QUEEN OF CAMBION

QUEEN OF CAMBION
Ep_8..Bahagia Dengan Mereka.


__ADS_3

"Oma ish.. mentang-mentang setan nya nggak tergoda sama oma,Oma malah jadi suka banget ngelamun iya kan opa, hahahaha?" kata Vanessa tertawa dan di ikuti sang suami.


Vanessa berharap dia akan selalu bahagia bersama mereka,oma dan opa nya..hanya mereka yang Vanessa miliki saat ini.


#


"Oma,opa.. Vaness keluar dulu ya..mau kerumah temen" pamit Vanessa yang telah bersiap dengan penampilan nya yang benar-benar seperti pria.


Jika ada yang tidak bisa membedakan Vanessa dengan pria..maka mereka akan salah mengira Vanessa adalah seorang pria..apalagi yang di tambah dada nya yang tak ada apa-apa nya di bandingkan dengan milik Marina.


Dada nya datar bahkan hanya dengan memakai kaos dalam saja tidak akan terlihat karena saking datar nya..tapi bagaimana pun kondisi nya,Vanessa tetap nyaman dengan hal demikian.. Vanessa hanya tidak ingin di pandang remeh oleh siapapun,cukup hanya mereka yang dulu pernah mengejek mau tidak memiliki orangtua.


Jika kalian berpikir bahwa masa kecil nya nyaman dan bahagian,no..kalian salah..mungkin jika nenek dan kakek nya tidak ada maka Vanessa akan merasakan bahwa hidup memang tidak menginginkan nya ada.


Vanessa ingat semua tentang kepahitan yang dia alami semenjak kecil..bahkan Vanessa bisa ingat semua kenangan sejak dirinya masih bayi merah dalam rengkuhan oma nya.


Vanessa bisa mengingat saat dimana Oma dan opa nya harus pindah dari kampung halaman karena orang-orang kampung sangat bernafesu untuk melenyapkan nya..tatapan mereka pada nya bahkan seperti tengah menatap kotoran yang menjijikan.


Apa salah nya,waktu itu dia hanya seorang balita yang tidak tau apapun sebelum nya..kenapa harus dia yang menjadikan korban nya.


Vanessa juga masih ingat saat dirinya pernah di lempari batu yang lumayan besar hampir sekepalan tangan orang dewasa dan membuat kepala nya bocor berdarah sangat banyak..saat itu nenek dan kakek nya sedang sibuk dengan pekerjaan masing-masing.


Setelah tau bahwa Vanessa terluka,Oma nya bahkan sampai menangis semalaman sambil terus memeluk tubuh nya dan opa nya sibuk mengobati luka nya dengan obat seadanya.. beruntung dia bukan lah anak biasa,terbukti luka itu sembuh keesokan harinya tanpa meninggalkan bekas.


Akhirnya karena khawatir dengan keselamatan nya,kakek dan nenek nya memutuskan untuk pindah dari kampung halaman mereka..di tempat yang baru ini lah hidup mereka semakin membaik tentu nya tak ada manusia di sana yang tau tentang masa lalu nya karena yang mereka tau hanyalah,dia kehilangan kedua orangtua nya karena mengalami kecelakaan dan dia hanya di rawat oleh kakek dan nenek nya.

__ADS_1


Dan lebih beruntung nya lagi,kota yang kini mereka tinggali adalah kota yang dimana penduduk nya tidak terlalu memperdulikan kehidupan orang lain atau cuek..maka dari itu lah alasan nenek dan kakek nya nyaman dan memutuskan untuk menetap di kota itu.


"Hey,mau kerumah siapa sih?" tanya sang oma yang melihat dandanan cucu nya itu.


"Biasa oma,ke rumah si Frizzi" jawab Vanessa sambil membenarkan tali sepatu nya yang sedikit kendur.


"Ya sudah tapi jangan malam-malam pulang nya,ingat jam makan malam harus sudah sampai" pesan sang oma dan di angguki oleh Vanessa.


