
”Yang Mulia pasti terkejut sekali. Apakah Anda sangat percaya dengan apa yang tertulis di surat ini?” tanya Liu Zhenqi saat menatap Shu Yinzhi yang terdiam dan tak berkata-kata setelah membaca seluruh surat singkat tersebut.
Tak lama, Shu Yinzhi tertawa kecil dan menatap ke arah Liu Zhenqi dengan dingin seraya berkata, ”Tidak mungkin! Surat ini pasti bohong! Iya kan?!”
Liu Zhenqi terdiam saat menatapnya. Ia kemudian mengalihkan perhatiannya karena tak ingin melihat wajah kecewa yang ditunjukkan oleh Shu Yinzhi.
Sudah jelas kalau Shu Yinzhi tak akan percaya dengan apa yang tertulis di atas secarik kertas yang telah usang tadi. Selama ini, ia dibesarkan di istana kekaisaran dan Ayahnya selalu berkata kalau dialah anak satu-satunya dan Putra mahkota yang sebenarnya. Namun, di usianya yang ke-14 tahun, dia malah dikejutkan dengan kehadiran seorang gadis yang mengaku sebagai saudara kembarnya dengan hanya membawa secarik kertas saja.
”Percaya atau tidaknya, itu semua adalah keputusan Yang Mulia. Aku tidak akan ikut campur dalam urusan seperti ini.” ucapnya sambil menutupi mulutnya dengan kipas lipatnya.
Shu Yinzhi terdiam selama beberapa saat. Dan berpikir kalau semua ini hanyalah sandiwara yang biasa diadakan di atas panggung. Ia pun meremas kertas tersebut dan dengan kesal, ia berkata pada para pelayannya, ”Bawa wanita itu kembali ke istananya! Jangan sampai hal ini diketahui oleh orang luar!”
Fu Yiren yang mendengarnya merasa terkejut sekaligus kecewa. ”Nona pasti akan sangat sedih jika dia mendengarnya. Mengapa Yang Mulia tak ingin mengakui keberadaan Nona sebagai manusia? Aku harus melakukan sesuatu.” batin Fu Yiren yang berjalan kembali menghampiri Shu Yinzhi.
Namun, baru beberapa langkah berselang, seorang pelayan istana terburu-buru meninggalkan kamar tersebut dan langsung menghampiri Shu Yinzhi seraya berkata dengan cemas, ”Nona itu tidak ada di kamarnya!”
Shu Yinzhi terkejut dan membentak, ”Bagaimana itu bisa terjadi?! Apa yang kalian lakukan?!”
Pelayan itu langsung tertunduk diam sambil berkata, ”Kami tidak mengetahuinya juga, Yang Mulia. Tak ada yang berjaga di sisi Nona. Jadi, kami tidak tahu kapan dia pergi dari kamarnya.”
Fu Yiren merasa cemas dan khawatir. Ia pun segera berdiri kembali dan berlari dari tempat tersebut untuk mencarinya. Tak ada yang memperdulikannya sampai seperti ini. Bahkan Putra mahkota seperti Shu Yinzhi juga tampak membiarkannya begitu saja.
__ADS_1
”Hei! Yinzhi! Kau akan membiarkan pelayan itu berkeliaran di sekitar sini untuk mencari Tuan Putri?” tanya Liu Zhenqi pada Shu Yinzhi yang tampak tak peduli.
Sesaat, Shu Yinzhi menatap Liu Zhenqi dengan malas. Tak lama, ia pun segera menjawab, ”Kembali ke pekerjaan kalian. Aku akan berjalan-jalan menghirup udara segar. Dan jika kalian menemukan wanita tadi, segera bawa dia ke hadapanku.” ucapnya sambil berjalan keluar diikuti dengan Liu Zhenqi yang penasaran kemana ia akan pergi.
Sementara ini, Shu Qingzhi tampak tersesat di dalam istana kekaisaran yang begitu luas. Setelah ia terbangun dari tidurnya karena mendengar suara bising yang datang dari balik pintu, ia pun segera melangkah keluar melewati jendela kamar yang masih terbuka. Namun, siapa yang mengira kalau ia akan tersesat karena ia tak tahu dimana jalan keluarnya.
Saat ini, Shu Qingzhi berada di dekat lapangan latihan. Saat ini, ia hanya memakai pakaian tidurnya yang tipis dan hanya selembar. Seketika, seluruh perhatian tertuju padanya karena ia telah dianggap tidak sopan ketika berada di Istana kekaisaran.
”Apakah aku harus bertanya pada seseorang?” batin Shu Qingzhi yang tampak kebingungan.
