QUEEN OF CAMBION

QUEEN OF CAMBION
Ep_20.. Teror


__ADS_3

"Whattt?" respon Vanessa justru sebaliknya dia tidak terima dengan tuduhan kejam itu.


Dia menatap melotot ke arah siswi tadi seakan ingin menelan nya hidup-hidup.


"Eh mungkin malah dua-duanya" sambar yang lain nya semakin memberikan kertas kering pada api yang kian menyala-nyala.


"Hah,emang kalian pada nggak punya ottak" seru Vanessa memilih keluar dari kelas daj di ikuti oleh Marina yang memang selalu setia di samping Vanessa apalagi jika sedang marah begini.


"Udah jangan di tanggepin omongan mereka" kata Marina menenangkan Vanessa karena dia tak mau Vanessa marah-marah lagi.


"He'em bestie..don't worry about me" balas Vanessa sambil mengeratkan kaitan lengan mereka.


Saat mereka sedang berjalan hendak menuju kantin tampak suara seseorang memanggil nama Vanessa dan membuat kedua nya berhenti lalu menoleh.


"Vanessa" panggil Zargas yang tiba-tiba menyapa Vanessa dan membuat kedua gadis itu kebingungan.


Pria tampan berdarah cina itu kini sudah muncul di depan Vanessa..lengkap dengan senyum lebar sehangat mentari pagi yang begitu terlihat ramah.


"Ada apa?" tanya Vanessa datar.


"Boleh kita ngobrol?" pinta Zargas tanpa malu bahkan mata nya kini berbinar menatap wajah Vanessa.


"Dih, ogah" jawab Vanessa singkat.


"Huaaaa aku di tolak Vanessa" kini bahkan Zargas bertingkah layak nya anak kecil yang kehilangan permen nya..anjayyy geli sendiri Vanessa.

__ADS_1


"Ishhh Nessa jangan gitu..keliatan nya Zargas baik kok ya kan?" mata bulat nan cemerlang Marina mengarah ke Zargas seakan dia ingin menegaskan bahwa persepsi nya benar.


Dan langsung di angguki oleh Zargas dengan suara deheman nya yang di buat seimut mungkin.


"Idih,alay banget sih lu" balas Vanessa masih bersikap sama tak berubah.


Meski banyak yang terpesona oleh ketampanan kedua idola itu,tapi tidak mampu memberikan efek apapun pada Vanessa..selain kekesalan nya jika sedang membahas mengenai Zean karena Zean sering sekali membuat nya emosi.


"Vanessa please dengerin tuh apa kata Marina..aku kan bukan orang jahat,sumpah berani di sambar Marina deh..hehe" ujar nya lalu menyadari jika tatapan Vanessa tidak bersahabat dan segera mengelak.


"Bercanda Ness" lanjut nya menyengir.


"Dengerin gue ya..kalau gue ngobrol sama elu nanti yang ada malah fans lu pada ngajak ribut sama gue..sampel sini paham?" jelas Vanessa yang mulai kehabisan stok sabar menghadapi Zargas.


Sementara itu dari kejauhan tampak Zean tengah menatap ke arah mereka bertiga..rupa nya jelas Sean juga mendapat jam kosong terbukti dengan kemunculan Zean yang kini tengah menatap tajam ke arah Vanessa yang agak jauh dari nya.


Tapi dia tidak boleh gegabah..kali ini perburuan nya bahkan di campuri oleh kehadiran sosok yang tak dua harapkan..jika di perburuan nya yang dulu, Zean bisa dengan leluasa melakukan semua musisi tanpa ada gangguan tapi untuk kali ini dia bahkan kesulitan hanya untuk sekedar main-main dengan Vanessa.


Zean memang sejak dulu tidak langsung mengekspresikan buruan nya karena tidak seru..dia lebih suka bermain-main dulu membuat snag target putus asah sebelum akhirnya dia habisi.


Sekarang tampak Vanessa berjalan hendak menuju kantin, kesempatan ini Zean gunakan untuk menggerakan sedikit jari nya ke arah atas di mana tampak sebuah pot tepat dibatas kepala Vanessa.


Sekolah itu memang di bangun dengan dua lantai..lantai atas untuk tempat teater atau ekskul lain nya sedangkan yang bawah untuk kelas 1 sampai kelas tiga.


"Vanessa awasssss" dengan segera Zargas menarik tubuh ramping Vanessa dan memeluk nya hingga terdengar suara pecahan pot keramik tepat di belakang Vanessa.

__ADS_1


Pranggggg....


Tampak semua murid yang ada di sana menoleh ke sumber suara..bahkan ada yang memekik karena terkejut.


"Apa kalian tidak apa-apa?" tanya salah seorang siswa dari atas yang memang kebetulan sedang mengobrol dengan salah seorang guru saat suara pecahan pot itu jatuh.


Dia hanya ingin memastikan apakah ada yang terluka atau tidak atas insiden jatuh nya pot bunga yang entah bagaimana bisa..mungkin angin kencang.


Zargas yang tau bahwa itu ulah Zean kini menatapnya tajam ke arah Zean dan hendak melakukan serangan balasan namun teralihkan oleh suara dari kakak kelas yang tadi bertanya pada mereka.


"Kami baik-baik saja,jangan khawatir" balas Zargas menanggapi pertanyaan kakak kelas tadi sambil masih memeluk Vanessa yang kini masih gemetaran.


Vanessa masih tampak syok,dia bahkan tidak mengira bahwa nyaris saja kepala nya pecah gara-gara kejatuhan pot keramik yang bisa di bilang ukuran nya cukup besar dan bisa saja membuat nya masuk UGD.


Beruntung dia selamat..dia bersyukur dan mengusap kepala nya yang ternyata masih utuh tak kurang satu apapun.


"Ness,you ok?" tanya Marina yang ikut merasa syok atas apa yang hampir saja menimpa Vanessa.


Pot keramik itu jatuh di dekat nya bahkan serpihan nya mencuat mengenai betis nya meski tidak sampai membuat betis nya terluka dan berdarah..sementara itu Vanessa masih berdebar-debar saking syok nya bahkan kaki nya gemetar dan lutut nya sedikit lemas..nyawa nya terselamatkan dan kepala nya masih utuh juga otak nya tidak perlu mengalami kelainan.


Butuh beberapa saat sampai dia bisa mengendalikan dirinya untuk menyadari posisi nya yang masih dalam dekapan Zargas.


"Ma..maaf" ujar nya lekas melepaskan pelukan itu dan berganti masuk kedalam pelukan bestie nya yaitu Marina.


Meski kadang Vanessa terkesan galak dan garang tapi dia juga masih seorang wanita yang memiliki ketakutan dan juga keterkejutan.. Zargas juga ikut kembali ke kelas bersama Vanessa dan Marina,karena dia tau bahwa tadi adalah ulah Zean maka dari itu dia bertekad untuk mengikuti kemanapun Vanessa pergi agar Zean tidak bisa bertindak seenak nya lagi.

__ADS_1


Dia kecewa pada diri nya karena kecolongan dan mengakibatkan hal tak terduga..padahal biasa nya dengan mudah nya dia bisa merasakan getaran kekuatan Zean jika Zean akan menyerang Vanessa dan dia juga selalu bisa menangkis nya.


__ADS_2