
Sekarang malah giliran Zean yang menggeram marah karena dia di anggap anjiiiing yang sedang menggonggong.
"Hey anjiiiing,jangan menggeram nggak jelas nanti tenggorokan sakit" ujar Vanessa tersenyum mengejek ke arah Zean.
"Dasar makhluk murahan..lihat saja nanti apa kau masih bisa tersenyum seperti itu" geram nya menatap tajam ke arah Vanessa.
"Zean..kamu kenapa sih seperti nya benci banget sama Vanessa..emang Vanessa ngapain kamu hah.. dia juga nggak mengusik mu lalu kenapa kau malah mengusik ketenangan Vanessa" sergah Marina sambil menatap ke arah Zean berharap Zean tidak lagi mengusik ketenangan Vanessa sahabat nya.
"Jangan ikut campur urusanku" dengus Zean menatap tajam ke arah Marina dan membuat Marina tersentak kaget.
Tentu hal itu malah membuat Vanessa kian meradang..dia tidak terima bahwa Zean memperlakukan bestie nya sekasar itu..dia saja tidak pernah bersikap seperti itu pada bestie nya.
"Bangsssat emang lo" seru Vanessa hendak bangkit menghajar Zean namun terhalang oleh suara bel.
Ringgggg....
Vanessa pun kembali duduk di kursi nya..dia menekan semua emosi nya karena ini sudah masuk jam pelajaran..dia tak mau membuat masalah..pelajaran pun di mulai saat akan memasuki jam istirahat pertama kelas nya di masuki oleh kepala sekolah dan wali kelas masih setia di sana.
"Selamat siang anak-anak..berhubung kelas kalian lah yang paling sedikit murid nya,maka setiap ada murid baru kelas kalian lah yang akan menampung nya" ujar si Bu kepala sekolah memberikan pengumuman.
__ADS_1
Para siswa kini menanti siapa gerangan siswa baru yang akan bergabung dengan mereka..namun tidak dengan Zean,wajah nya kini mendadak menegang giginya bergemelatuk membuat rahang nya mengeras dan mata nya berubah menjadi merah seperti menahan amarah.
Sedangkan lain hal nya dengan Vanessa dan Marina yang hanya menanggapi pengumuman itu dengan biasa saja,apalagi Vanessa..dia bahkan terkesan acuh karena bagi jya siswa baru itu cuma orang yang memang datang ke kelas nya untuk belajar bersama.
Tidak perlu di ributkan atau heboh satu kelas,dia memang selalu santai menanggapi apapun.
Sedangkan Marina,dia hampir sama dengan Vanessa yang tak terlalu memperdulikan murid baru atau apapun itu..dia sudah memiliki Vanessa saja sudah cukup karena dia hanya ingin mendapatkan nilai yang bisa membanggakan dan dia harus belajar dari Vanessa.
Suasana kelas masih tampak krasak krusuk hingga muncul lah sesosok pria tampan yang mulai memasuki kelas mereka.
"Selamat siang semua nya, perkenalkan saya Zargas" pria tampan nan jangkung di tambah rambut merah tua nya itu tersenyum ramah pada semua siswa setelah kepala sekolah mempersilahkan nya untuk memperkenalkan diri.
Rupa nya daya tarik Zargas adalah senyuman nya..dia tidak sedingin Zean apalagi rambut nya yang berwarna merah terang jelas sekali itu bukan rambut asli nya..sudah bisa di pastikan bahwa rambut itu di cat oleh si pemilik nya dan membuat nya lebih mirip oppa oppa Korea.
"Bestie,kenaoa ya akhir-akhir ini kelas kita jadi banyak kedatangan murid baru,apa nggak ada sekolah lain gitu yang bisa menampung murid baru?" bisik Vanessa.
"Kelas kita kan punya daya tarik ter sendiri Ness..makanya banyak siswa tampan dan cantik yang pengin tinggal di kelas ini bahkan banyak yang mendaftar untuk atau di kelas kita hihi" ujar Marina lebay.
'Cih'
__ADS_1
Terdengar suara berdecih seseorang yang tepat di belakang bangku Vanessa..dua menengok karena dia jelas sekali mendengar suara decihan yang lebih mirip ketidak sukaan dari mulut si bule siallan itu.
"Haha,astaga seperti nya pesona lu udah luntur dan di gantiin sama yang baru..makanya jangan sok kegantengan jadi orang" ujar Vanessa tersenyum mengejek ke arah Zean.
"Tutup mulut mu mahluk menjijikan" ujar nya menggeram tertahan di sertai tatapan tajam yang seakan ingin merobek Vanessa.
"Dasar emang lu bajjingan" kata Vanessa emosi.
Srreettttt...
"Arkshhhh" spontan Vanessa memegangi lengannya yang berdenyut lagi meski tidak sampai mengeluarkan darah namun rasa nya sangat menggigit juga nyeri.
Sringgg...
"Arkshhhh" kini gantian Zean yang mengerang kesakitan sambil memegangi pipi nya yang mengeluarkan darah.
Tampak di pipi Zean segaris luka seperti terkena cakaran atau cutter.
"Shittt..fu''ck you bastard" kini Zean memberikan tatapan tajam ke arah Zargas yang masih berdiri dengan anteng dengan senyum penuh arti ke arah Zean.
__ADS_1
Brughhhh....
Tanpa di duga whiteboard di depan kelas yang tepat berada di belakang Zargas bagaikan terkena cabikan binatang buas bersamaan dengan Zargas yang sedikit miring kepala nya seperti sedang menghindari sesuatu.