
"Iya,dia kemarin nembak aku tapi aku tolak tuh" kata Vanessa lalu kini dia mulai beralih ke es teh milik Marina.
"Kalau nggak salah sih ya,bukan nya dia itu termasuk senior yang ganteng dan paling digilai siswi-siswi di sini,yah..apa kamu nggak nyesel udah nolak dia Ness?" kata Marina yang kali ini menoleh ke arah Vanessa.
Boleh lah sesekali dia menggoda sahabat nya itu.
"Ngapain nyesel?" kata Vanessa santai.
Dan ternyata si tomboy itu masih kekeh juga dengan keteguhan nya.
"Gini ya bidadari ku,kalau kamu emang termasuk salah atau jajaran para fans nya,buat kamu aja gih,aku nggak berminat dan pokoknya aku tuh paling males sama yang cinta-cintaan atau pacaran..Itu hal yang rumit juga rempong, tapi tunggu deh, jangan buat kamu deh,kan kamu nggak boleh sama siapapun kecuali sama aku,hahaha" kata Vanessa membuat Marina mencebik kesal.
Bahkan dengan teganya tangan nya itu masih saja mencomot satu bronis di meja di dekatnya..sebenar nya perut Vanessa itu ada berapa sih kenapa masih muat juga padahal makanan yang dia pesan saja sudah cukup untuk membuat Marina kenyang selama seminggu.
"Haish orang tua ku mah pasti belum ijinin aku buat pacaran Ness, kecuali kalo udah lulus mungkin" kata Marina membiarkan Vanessa mencomot apapun yang dia mau.
"Good, orangtua mu emang the best lah" sahut Vanessa sembari mengunyah bronis di tangan nya tadi.
"Ishhh Nessa,kamu mah..ishh nyembur ke mana-mana tuh bronisnya..jorok ihhh" kata Marina kesal karena di saat mulut Vanessa penuh dia malah ngomong.
"Hahah..kamu gimana sih ini nama nya aku tuh lagi baik,aku tuh bagi-bagi biar rata..hahaha" kata Vanessa masih sambil mengunyah dan tertawa melihat ekspresi Marina.
"Iyuhhh Vaness"
#
__ADS_1
"Oma,opa.. Vaness pulang nih..yuhuuuu" ujar Vanessa saat dia telah sampai di ruang tamu rumah sederhana nya.
Lihat lah bahkan tas yang tadi ada di bahu nya kini telah berpindah entah kemana karena dia hanya melempar asal tas nya itu..sungguh jika saja opa dan oma nya masih muda pasti mereka sudah merantai gadis tomboy itu di pohon kencur belakang rumah.
Rumah yang dia tempati memang lah sederhana bisa di bilang sempit tapi karena kepandaian sang opa tercinta akhir nya rumah itu di bentuk jadi dua lantai..lantai atas khusus untuk para penghuni rumah saja dan lantai bawah ada satu kamar yang di khususkan untuk kamar tamu.
Ya kali siapa tau kan ada yang mau nginep gitu.
"Astaga,cucu siapa sih ini.. pulang-pulang malah main lempar tas sembarangan..ckckck untung Oma dan opa sudah tua kalau tidak sudah Oma rantai kamu di pohon toge" kata oma seraya berdecak karena melihat tingkah cucu kesayangan nya itu yang bahkan masih sempat nya nyengir saat di tegur oleh nya.
"Oma sayang..ini udah jadi kebiasaan jadi kalau aku nggak ngelakuin hal ini nanti kalian bakal kebingungan karena tidak biasa nya melihat aku yang kalem..hehe" kata Vanessa mengelak dengan lembut karena oma nya itu sangat dia sayangi juga opa nya.
"Ck,dasar kamu ya..ada aja alasan nya biar nggak bikin oma jengkel hm..ya sudah sana ganti baju lalu makan Oma udah bikin makanan kesukaan mu" kata sang oma lalu berputar arah dan di ikuti Vanessa dari belakang.
"Oma I love you.. muach" kata Vanessa lebay.
