
"Shittt..fu''ck you bastard" kini Zean memberikan tatapan tajam ke arah Zargas yang masih berdiri dengan anteng dengan senyum penuh arti ke arah Zean.
Brughhhh....
Tanpa di duga whiteboard di depan kelas yang tepat berada di belakang Zargas bagaikan terkena cabikan binatang buas bersamaan dengan Zargas yang sedikit miring kepala nya seperti sedang menghindari sesuatu.
Semua siswa terkejut di buat nya..mereka terkejut karena merasa aneh dengan papan yang bagaikan tercabik binatang buas secara ajaib..bahkan kepala sekolah dan wali kelas pun ikut menjerit menyaksikan kejadian itu.
Namun aneh nya,Zargas malah tampak melebarkan senyumnya hingga membuat mabuk ungu gelap nya tersembunyi pada kelopak netra nya.. benar-benar bisa di bayangkan bukan bagaimana palsu nya senyum itu.
Sejak tadi Vanessa hanya menatap kedua pria itu bergantian..dia bisa melihat tatapan ingin saling membunuh dari kedua nya..dia juga merasa bahwa luka di pipi Zean bukan kah akibat serpihan dari papan yang sudah hancur tercabik itu.
Tampak Zargas kini mulai berjalan menuju bangku yang berada di deretan belakang yang kosong..semua mata kini hanya tertuju pada Zargas sudah anak baru yang tengah berjalan menuju bangku milik nya.
Kringggg...
Dan bunyi bel istirahat pun berbunyi..kepala sekolah pun pamit kembali ke ruangan nya sedangkan para murid kini langsung menyerbu bangku dimana Zargas tengah duduk..semua nya ingin menyentuh pria tampan yang kini hanya bisa terkekeh menatap ke arah samping,depan,belakang bahkan di sebelah kolong meja.
"Hay tampan,kau sangat tampan apa sudah punya pacar?"
"Belum manis" jawab Zargas santai.
"Awww kamu kiyut banget sih"
"Kiyut,masa sih?" dan Zargas masih meladeni para siswi yang masih mengerubungi nya.
"Tampan apa boleh main ke rumah mu?"
"Boleh dong" jawab Zargas sambil mengerlingkan mata nya.
"Rumah nya dimana?"
__ADS_1
"Di hatimu" jawab nya sambil tersenyum genit.
"Aaaaaa Zargas kamu kok gombal sih..ishhh"
"Haha astaga,kenapa malah di cubit aku nya" pria itu kini memegangi pipi nya yang baru saja mendapatkan salam kenal dalam bentuk cubitan.
"Ishhh abis nya Zargas genit"
"Tapi kamu suka kan,sayang?" dan masih saja si Zargas memberikan jawaban menggoda pada siswi tadi.
"Kyaaaaaa...Zargas playboy deh"
"Masa sih..kalau aku playboy berarti kalian semua jadi pacar ku,mau nggak?" jawab si Zargas sambil mengerlingkan mata nya.
"Kyaaaaaa mauuu" jawab semua siswi yang ada di sana dan membuat Zargas makin terkekeh.
Tampak sekali Vanessa tidak suka dengan adegan di belakang..dia risih.
Sedangkan Zean yang di sindir memilih acuh dan cuek tak peduli..dia memilih ke UKS untuk mengobati luka di pipi nya.. perhatian semua siswa sedang terjatuh pada Zargas pria yang lebih lembut dan hangat tak seperti nya yang dingin.
Para siswi juga menganggap lebih mudah berkomunikasi dengan Zargas daripada dengan Zean..sedangkan Zargas hanya melirik kecil sewaktu Zean lewat di sebelah nya lalu menyeringai.
"Eh tumben si bule siallan itu nggak nyolot,apa dia udah ngerasa yang namanya tau diri ya" ujar Vanessa.
"Hishh udah lah yuk ke kantin" ajak Marina sambil mengalihkan perhatian Vanessa agar tidak terusik oleh Zean.