Vanessa melangkah menuju jalan,dia berjalan menuju gang komplek rumah Frizzi berada.. Frizzi adalah sahabat masa kecil Vanessa semenjak dia dan kedua Oma dan opa nya pindah ke kota itu dan menetap di salah satu komplek perumahan di sini, Frizzi lah yang selalu menjadi teman bermain nya.


Frizzi sendiri adalah pria yang baik dan tidak sombong itu n dari pemuda pemudi yang ada di komplek itu..sombong dan belagu.. Frizzi juga tidak alergi untuk bermain dengan Vanessa.


Namun di balik sikapnya yang baik dia juga memiliki kelemahan..dia itu penakut dan sikap penakutnya itu sangat mendarah daging..kadang Vanessa bingung dia pria tapi kenapa penakut lalu fungsi dari belalai yang tergantung di balik celana nya itu apa.


Entah lah yang penting dia dan Frizzi is friend..so no komen aja ya kan.


Tak berapa lama kemudian tampak yang di panggil pun nongol dengan ibu nya sekalian.


"Eh ada Vanessa ya" kata si ibu dari Frizzi.


"Iya tante,sore tante Vena" balas Vanessa sopan pada ibu teman nya itu.


Mereka memang sudah akrab meski sekarang sudah berbeda sekolah.. Frizzi lebih memilih sekolah jurusan otomotif..kata nya sih biar kelihatan macho nya gitu bukan klemer-klemer nya,tapi mau gimana pun dia bakal menjerit melengking saat ada tikus lewat.


"Mau pada kemana nih?" tanah ibu Frizzi.

__ADS_1


"Hehe,cuma mau ke warnet aja tante.. Vaness mau minta ajarin tetoskop gitu" kata Vanessa.


"Hah, tetoskop..mau belajar jadi dokter ko ke warnet sih?" tamat sang ibu dari Frizzi yang tampak kebingungan.


"Astaga..dasar kunyukk..udah mah maksud si kunyuk itu Photoshop,tentang fotografi loh ma..ishhh udah ah mamah nggak bakal paham juga" kata si Frizzi yang gemas dengan teman nya itu.


"Ouhh gitu"


"Ya udah kita jalan dulu mah,bye" pamit Frizzi pada sang mamah.


"Ingat ya nak,jangan kemalaman loh pulang nya" pesan sang mamah pada sang anak dan membuat sang anak menggerutu kesal.


"Ck..mamah ishhh"


Dan Vanessa hanya bisa terbahak dalam hati melihat interaksi kedua orang itu..mereka memang sama-sama anak tunggal jadi orangtua nya sama-sama over protective dalam menjaga mereka.


Biasa nya Vanessa akan di ajari Frizzi dengan komputer milik nya,namun kebetulan komputer Frizzi sedang ingin istirahat jadi ya terpaksa ke warnet dan lagi juga si anak mamih itu sudah berjanji akan mengajari bayi tentang stetoskop tadi.


"Ketawa aja terus..gaje banget sih" ujar Frizzi ketus dan jutek sebagai tanda bahwa mood anak mamih itu sedang tidak dalam kondisi yang baik.


Semakin terbahak-bahak lah Vanessa mendengar suara Frizzi juga wajah nya..menggoda sahabat nya yang satu ini memang salah satu hobi Vanessa semenjak dia tau bahwa si Frizzi masih ngompol di usia nya yang ke 10 tahun hanya karena ada tikus di tempat tidur nya yang jatuh menimpa diri nya saat dia sedang tidur.


"Hahaha dasar anak mamih" tawa Vanessa semakin pecah saat melihat wajah kecut Frizzi.


"Kunyuk lu.. udah ah males aku" kesal Frizzi karena terus di goda oleh Vanessa hingga dia menjawab d benar-benar kesal.

__ADS_1


"Hahaha astaga oke..ekhem sorry..oke oke aku diem" akhirnya Vanessa diam demi bisa belajar stetoskop.


__ADS_2