Baru saja ia terdiam selama beberapa saat, tiba-tiba saja dari belakang seseorang menaruh mantel hitam di atas pundaknya. Ia pun menjadi sangat terkejut dan langsung menatap ke arah seorang pemuda yang telah berdiri di sebelahnya.
”Nona. Apakah kau tidak kedinginan jika memakai pakaian setipis itu?” tanya pemuda berambut hitam sambil tersenyum tipis padanya.
”Hm? Ada apa? Kau bingung?” tanya pemuda yang penasaran dengan ekspresi bingung Shu Qingzhi.
Shu Qingzhi tertegun saat mendengarnya. Ia langsung memegang kedua sisi pundaknya dan mengalihkan perhatiannya pada pemuda di sebelahnya. Ia mungkin tak akan canggung jika wajah pemuda ini tidak begitu dekat dengannya. Namun, anehnya dia merasa aman dan jiwanya merasa sedikit tenang.
Karena penasaran, ia kembali menatap pemuda itu dan lagi-lagi wajahnya kembali memerah karena ia merasa wajah dari pemuda ini semakin dekat saja. Lalu, untuk kedua kalinya Shu Qingzhi mengalihkan perhatiannya lagi dan membuat pemuda ini bertambah bingung.
Sedetik kemudian, pemuda itu tertawa sambil mengelus kepala Shu Qingzhi dan berkata, ”Kau sangat tidak biasa. Aku menyukainya. Semoga kita bertemu lagi.” ucap pemuda sambil berjalan pergi meninggalkannya dengan wajah yang terlihat senang.
__ADS_1
”....”
Shu Qingzhi memperhatikan laki-laki tersebut dari kejauhan dan tak lama kemudian, orang itu pun hilang dari pandangannya. ”Aroma laut dan dingin. Hawanya tidak seperti manusia.” batin Shu Qingzhi yang masih melihat jejaknya. Ia kemudian berjalan maju beberapa langkah dan berhenti tepat di depan sebuah pohon yang memiliki busur panah yang sedang bersandar.
Tanpa memikirkannya, Shu Qingzhi langsung mengambil busur dan panah yang bersandar di pohon. Ia sedikit memperhatikannya dengan baik dan terdapat sebuah nama yang terukir pada busur kayu tersebut.
”Shangguan Wei? Terasa familiar tapi, aku tidak bisa mengingatnya. Apakah dia juga salah satu tokoh dari novel ku sendiri?” batin Shu Qingzhi yang memperhatikannya.
”Nona! Nona!” seru seorang gadis yang berlari menghampirinya dengan terburu-buru.
Begitu ia mendengar suara ini, perhatiannya seketika tertuju pada gadis tersebut. ”Dia adalah pelayan gadis kemarin. Kalau tidak salah, namanya Fu Yiren atau apalah itu.” Batin Shu Qingzhi yang langsung berbalik menghadap Fu Yiren yang telah sampai di depannya dengan nafas terengah-engah karena terus berlari mengelilingi Istana.
”Pelayan ini sangat mengkhawatirkan keadaan Nona. Apakah Anda baik-baik saja? Apakah Nona terluka?” Fu Yiren terlihat cemas dan langsung memperhatikan setiap sisi Shu Qingzhi. Lalu, seketika ia tampak terkejut setelah melihat kain perban yang membalut bahu Shu Qingzhi.
”N~ Nona, mengapa kau terluka? A~ apakah itu sangat sakit?” tanya Fu Yiren yang tampak sangat mencemaskannya meskipun Shu Qingzhi merasa baik-baik saja.
Shu Qingzhi mengalihkan perhatiannya seakan tak peduli dengan pertanyaannya. Lalu, pandangannya seketika tertuju pada beberapa orang yang sedang berlatih memanah. Mereka semua, mengarahkan anak panah mereka pada satu sisi lingkaran yang ada pada sebuah papan kecil.
Seketika, ia merasa sangat tertarik dengan orang-orang yang ada di sana. Ia pun langsung menarik anak panahnya dan mencoba untuk menembak titik sasaran dari jarak yang cukup jauh.
”N~ Nona! Apa yang akan kau lakukan?” tanya Fu Yiren yang tampak sangat terkejut dan mengira kalau Shu Qingzhi akan memanah seseorang di depannya. Namun, ia tak juga mendapatkan jawaban apapun.
__ADS_1
Beberapa saat setelahnya, Shu Qingzhi melepas anak panahnya dari jarak yang sama. Samar-samar ia mendengar suara angin yang berhembus ke arah yang sama dengan titik sasarannya. Dan dengan cepatnya, anak panah tersebut tepat mengenai sasaran meskipun sempat mengejutkan beberapa Pangeran yang sedang berlatih di sana.