
"Ck serius kamprett..beneran cuma di kasih senyum doang gitu bisa jinak?" kata si anak mamih dengan tatapan mata menuntut penjelasan Vanessa.
"Boleh nggak sih mampussin sahabat sendiri kalau boleh rasanya pengin banget gue mampussin si anak kunyuk satu ini..hanya dengan senyum menawan gue nih tuh anjiiiing udah nurut ama guehh Frizzi,ya mungkin si anjiiiing yang ngeliat gue bagaikan bidadari jadi nggak tega guru kalau mau nyakitin gue" kaya si Vanessa dengan gaya nya yang sok iyes.
Sumpah demi apapun saat ini si Frizzi sedang menahan diri agar tidak mencekikk si Vanessa karena dia benar-benar mual mendengar ocehan tak berbobot nya jadi alhasil jari si Frizzi itu mendarat di bibir dan pipi nya si pria jadi-jadian itu alias ngelap noda coklat yang nempel di bibir dan pipi nya.
Ampun gustiiiii..si Vanessa emang bener-bener udah kaya bayi makan nya belepotan.
"Yakin lu nggak pake jampi-jampi gitu?" tanya si anak mamih itu dengan masih sangat kepo.
"Ampun deh anak satu ini.. lama-lama gue balado juga elu ya..lu pikir gue dukun main jampi-jampi segala hah..imut gini juga,emang bangkeee lu" kesal Vanessa akhirnya menonyor kepala si anak mamih itu dengan sedikit kekuatan nya hanya 1 persen lah.
"Dih sok iyes lu..imut kalo di liat dari sedotan tungau" kata Frizzi sambil menyumpalkan tisu bekas pada mulut si Vanessa.
"Anjiing lu nyuk.. sialannnn lu pikir gue tempat sampah apa" kesal Vanessa yang kini mulai menggeplak kepala berfitrah nya si anak mamih.
"Makanya gak usah sok imut di depan gue monyett..gak ada efeknya yang ada gue mual ngeliat muka elu" kata Frizzi sambil melempar remah-remahan kue di piring ke arah Vanessa.
"Liat aja ya,awas kalo lu nanti naksir sama gueh..hahhaa gueh tolak mentah-mentah lu..kunyuk" kata Vanessa sambil ngakak tanpa beban.
Mungkin saking kesal nya si anak mamih itu hingga dia ambil satu lembah tisu untuk melap meja bekas tumpahan air sirup marijan lalu dengan semangat nya dia sumpal lagi tisu itu ke mulut si Vanessa.
"FRIZZI SIALANNNN" dan teriakan si tomboy pun kini terdengar di kamar itu dan hanya ditertawakan oleh si anak mamih.
#
Sementara itu di sebuah tempat yang di yakini bukan alam manusia melainkan antara dunia dan alam lain kini tengah berdiri sesosok pria tampan nan rupawan ya bisa di bilang lelaki sempurna bahkan to good to be true.
Lelaki tampan itu kini tengah menatap sebuah kaca besar seperti hologram yang kini sedang menampilkan kegiatan atau aktivitas di dunia manusia..jari tangan nya mengetuk-ngetuk meja dimana kaca hologram itu terpampang.
"Hmmm..lumayan juga" gumam nya sambil matanya yang tak berkedip memandangi wajah seorang wanita yang tak seperti wanita kebanyakan yang anggun dan lembut.
__ADS_1
Wanita yang tengah dia amati itu tomboy bahkan tak ada kesan elegan atau feminim nya sama sekali..lebih dari dua pekan ini sosok tampan itu mempelajari kegiatan atau aktivitas si wanita tomboi yang tengah dia amati tersebut.
Semua yang berkaitan dengan gadis tomboy itu sudah dia amati dan lihat.
Mungkin juga saat si gadis tomboy itu sedang mandi atau kegiatan lain di kamar mandi misal nya buang hajat..entah lah karena sosok tampan itu hanya menyeringai misterius tanpa ada yang bisa membaca pikiran nya.
"Permisi tuan..apakah anda membutuhkan sesuatu yang lain nya?" tanya seseorang yang tiba-tiba muncul dari arah belakang si sosok tampan itu.
Si sosok tampan itu hanya melirik dengan ekor mata nya lalu berkata.
