QUEEN OF CAMBION

QUEEN OF CAMBION
Ep_15..Aura Permusuhan.


__ADS_3

"Iya bestie..ini aneh kan maksud mu..padahal aku gak nyenggol apapun dan tiba-tiba nih luka udah ada aja..gak logis banget kan?" jelas Vanessa semakin meyakinkan Marina dan di angguki oleh si Marina.


"Apalagi saat aku liat ke arah si Zean,kamu tau bestie..dia menyeringai ke arahku,bukan kah ini pertemuan perdana kami" lanjut Vaness sambil mencomot gorengan yang Marina pesan tadi.


"Nesss, kamu lagi nggak demam kan gara-gara luka itu..masa iya sih Zean anak baru itu kaya gitu?" kini Marina menatap heran pada Vanessa karena otak lugu nya belum sampai pada apa yang Vanessa sampaikan.


"Ish bestie..kamu pikir aku udah nggak waras apa.. Aku masih sadar dan pokoknya perasaan ku tuh kaya gitu..dia emang aneh" kata Vanessa mengangguk mantap kekeh dengan asumsi nya.


"Baiklah kalau emang kaya gitu..nanti kita obatin lagi luka mu takutnya infeksi" kata Marina sambil tersenyum manis bermaksud menenangkan si tomboy yang masih emosi seperti nya.


Meski apapun yang Vanessa katakan pasti Marina akan selalu percaya pada nya,tapi untuk kali ini dia agak kurang gimana gitu dengan pendapat Vanessa mengenai Zean.


Setelah puas dari kantin dan menghabiskan gorengan sepiring,kini Marina dan Vanessa menuju UKS..Marina mulai membuka perban di lengan Vanessa,saat perban itu di buka mereka terkejut sekaligus ngeri dengan penampakan luka di lengan Vanessa.


Bukan karena apa,tapi karena luka itu kian menggembung seperti terisi cairan dan berubah warna menjadi ungu kegelapan persis seperti air anggur..dengan telaten dan pelan Marina mulai mengolesi salep di bagian pinggir luka Vanessa karena jika di tengah dia takut Vanessa akan berteriak kesakitan..dia mana tega melihat sahabat nya kesakitan begitu.


Setelah nya dengan perlahan Marina mulai menutup luka itu dengan perban yang baru agar tidak ada kuman yang menempel di luka itu dan kalah menimbulkan infeksi.


#


#


Jam pulang sekolah telah selesai..dua wanita beda penampilan itu kini tengah berjalan menuju mobil dimana Marina sudah di tunggu..belum sempat langkah mereka sampai di pintu gerbang tiba-tiba Zean menghalangi jalan Vanessa dan tentu Vanessa tidak terima dengan tingkah si bule siallan itu.


"Anjiing.. maksud lu apa hah?" Vanessa mengumpat Zean dengan wajah penuh amarah.


"Ness,udah ishhh jangan marah" kata Marina berusaha menenangkan Vanessa yang sudah terpancing karena ulah Zean.

__ADS_1


"Why,ada masalah?" tanya Zean dengan wajah sengklek nya seperti mengejek Vanessa.


"Bangkeee lu..jelas salah lah,udah tau gue mau lewat ngapain lu pake motong jalan gue hah..mau ngajak ribut lu hah?" kata Vanessa tak tanggung-tanggung menantang Zean yang hanya menatap santai ke arah nya.


Kini Vanessa tidak perduli lagi dengan asumsi nya yang menyangkut pautkan luka nya dengan Zean..ya meski mustahil dan kemungkinan tidak ada kaitan nya sih..dia hanya sudah muak dengan Zean karena gara-gara Zean, Vanessa di musuhi teman sekelas nya kecuali Marina.


Beruntung sekolah sudah sedikit sepi dan hanya ada beberapa siswa saja.


"Woy Ness..selow broo,jangan gampang marah nanti cepet tua" kata si Reinz sang ketua kelas yang kini menghampiri mereka di dekat gerbang.


