QUEEN OF CAMBION

QUEEN OF CAMBION
Ep_16..Semakin Nyeri.


__ADS_3

Zean sudah terbiasa dengan dunia manusia dia sudah tau apa saja yang harus dia lakukan,dunia manusia bukan lagi tempat asing bagi nya termasuk menyewa apartemen yang harga nya selangit sekalipun Zean mampu.


Zean juga tak perlu repot-repot untuk melakukan sesuatu mengenai apartemen nya karena dia sudah memasrahkan hal itu pada LiBird dan manager apartemen..dia tak mau repot.


"Saya tuan" jawab LiBird yang baru datang dari arah dapur dan mendekati Zean.


Zean memberikan tas dan segala sesuatu nya pada LiBird yang mana langsung di terima dengan patuh oleh pria yang kini tengah berpenampilan layak nya paruh baya namun tubuh nya sangat tegap dan kekar.


"Bagaimana perasaan anda tuan setelah menjalankan sekolah untuk pertama kalinya?" tanya LiBird dengan sopan.


"Hufttt..sangat menyebalkan" jawab Zean sambil berjalan menuju ruang tengah yang memiliki luas berbeda dari apartemen lain.


Zean memang sengaja menyewa apartemen yang lebih luas dan lapang karena dia suka dengan kelegaan..dia tak suka tempat sempit jikalau bisa dia membeli lapangan maka dia akan membeli lapangan atau gelora bung Karno mungkin.


Sayang sekali ide gila nya itu di tentang oleh LiBird karena jika menuruti otak gila Zean maka akan menimbulkan kecurigaan terhadap mereka..dan alasan itu pun di terima dengan baik oleh Zean karena memang jika di pikir-pikir lagi benar juga karena bagaimanapun juga dia harus merahasiakan keberadaan nya di dunia manusia,dia tak mau jika kaum nya yang lain malah akan menemukan target buruan nya.


Vanessa adalah target yang sudah lama dia amati..tepat nya hampir satu tahun ini dia sudah melacak keberadaan Vanessa dan mengamati segala sepak terjangnya selama ini..hanya tinggal menunggu saat ulang tahun nya yang ke 17 tahun maka tujuan nya akan berhasil dan membawa kabar baik yang dia dapatkan pada tetua agar dia bisa di pertimbangkan untuk naik ke Nirwana.


Untuk Vanessa,dia hanya target nya yang ke 99 dan target-target yang lain nya sudah berhasil dia atasi dengan begitu mudah nya..dia yakin dia tak butuh banyak upaya untuk mengatasi gadis siallan seperti Vanessa.


Zean hanya membutuhkan Vanessa saja untuk nya agar bisa naik ke Nirvana,tetua di kaum nya mengatakan bahwa Vanessa adalah salah satu eksistensi yang sangat unik maka keberadaan nya sama saja sebanding dengan 2 orang target.


Sungguh membayangkan jika ini adalah sebuah kemudahan untuk nya,jika dia bisa menghabisi Vanessa itu sama saja dia berhasil menghabisi dua anak setan sekaligus dan dia bisa naik ke surga..karena dia sudah menghabisi setidak nya 998 anak setan dan jika dia berhasil menghabisi Vanessa maka genap seribu anak setan berhasil dia habisi.


Dia tidak sabar untuk segera berkumpul dengan ayah nya..dia membayangkan sang ayah akan mengakui kehebatan nya dalam menghabisi seribu anak setan.


"Sebaik nya anda makan dulu tuan,makanan sudah siap" saran LiBird yang kini tengah berdiri di belakang Zean.

__ADS_1


"Baiklah" balas Zean lalu bangkit menuju meja makan.


#


Sedang Vanessa sejak tadi tak berhenti ngedumel sejak mereka masih di mobil hingga sampai di rumah Marina dan kini mereka sedang berada di kamar Marina.


Vanessa masih saja menggerutu dan membicarakan aksi nya tadi setelah memukul Zean hingga berdarah dan pecah bibir nya.


