
Sudah lima bulan usia kandungan Aira. Dan itu artinya, Sera juga sedang hamil lima bulan. Namun, bedanya Sera memakai perut palsu yang sebesar perut Aira.
Ada yang sedikit mengherankan dimana perut Aira terlihat sangat besar di usia kandungannya yang masih lima bulan. Namun, setelah mereka melakukan USG, akhirnya diketahui bahwa saat ini, Aira sedang mengandung anak kembar.
Tentu saja hal itu membuat Reyhan sangat bahagia. Dia akan memiliki dua anak sekaligus. Namun, Sera tak terlalu senang karena itu artinya dia akan sangat kerepotan dengan dua anak sekaligus.
Pagi ini, Sera dan Reyhan serta Raya sedang sarapan bersama. Terlihat Raya terus memperhatikan Sera dan bentuk fisik tubuhnya.
'Aneh, dia sedang hamil, tapi mengapa bagian dadanya tidak membesar? Dan mengapa dia tidak pernah mengizinkan aku ikut setiap check up? Dan posisi duduknya mengapa seperti orang yang tidak hamil? Harusnya dia duduk menyandar, bukan membungkuk seperti itu. Memangnya tidak sesak? Sepertinya aku harus mencari tahu Apakah menantuku ini benar-benar hamil atau tidak,' batin Raya dengan tatapan serius.
"Ma, kenapa kok menatap Sera sampai seperti itu? Sera cantik, ya?" goda Reyhan mencoba bercanda.
__ADS_1
"Eh, iya, makin hari Sera makin cantik, ya. Syukurlah kalau kamu tetap memiliki fisik yang bagus meski sedang hamil," ucap Raya sambil tersenyum. Sikapnya sekarang pada Sera sudah benar-benar melunak. Hanya saja, kadang-kadang masih sedikit ketus kalau moodnya sedang turun.
"Iya, Ma, dia benar-benar cantik," ucap Reyhan sambil menggenggam tangan Sera.
"Mama ingin lihat dong, hasil USG kemarin. Mama pengin banget lihat cucu Mama," ucap Raya hingga membuat Reyhan langsung mengeluarkan foto USG kemarin yang masih tersimpan di dompetnya. Katanya dia sangat bahagia sehingga benda itu akan dia bawa terus.
Sera ingin mencegah, namun Raya duluan mengambilnya. "Wah, ini cucu Mama? Ya ampun, hidungnya mirip sekali denganmu, Rey. Yang satu malu-malu sampai berbalik. Yang ini laki-laki, kan, ya? Kalau yang satunya apa, ya? Belum kelihatan," ucap Raya sambil tersenyum dengan tatapan penuh kekaguman.
"Iya, Ma, nanti di usia yang ke tujuh bulan, aku akan USG lagi," ucap Sera sambil mengambil foto itu.
"Maaf, Ma, tapi, sebaiknya tidak usah karena Mama akan bosan menunggu. Mama di rumah saja, dan kami akan pulang dengan membawa kabar baik," ujar Reyhan yang langsung membuat senyuman Raya menghilang. Dia pun langsung mengangguk lesu.
__ADS_1
Namun, setelah pasangan suami istri itu pergi, dia pun langsung menatap datar ke sembarang arah.
"Oh, jadi dokternya adalah dokter Abel? Baiklah, kita tunggu saja, semoga kamu memang benar-benar hamil, Sera," ucapnya.
Ternyata saat tadi dia mengambil foto itu, dia melihat nama dokter dan rumah sakitnya. Kalau bertanya sekarang, itu hanya akan menimbulkan kecurigaan. Jadi, nantikan saja dua bulan lagi. Dia akan melihat apakah Sera jujur atau berbohong.
Sementara itu.
"Indi, bayi di dalam kandungan memang suka gerak-gerak, ya? Dari tadi sepertinya kedua bayiku menendang terus," ucap Aira sambil memegangi perutnya yang tak bisa tenang.
"Tidak apa-apa, Nona. Sepertinya mereka memang sangat aktif sehingga terus menendang. Kalau Nona ingin sesuatu katakan saja, kami akan sediakan."
__ADS_1
"Tidak, aku hanya ingin tidur saja."
Aira pun kembali ke kamar dan tidur di atas ranjang. Siang hari yang terik memang menjadi hari favoritnya untuk tidur di dalam kamar yang nyaman dan sejuk.