Zean hanya menatap biasa dan terkesan santai emosi Vanessa..dia menyipitkan mata nya lalu hak tak terduga kembali terjadi.


Srreettttt....


"Arkshhhh"


Dan lagi luka Vanessa kembali berdenyut..Vanessa meringis saat luka nya kembali terasa sakit lalu dia menatap ke arah Zean yang kini tengah menyeringai menatap nya.


Bughhhh...


Vanessa menonjol Zean dengan keras hingga Zean terhuyung ke belakang karena Vanessa menonjol bagian bibir Zean.


"Vanesss,gila lu ya..jangan main kasar Ness" tegur Reinz dengan segera menahan Vanessa yang seperti nya kalap untuk kali ini di tambah darah yang keluar dari bibir Zean karena mungkin bibir pria itu pecah akibat tonjokan dari Vanessa.


Jangan lihat body nya Vanesa..meski body nya nggak banget tapi tenaga nya kuat seperti Samson..dia sempat belajar beladiri dengan Frizzi bersama-sama sebelum memasuki sekolah menengah atas.


"Denger ya bule siallan,kalau elu masih kaya gitu lagi gue gak akan segan-segan ngancurin muka jelek lu itu..cuihh,yok bestie lama-lama di sini enek juga" kata Vanessa sambil menunjuk ke arah wajah Zean lalu menarik Marina menuju mobil.

__ADS_1


Mereka keluar dari gerbang dan menuju mobil yang memang sudah sejak tadi menunggu kedatangan kedua nya..Vanessa menarik Marina manusia kedalam mobil tanpa permisi seakan belum sadar kalau mobil itu milik si bidadari nirwana.


"Zean,lo nggak apa-apa..maafin Vanesss dia emang gitu anak nya" tanya Reinz sambil mengamati luka di bibir si Zean anak baru.


"It's ok santai aja..ini nggak ada apa-apa nya" balas Zean dengan suara datar nya.


"Hah"


Setelah nya Zean meninggalkan Reinz yang masih terbengong melihat reaksi nya sebegitu santai nya..Zean memilih mengambil motor sport milik nya lalu membelah jalanan menuju apartemen nya.


'Siaallan,berani nya si anak setan itu menyentuh makhluk suci seperti ku.. baiklah lihat nanti pembalasan apa yang akan ku berikan untuk nya..akan ku buat dia memohon merangkak di kaki ku' batin Zean kini bergejolak tidak terima karena di sentuh oleh tangan kotor anak setan itu.


Wajah nya benar-benar murka..dia menggeram sambil menaikan laju kecepatan motor sport milik nya..dia benar-benar emosi dan tidak terima atas apa yang dia dapatkan dari Vanessa tadi.. itu benar-benar menginjak harga diri nya,dan bagaimana jika kaum nya tau bahwa dia telah di permalukan begitu apalagi oleh anak setan itu.


Harga diri nya benar-benar terluka oleh Vanessa.. ingin sekali dia mengamuk karena dia merasa tindakan Vanessa telah melecehkan harga diri nya sebagai makhluk suci.


'Lebih baik aku pulang ke apartemen saja,pasti LiBird sudah menunggu ku" batin Zean mencoba menenangkan diri nya dan mengendalikan emosi nya agar tidak kelepasan dan malah bisa berbuat hal yang konyol.


Hal konyol yang di maksud adalah membunuh orang yang tak bersalah atau menyakiti seseorang misalnya.


#


#


"LiBird" panggil Zean setelah dia sampai di apartemen nya.


Zean sudah terbiasa dengan dunia manusia dia sudah tau apa saja yang harus dia lakukan,dunia manusia bukan lagi tempat asing bagi nya termasuk menyewa apartemen yang harga nya selangit sekalipun Zean mampu.

__ADS_1


Zean juga tak perlu repot-repot untuk melakukan sesuatu mengenai apartemen nya karena dia sudah memasrahkan hal itu pada LiBird dan manager apartemen..dia tak mau repot.


"Saya tuan" jawab LiBird yang baru datang dari arah dapur dan mendekati Zean.


__ADS_2