"Hey..awas ya kalau jatah opa di libas juga" kata sang opa yang tiba-tiba muncul seperti hantu dan mengacak-acak rambut nya.
Opa nya itu memang suka sekali kalau mengacak-acak rambut pendek nya itu,tapi dia tidak masalah karena hanya opa nya seorang yang boleh mengacak rambut nya kalau orang lain sudah habis dia sikat.
Kalau Oma nya malah sering sekali mengusap pipi nya..mungkin pipi nya itu halus dan memiliki magnet agar sang Oma selalu mengusap nya..etdahhh magnet apaan lagi..asal kalian tau ya kalau omae Vanessa itu sangat kalem persis seperti Marina sahabat nya.
"Opa sudah pulang..tumben banget cepet pulang nya?" tanya Vanessa sambil menyuapkan makanan yang telah dia aduk sempurna hingga membuat terlihat sangat menggugah selera.
Di sini opa itu bekerja di toko mebel yang ada di kampung nya kalau oma nya hanya tukang jahit kecil-kecilan ya meski begitu kedua nya selalu saja ada rejeki yang datang tanpa di duga..sebenar nya Vanessa sangat ingin membantu kedua orangtua itu tapi apakah daya dia selalu saja di larang agar tidak memikirkan hal lain selain belajar.
__ADS_1
Sebab itu juga Vanessa tidak di bolehkan untuk lompat kelas..dan mengenai perkataan nya pada Marina waktu itu,dia hanya mengarang cerita saja agar tak lagi di cecar pertanyaan selanjutnya.
Toh Marina juga pasti hanya mengiyakan ucapan nya,maklum rada lemot dia.
"Ya ampun kenapa masakan oma selalu enak sih..kan aku jadi pengin nambah lagi nih" kata Vanessa sok memuji padahal dia sangat doyan apapun yang oma nya masak.
Cih penjilat lu Ness.
"Ya ampun cucu siapa sih ini..emang ini udah piring yang ke berapa Ness?" tanya sang oma karena heran melihat nafesu makan snag cucu yang benar-benar tiada dua nya.
Rakus dia oma.
"Mau ke empat oma..hehehe" kata Vanessa sambil nyengir memperlihatkan gigi nya yang terselip cabe di sela-sela nya.
"Astaga..emang nya tadi nggak jajan di kantin Ness?" tanya oma sambil geleng-geleng kepala namun tetap mengambilkan nasi lagi untuk cucu nya itu.
"Jajan ko Oma..banyak malahan.. istirahat pertama sih tadi di traktir Marina tapi pas istirahat ke dua Marina nya di panggil kepala sekolah jadi aku kelaparan oma" kata Vanessa menjelaskan dengan gamblang tanpa di tutup-tutupi.
"Loh uang saku dari opa dan oma apa masih kurang sayang,ko malah jadi di traktir Marina?" tanya sang oma duduk di sebelah Vanessa sambil mengambil kan lauk nya juga dan langsung di sambut antusias oleh cucu rakus nya Vanessa.
"Emm..nggak kurang sih tapi__ishhh apa oma gak suka ya aku makan banyak?" kata Vanessa mengeluarkan jurus maut nya yaitu pasang muka sedih tapi mulut nya tetap menyuap.
"Eh,bukan begitu sayang nya oma..asal kamu tau nak oma justru senang kalau kamu makan banyak dan tumbuh sehat,tapi Oma juga nggak mau kalau kamu sampai merepotkan teman-teman mu soal jajan di sekolah nak..begitu maksud Oma" kata sang Oma menjelaskan dengan lembut sambil mengusap pipi Vanessa yang tampak sisa nasi di sudut nya.
"Ishhh biarin aja oma..itu sebagai bayaran karena aku juga di repotkan oleh mereka" jawab Vanessa dengan mulut penuh makanan.
__ADS_1
"Nih anak ya..telan dulu makanan nya sayang nanti tersedak bagaimana jangan lupa sisakan untuk opa juga lauk nya" kata oma menegur lembut karena Vannessa memang kebiasaan kalau makan selalu begitu.