"Haishh bestiku ini emang the best..ayok ah" kata Vanessa tersenyum cerah lalu mengapit lengan Marina untuk keluar dari kelas menuju kantin.
Kepergian mereka diiringi tatapan diam-diam dari Zargas..siapa sebenarnya Zargas..kenapa dia membuat Zean kesal dan marah..kenapa rasa nya mereka sudah bermusuhan sejak awal atau dia adalah saingan si Zean.
Yang lebih penting dari itu semua adalah,kenapa sewaktu Zean menyerang Vanessa melalui luka di lengan nya,Zargas seolah sedang membalas nya lewat goresan di pipi Zean..apakah Zargas sedang membela Vanessa ataukah dia melakukan itu untuk Vanessa,atau mungkin dia hanya ingin membuat Zean merasa kesal saja.
__ADS_1
Apakah nanti nya dia juga akan sama berbahayanya untuk Vanessa seperti Zean,atau justru dia lah yang menjadi penolong untuk Vanessa.
#
#
Tak terasa seminggu telah berlaku dan selama itu juga aura pertikaian terus tercipta di antara Zean dan Zargas..mulai dari yang kasat mata hingga real dan mereka lebih mirip kucing dan anjiiiing yang tak bisa akur.
Kadang mereka juga harus di lerai karena lebih sering Zean yang kehabisan stok sabar nya..bahkan kadang mereka menjadi bahan tontonan anak-anak yang melihat mereka saat sedang berkelahi di taman belakang sekolah sebelum akhirnya di seret oleh guru BP.
Hampir setiap hari Zean dan Zargas selalu berkelahi dan berselisih..dalam hal apapun bahkan setelah apapun mereka tetap bertikai dan berselisih hingga pada akhirnya para guru memutuskan untuk memindahkan Zean ke kelas lain.
Tentu hal itu tidak bisa di terima begitu saja oleh Zean,meski kedua nya sudah di pisahkan antara kelas nya tapi tetap saja kedua nya masih berkelahi di luar kelas..kadang Zean yang babak belur namun kadang juga Zargas yang penuh lebam.
Benar-benar permusuhan yang aneh..alasan mengapa kedua nya saling memercik api pertikaian saja tidak ada yang tau hanya kedua nya yang tau..meski desas desus yang beredar jika mereka bertikai karena ingin bersaing menjadi idola nomor satu di sekolah.
Apakah kedua nya sedangkal itu pemikiran nya..astaga tapi mereka berdua tak mengelak jika di tanyai dan membenarkan pernyataan itu..banyak yang berharap agar pertikaian mereka segera di sudahi agar sekolah menaksir aman dan tentram,tapi ada juga yang tetap ingin melihat mereka bertikai ya hanya sekedar untuk kenangan masa remaja.
Jika mereka di tanyai maka mereka akan menjawab tidak seru jika anak lelaki tidak berkelahi..maklum darah muda.
"Haduhhh sebenar nya mereka tuh ngributin apaan sih" ujar Vanessa menimpali gosip pada siswi di dekat bangku nya.
Vanessa penasaran saja dengan pertikaian tak beralasan mereka.. kekanakan sekali bukan jika hanya itu alasan nya..meski begitu dia cukup lega karena tidak harus sekelas lagi dengan Zean bule siallan yang suka memancing emosi nya.
"Nesss apa kamu naksir ya salah satu dari mereka?" tanya salah seorang siswi menyebabkan siswi lain nya berpikiran sama.
"Whattt?" respon Vanessa justru sebaliknya dia tidak terima dengan tuduhan kejam itu.
Dia menatap melotot ke arah siswi tadi seakan ingin menelan nya hidup-hidup.
"Eh mungkin malah dua-duanya" sambar yang lain nya semakin memberikan kertas kering pada api yang kian menyala-nyala.
__ADS_1