ucap Shangguan Wei sambil mendorong Tao Sonyun ke belakang. ”... Aku yang akan melawannya. Kalian para manusia tidak ada hubungannya dengan semua ini.”


Tao Sonyun tertegun dan langsung berkata, ”Aku juga ingin membantumu melawannya!” ucapnya sambil berjalan ke depan. Namun, langkahnya seketika terhenti saat Shangguan Wei menoleh ke arahnya dengan tatapan dingin.


”Kubilang pergilah! Ini perintah Raja!”


”.....” Tao Sonyun menelan ludah dan tak bergerak sedikitpun semenjak Shangguan Wei mengatakan hal itu padanya. Ia sempat berpikir Shangguan Wei lebih lemah dan tak bisa mengalahkan Zhongyuan yang telah menunggu lawannya. Namun, tatapan itu, membuatnya cukup yakin dengan semua perkataannya.


Zhongyuan tersenyum seringai dan bertanya, ”Jadi, Yang Mulia sungguh akan melawanku saat ini? Huh! Yang benar saja! Apakah sebelumnya, kau merasa lemah karena gadis itu tidak berada di dekatmu?”

__ADS_1


”Berisik banget!” gumam Shangguan Wei yang tampak kesal. Setelahnya, ia pun mendengar suara langkah kuda yang berjalan semakin mendekati mereka semua. Bisa dipastikan kalau suara ini berasal dari seorang manusia.


Sambil mengangkat tangannya ke atas dan menatap Zhongyuan dengan malas, Shangguan Wei berkata, ”Kita akan bertarung serius tapi, tidak di tempat ini.” sedetik kemudian, ia pun menjentikkan jarinya dan dalam sekejap, mereka berdua menghilang dengan sangat cepat dan tidak meninggalkan jejak apapun.


Kemana mereka pergi?


Shu Qingzhi dan Tao Sonyun tampak sangat terkejut dan selama beberapa saat, mereka mencoba menolehkan kepala mereka ke arah hutan. Akan tetapi, jejak keduanya seperti benar-benar telah menghilang dari dunia. Disisi lain, untuk pertama kalinya Tao Sonyun menatap wajah cemas Shu Qingzhi yang tampaknya sedang mencemaskan keberadaan Shangguan Wei saat ini. Ia masih belum tahu apa hubungan mereka berdua hingga sedekat itu. Namun, tampaknya Shu Qingzhi benar-benar mencemaskannya.


”Putri Qingzhi! Kau berniat untuk mencari orang itu?” tanya Tao Sonyun sambil menepuk pundaknya.


Shu Qingzhi menggelengkan kepalanya. Aroma laut dan hawa siluman milik Shangguan Wei tiba-tiba saja menghilang darinya. Biasanya, selama ia berada di tempat yang sama dengannya, ia akan mudah merasakan semua itu. Akan tetapi, ia juga merasa bingung mengapa ia bisa mencemaskan sesuatu yang bukan manusia?


Shu Qingzhi berjalan mendekati hutan yang ada di sebelahnya. Namun, Tao Sonyun langsung menarik tangannya dan berkata, ”Jangan lakukan! Di dalam sana, mungkin saja ada bahaya yang tak kau ketahui!”


Shu Qingzhi langsung menarik tangannya dan berkata, ”Jangan pernah menghentikanku. Aku tidak tahu apa yang akan aku lakukan jika kau benar-benar melakukannya.”


”Dia sudah menghilang! Aku akan melaporkan hal ini pada Istana dan membuat mereka mencarinya.” ucap Tao Sonyun.


Shu Qingzhi langsung menatapnya dengan serius dan berkata, ”Kau pikir masalah ini akan cepat selesai?! Aku tak suka jika harus mengandalkan orang lain!”


”Adik Sonyun? Putri Qingzhi! Akhirnya aku menemukan kalian berdua!” seru seorang pemuda yang berjalan menghampiri mereka sambil menunggangi kudanya.

__ADS_1


__ADS_2