
Shangguan Wei bersiap dengan serangan pertamanya. Ia membentuk pedang dengan elemen es miliknya. Seketika, salju pun turun secara tiba-tiba dan membekukan sungai yang mengalir di depannya. Sorot matanya yang tajam, memancarkan cahaya berwarna merah darah dan hawa keberadaannya, begitu ditakuti oleh para hewan-hewan buas yang ada di dalam hutan.
Angin terus berhembus kencang dan hawa dingin, membuat siapapun merasa lemah karenanya. Namun, pemuda ini tampak tangguh dan tetap berada di posisinya yang sama. Seringai terbentuk di bibirnya. Tangannya membuka tudung kepalanya dan menunjukkan sosok seorang pemuda dengan rambut berwarna coklat keemasan. Bola matanya berwarna hijau seperti rumput dalam laut namun, sedikit mendung.
”Yang mulia Raja Naga. Aku harap kau tidak benar-benar melindungi anak manusia tadi. Ah! Atau mungkin Yang Mulia menyukai anak gadis tadi?” tanya pemuda sambil menatapnya sinis.
Shangguan Wei tak berekspresi saat ia menjawab, ”Bukan urusanmu! Lagipula, untuk apa kau datang kemari?”
”Biar aku mengenalkan diriku terlebih dahulu.” ucap pemuda. ”... Namaku, adalah Zhongyuan. Sebutan ku di sini adalah Matahari penjaga bumi. Tujuanku datang kemari adalah untuk menghabisi siapapun yang telah mengetahui tujuh rahasia bumi. Kedua anak manusia itu, telah mengetahui semuanya dan aku harus segera menghabisi mereka.”
”Aku tidak mengizinkannya!” celetuk Shangguan Wei. ”... Untuk apa dirahasiakan lagi dan membunuh siapapun yang sudah mengetahuinya? Memangnya, apa tujuanmu berada di sini? Sudah tahu kalau kau adalah matahari penjaga bumi. Tak seharusnya kau mengotori tanganmu dengan darah.”
Zhongyuan tampak terkejut dan berkata, ”Ada apa dengan Rajaku? Tak biasanya Yang Mulia tidak mengizinkan ku untuk membunuh orang-orang. Jawaban ini, bukanlah jawaban yang biasa Anda katakan.” ucapnya sambil melipat tangannya. ”... Biar aku lihat sekarang. Yang mulia tampaknya tak kesepian lagi. Manusia itu benar-benar sudah mengubah Anda.”
Shangguan Wei tersenyum seringai dan berkata, ”Kalau iya, kenapa? Apakah kau akan mempermasalahkannya?”
”Haah,... Yang mulia benar-benar sudah membuat kami semua kecewa.” ucap Zhongyuan sambil memunculkan puluhan pedang di belakang punggungnya. ”... Bagaimana dengan pertarungan singkat denganku? Jika kau memilih anak manusia itu, kau boleh membunuhku sekarang.”
__ADS_1
Shangguan Wei menggigit bibirnya karena ia tak ingin memulai pertarungan dan memilih di antara kedua pilihan tersebut.
Di waktu yang bersamaan, keduanya tampak berhenti ketika mereka sudah berada cukup jauh dari tempat tersebut. Tao Sonyun berpegangan pada sebuah pohon karena mereka terus berlari di antara bebatuan kasar dan rumput yang licin. Namun, ia tampak terkejut setelah melihat Shu Qingzhi yang terlihat biasa saja padahal mereka sudah berlari cukup lama.
”Apa kau tidak merasa kelelahan sama sekali? Bukankah kita sudah berlari cukup jauh?” tanya Tao Sonyun yang masih tak percaya.
Shu Qingzhi langsung menatapnya bingung dan berkata, ”Biasa saja. Seseorang harus memiliki kemampuan untuk bertahan hidup dan melindungi diri sendiri. Musuh tak berasal dari orang asing saja tapi, bisa saja dari orang terdekatmu.” ucapnya sambil membersihkan pakaiannya dari debu.
”Lalu, darimana kau mempelajari semua itu?” tanya Tao Sonyun yang kemudian berkata dalam benaknya, ”Padahal dia ini hanya gadis biasa. Mengapa dia bisa melakukan semua itu dengan mudah?”
Shu Qingzhi menjawab, ”Aku sudah mengatakannya. Di tempatku berasal, orang lemah akan cepat mati dan yang kuat akan memiliki kesempatan hidup lebih lama. Aku sudah menganggap duniaku seperti arena pertarungan yang akan menghabisi dan dihabisi.”
