
Marina pun mulai mengambil kertas jawaban yang ada di tangan Vaness dan melihat apa yang dikata
sahabat nya itu dan berkata.
"Loh kok bisa kosong gini Ness,bahkan cuma sisa nama kamu aja ishh bener-bener aneh Ness" ujar Marina sendiri yang ikut menjadi bingung.
Sementara itu para murid-murid yang lain nya kini sudah mulai maju untuk menyerahkan kertas tugas mereka masing-masing pada guru di depan.
"Hey girs's ada apa sih,kok keliatan nya pada bingung gini?" tanya Zargas yang kini sudah duduk di bangku depan Vanessa dan mulai
menolehkan tubuh nya ke belakang.
"Ini loh Ar,kertas jawaban punya Vaness secara jadi kosong gini padahal kita udah ngerjain bareng kemarin" ujar Marina menceritakan masalah yang sahabat nya alami.
Zargas pun menyempatkan beberapa detik untuk sedikit melirik ke arah Zean yang ada di kursi nya dan sedang bertingkah layak nya tak berdosa.
__ADS_1
Yang dilirik hanya memutar bola mata nya dengan sikap mengejek ke arah Zargas, Zargas pun sedikit menggeram dalam hati.dengan segera Zargas pun mulai melepaskan kekuatan nya hanya dalam skala yang kecil saja dan itu mengakibatkan hidung si tuan tak tau diri mulai berdarah secara tiba-tiba.
Tentu saja hal itu membuat si Zean menggeram menahan marah.andai saja tidak ada para penjaga mungkin dia sudah habis-habisan menghajar Zargas dengan sesuka hati nya menggunakan kekuatan besarnya.
"Oh,gini aja mending pakai aja kertas ku aja nih" saran Zargas dengan serta merta dan suka rela menyodorkan kertas tugas milik nya ke meja di depan Vanessa.
Tampak terlihat tulisan yang sangat acak-acakan di sana dan hal itu membuat dua gadis di depan nya itu mengernyit kan dahi dan menatap bingung ke arah Zargas.
"Ishh,udah ah jangan sok baik gini ke gue?" tampik Vanessa tak mau menerima kertas jawaban milik Zargas.
"Kamu kenapa sih Ness kok keliatan nya takut banget gitu nerima kebaikan dari aku,padahal kan niat aku baik mau bantuin kamu" ujar Zargas yang kini mulai berusaha untuk menampilkan wajah memelas nya sebaik mungkin,siapa tau kan si Vanessa bisa luluh gitu ya walau itu udah bagaikan menggapai bulan.
"Ck,udah deh,gak usah lebay loe" kata Vanessa dengan mengibaskan tangan nya.
"Kebetulan aku semalem udah bikin dua kopian tugas nya.kan gak masalah gitu kalo yang satu aku kasih ke kamu Ness lagian daripada gak didmanfaatin kan?" kata Zargas dengan mengulurkan kembali kertas tugas nya pada si tuan putri nya.
__ADS_1
"Udah lah Ness,terima aja yah please" dan Marina pun ikut membujuk bestie nya agar mau menerima bantuan dari Zargas.
"Ayo siapa lagi yang belum mengumpulkan tugas nya,cepat ya" dan kini sudah mulai terdengar suara guru di kelas itu yang sangat
membahana dan menyentak lamunan Vanessa
Vanessa masih termenung keheranan soal raib nya tulisan yang dia buat dari kertas nya.
"Ayolah Ness" bujuk Zargas dan juga Marina secara bergantian.
"Hishhh iya iya,dasar emang kalian berdua tuh sama-sama bawelnya" kesal Vanessa dengan kepala yang bersungut-sungut kemudian Vanessa pun mulai meraih kertas di tangan Zargas dan maju kedepan
bersama Marina,lalu diikuti dengan si idola yang kini tengah tersenyum dengan puas nya.
Tak lupa juga Zargas berikan lirikan maut nya dulu ke arah Zean yang hanya memandang nya dengan begitu tajam.
__ADS_1