"Tidak,semua sudah ku tulis di memoku Firem..apa kau sudah mempersiapkan nya?" kata si sosok tampan itu tanpa menoleh.
"Sudah semua tuan..kapanpun anda butuh" kata sang pelayan Firem dengan sopan.
"Aku suka cara kerja mu..bagus Firem, pergilah sebentar lagi aku akan bergabung" ujar si tampan sambil mengibaskan tangan nya tanda untuk si Firem keluar.
"Baik tuan.. permisi" setelah membungkuk sebentar lalu dia pun berbalik untuk meninggalkan tempat itu.
"Vanessa Gloverzcen..wait of me" gumam nya tersenyum miring lalu dia melibaskan tangan nya dan dalam sekejap cermin hologram itu pun hilang dari pandangan nya.
#
Srreettttt....
"Arkshhhh" ringis Vanessa saat merasakan nyut-nyutan di lengan kanan nya.
"Ness..kenapa you ok?" tanya Marina lalu menoleh ke arah sahabat nya Vanessa yang tengah meringis kesakitan sambil mengusap lengan nya.
"Nggak tau kenapa tiba-tiba lenganku kaya di sayat..ssshh nyut-nyutan" jawab Vanessa sambil menyingkap baju milik nya di bagian lengan sedikit keatas.
Kedua nya melotot tak percaya dengan apa yang mereka lihat..Marina membekap mulut nya agar tidak berteriak karena terkejut melihat sebuah goresan merah kebiruan di lengan kanan sahabat nya.
__ADS_1
"Nesss,kamu terluka loh" pekik Marina dengan suara tertahan dengan mata menatap Vanessa dengan iba sekaligus kasihan pada Vanessa.
"Marina,Vaness..ada apa?" tanya seorang guru yang sedang mengajar di kelas mereka dengan suara yang aduhai bak toa masjid sampai kelas sebelah pun terkena dampak nya.
Kedua nya baru tersadar jika mereka sedang berada di kelas dan sedang ada guru juga..ya memang ini kesalahan mereka berdua yang tiba-tiba heboh sendiri karena luka yang tiba-tiba muncul di lengan Vanessa.
Siapa pun juga akan melakukan hal serupa seperti Marina dan Vanessa jika menemukan luka aneh yang tiba-tiba muncul.. padahal sebelumnya Vanessa sedang duduk mencatat pelajaran dari guru dan dia juga tidak menyenggol atau tersenggol apapun.
Tidak lucu kan kalau lengan baju nya yang menyebabkan goresan itu.. impossible guy's.
Luka yang Vanessa alami seperti tergores pisau atau benda tajam lain nya namun belum sampai berdarah dan hanya menimbulkan sensasi nyut-nyutan dan juga nyeri.
"I..itu Bu..emm Vaness terluka" kata Marina dengan lembut menatap Vanessa dengan tatapan kasihan dan khawatir karena menahan nyeri di lengan nya.
"Apa perlu ke UKS saja Ness?" tanya si bu guru menatap Vanessa setelah dia menghampiri kedua nya.
"Nggak usah bu..ini nggak berdarah kok cuma nyut-nyutan aja dan tadi kami cuma kaget aja" tolak Vanessa dengan senyum pellet nya pada si Bu guru killer itu.
"Kamu yakin tidak mengganggu pelajaran?" tanya Bu guru memastikan dengan gaya nya yang bak guru killer ter killer.
"Iya Bu,nggak usah" kata Vanessa sambil tersenyum manis dan di sambut senyuman oleh si guru killer itu lalu si guru pun meninggalkan kursi Vanessa untuk lanjut mengajar lagi.
Sedangkan si Marina hanya menatap iba pada sahabat nya dan juga menyayangkan sikap Vanessa yang menolak ke UKS.
..
..
Jam istirahat pun tiba..Marina menarik Vanessa ke UKS untuk membantu si sohib nya mengobati luka goresan itu..dia sangat khawatir melihat luka yang sudah menggembung seperti ada air nya.
"Ashhh sakit bestie" kata Vanessa sedikit lebay sih ekspresi nya.
__ADS_1
"Maaf Ness.. Aku pelan-pelan" kata Marina menatap Vanessa yang meringis karena terkena Betadine atau cairan anti septik yang di oleskan oleh nya.
"It's ok bestie..tenang aja" balas Vanessa sambil tersenyum pada sang sahabat yang tampak begitu khawatir.