Sedetik kemudian, terdengar suara ranting-ranting pohon yang berjatuhan di setiap tempat. Selain itu, mereka juga mendengar suara langkah kaki yang membuat tanahnya bergetar cukup keras. Keduanya langsung menatap ke arah sumber suara dan tak lama kemudian, muncul seekor beruang besar yang datang menghampiri dengan beberapa hewan-hewan buas lainnya.
”Putri Qingzhi! Kemari!” seru Tao Sonyun yang langsung menarik Shu Qingzhi ke samping dan menghindari gerombolan hewan-hewan buas yang sedang menuju kemari. Akan tetapi, hewan-hewan buas itu tak menyerang keduanya melainkan mereka terus berjalan menuju tempat yang mereka tinggali tadi.
”Tidak mungkin sesuatu yang buruk terjadi di sana kan?” gumam Tao Sonyun yang mampu didengar oleh Shu Qingzhi karena saat ini, keduanya saling berdekatan.
__ADS_1
Pada saat yang sama, Shu Qingzhi langsung mendorong wajah Tao Sonyun dari hadapannya dan berjalan menuju jejak kaki yang terlihat ramai. ”... Kita melupakan Tuan penyihir. Dia mungkin sedang berada di sana.” ucap Shu Qingzhi yang langsung mengalihkan perhatiannya ke depan.
”Kau bermaksud untuk pergi ke sana? Lalu, bagaimana dengan hewan-hewan buas tadi? Kau mungkin tak akan bisa mengalahkan mereka semua.” ucap Tao Sonyun.
Shu Qingzhi terdiam beberapa saat dan berkata, ”Aku bisa menjaga diriku sendiri.” ucapnya sambil mengeluarkan sebuah pisau belati yang tersimpan di balik jubahnya. ”Hanya aku yang ingin pergi. Kau tidak perlu melakukannya.” setelah itu, Shu Qingzhi segera berlari pergi mengikuti jejak besar yang sedang menuju suatu tempat.
Tao Sonyun yang melihatnya tampak cemas. Ia mengepalkan tangannya karena takut gemetar ketika ia melihat semua itu. ”Apa yang harus kulakukan? Dia benar-benar pergi dan apakah aku bisa berdiam saja di sini?” gumamnya.
Di waktu yang bersamaan, beberapa serigala tampak sedang menggigit kedua bahu dan lengan Shangguan Wei yang hanya bisa terdiam di posisinya yang sama. Kedua kakinya dipaksa untuk berlutut sedangkan, di pinggangnya saat ini sudah ada seekor ular besar yang sedang melilitnya.
”Ada apa, Yang Mulia? Mengapa kau tidak menyerangku sama sekali?” tanya Zhongyuan. ”... Lihatlah dirimu! Kau terluka sangat parah dan anak manusia itu tidak datang untuk membantumu.”
Shangguan Wei tersenyum seringai dan berkata, ”Aku tak habis pikir. Sia-sia saja bertarung denganmu. Jika aku ingin kau mati, mungkin saja aku bisa menyelesaikannya dalam sekali serang.”
Zhongyuan tertawa lepas. Ia meletakkan kakinya di atas pundak Shangguan Wei dan berkata, ”Jangan bilang kalau kau tidak ingin anak itu melihat sisi tergelapmu? Raja naga yang kejam dan tegas, berubah menjadi Raja naga yang lembut dan memiliki hati sama seperti manusia. Yang mulia tak pernah berpikir kalau Yang Mulia sendiri bukanlah manusia tapi, malah menyukai seorang anak manusia? Haah, benar-benar hal yang sia-sia.” ucapnya diakhiri senyum seringai.
Shangguan Wei terdiam selama beberapa saat dan kemudian bertanya, ”Memangnya aku tak pantas mendapatkan itu semua?”
__ADS_1
Lalu, sedetik kemudian muncul sebuah kilatan putih yang langsung membelah tubuh serigala yang sedang menggigit bahunya. Kejadian itu, membuat keduanya tampak terkejut dan langsung menoleh ke arah suara tersebut. Dan mereka pun tampak terkejut setelah tahu bahwa orang yang telah membunuh satu serigala yang ada di belakang mereka adalah Shu Qingzhi yang hanya ditemani dengan pisau belati miliknya.