"Kamu liat kan bestie gimana tadi aku menghajar si bule siallan itu..keren kan aku?" kata Vanessa sambil menyeruput es jeruk yang di buatkan ibu Marina.


"Iya Ness,liat kok dan kamu emang keren" balas Marina sambil menyedot minuman nya.


"Hahaha pokoknya aku tuh puas banget bisa nonjok muka ngeselin nya si bule siallan itu" kata Vanessa sambil mencomot satu potong pizza yang memang sudah di sediakan oleh ibu nya Marina.


Vanessa selalu kenyang jika bermain atau berkunjung ke rumah Marina..ingin pindah ke rumah Marina tapi tidak tega dengan opa dan oma nya..nanti dikira durhakim.


"Santai aja bestie..mana ada di antara mereka yang berani sama aku,minta di libas kalau berani" kata Vanessa dengan pede nya.


"Ya udah serah kamu aja tapi aku nggak mau ya kalau sampai kamu kenapa-kenapa" pesan Marina sudah seperti pacar yang khawatir pacar nya terluka.


Asiapppp..lebay.


"Tenang aja bestie" balas Vanessa sambil mencomot potongan pizza yang kesekian hingga mulut nya penuh.


Malam ini Vanessa menginap di rumah Marina karena dia di minta untuk menemani Marina,orangtua Marina ada acara di luar kota untuk beberapa hari dan dengan senang hati Vanessa menyambut keinginan mereka.


Lumayan kan buat ngurangin-ngurangin beban opa dan oma nya.

__ADS_1


Tentu dia juga di inginkan oleh kakek dan nenek nya,tak lupa kakek dan nenek nya juga menitipkan beberapa pakaian juga alat sekolah milik Vanessa agar Vanessa tidak terlalu merepotkan keluarga Marina.


Vanessa berpindah ke balkon kamar Marina..setelah kenyang Vanessa membutuhkan udara segar dan balkon adalah tempat yang pas..jam sudah menunjukkan pukul 21.00 berarti sudah malam dan mereka tidak terasa mengobrol hingga selama itu untung saja mereka sudah mandi lebih dulu.


Di balkon Vanessa merasa lebih nyaman dan tenang..pemandangan nya juga bagus banyak lampu liplop yang terlihat dari kejauhan dan membuat mata Vanessa termanjakan.


"Kau tak bisa lagi lari dariku Vanessa"


Deggg....


"Siapa itu?" kata Vanessa sambil celingukan mencari sumber suara yang sama seperti di sekolah waktu tadi siang.


Fyuhhhhhh


"Anjayyyyy, sialannnn.. bangkeee lu" Vanessa pun lari terbirit-birit masuk kedalam kamar setelah menutup gorden jendela kamar Marina.


Dia tidak perduli jikapun Marina kini menatap nya dengan tanda tanya besar karena dia masuk kedalam kamar dengan mengumpat habis-habisan.


"Ada apa Ness?" tanya Marina yang kebingungan melihat Vanessa.


"ARKSHHHH".


Rasa sakit yang Vanessa rasakan semakin menjadi dan kali ini memang jauh lebih sakit dari tadi saat di sekolah..luka itu benar-benar membuat lengan Vanessa merasa nyeri yang teramat sangat bahkan sampai membuat Vanessa menggigit bibir nya karena sangat sakit.


Melihat Vanessa kesakitan,Marina segera mendekati nya dan mencoba membuka perban di lengan itu..setelah terbuka ternyata luka itu berdarah bahkan sangat banyak terus mengalir keluar dari goresan panjang itu.


Kondisi luka Vanessa memang lumayan membuat mata terpejam ngeri-ngeri gimana gitu,luka nya kian menggembung dan kini pecah jadi darah nya tak kunjung berhenti..dengan sigap Marina mengambil tisu di dekat nya lumayan banyak dan menempelkan tisu itu pada luka milik Vanessa yang kian menganga.

__ADS_1


__ADS_2