
Beberapa bulan kemudian.
Reyhan sudah resmi bercerai dengan Sera. Mereka mendapatkan kabar bahwa Sera sudah menikah lagi dengan pengusaha kaya raya yang lebih tua beberapa tahun darinya.
Sedangkan Reyhan menikahi Aira secara sah dan meresmikannya sekaligus mengadakan pesta pemberian nama kedua anak mereka.
Banyak netizen yang menganggap bahwa Aira adalah pelakor. Namun tak sedikit yang mendukung hubungan mereka, apalagi setelah tahu alasan Reyhan dan Sera bercerai.
Orang tua Sera sudah pindah dari komplek perumahannya dan menetap di komplek yang lebih dekat dengan Aira agar mereka tak perlu jauh-jauh mengunjungi.
Orang tuanya bilang bahwa banyak sekali kejadian di sana yang mengagetkan Aira. Laras yang hamil anak Bayu dan terpaksa menikah beberapa bulan lalu. Laras harus putus kuliah. Bayu yang pengangguran dan kerap memukuli Laras. Hingga gadis tetangga mereka yang ketahuan membawa lelaki ke kamar dan berakhir dengan dinikahkan malam itu juga.
Kini, Aira sedang menatap ranjang bayi kembarnya. Tidur mereka terlihat sangat nyenyak sekali.
"Lihat apa, Sayang?" tanya Reyhan sambil memeluk sang istri dari belakang.
"Lihat malaikat kecil kita, Mas."
"Mereka sedang tidur. Bagaimana kalau mereka merasa risih karena ada bidadari yang melihat mereka?"
"Jangan berlebihan." Aira merasa kegelian saat Reyhan mulai mencium leher jenjangnya. Bisa dirasakan jika saat ini Reyhan menginginkan waktu berdua mereka.
__ADS_1
"Mas."
"Aku ingin, Sayang, ayolah."
"Kemarin kan sudah."
"Aku tidak akan pernah cukup denganmu. Kamu membuat aku ketagihan, Sayang."
"Kamu selalu saja beralasan begini."
Aira pun membalikkan tubuhnya dan membiarkan Reyhan menggendongnya ke kamar sebelah. Tempat dimana mereka selalu melakukan peraduan agar tidak mengganggu si kembar.
Setelah melakukan peraduan panas, tiba-tiba saja mereka dikejutkan dengan berita yang beredar di televisi.
Namun, sang suami mengatakan jika Sera tidak juga memberikan keturunan padanya. Ibunya juga sering meminta uang padanya dan membuat usahanya berada di ambang kebangkrutan.
Aira dan Reyhan hanya bisa saling menatap.
"Apakah kau menyumpahi dirinya?" tanya Reyhan.
"Tidak, kenapa?"
__ADS_1
"Baguslah, karena akulah yang memberikan sumpah padanya." Tersenyum kecil.
"Sayang, dendam itu tidak akan pernah menyelesaikan masalah. Jika kamu sangat membencinya, maka kamu bisa melupakannya."
"Iya, istriku, Sayang. Oh ya, berhubung kita masih belum pakai baju, bagaimana kalau kita...." Reyhan hendak mendekatkan bibirnya ke wajah Aira.
Namun, tangisan bayi mereka membuat Aira langsung memakai bajunya dan berlari ke anak mereka.
Reyhan hanya bisa menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal. Dia pun memakai bajunya dan menyusul Aira untuk ikut menenangkan kedua bayinya.
"Anak Papa tampan sekali. Jangan menangis, ya, Sayang," ucap Reyhan ketika menggendong Arka.
Anaknya yang satu ini terlihat lebih pendiam dibandingkan Arya. Apalagi dia memiliki tahi lalat seperti Reyhan.
Dan setelah anak mereka kembali tidur, Reyhan dan Aira pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri mereka.
Hingga malam harinya, saat makan malam, Aira dan Reyhan dihujani beberapa pertanyaan dari sang ibu mengapa leher Aira sampai banyak terdapat kemerahan.
Reyhan hanya menunduk malu ketika sang ibu memarahinya karena tak bisa menahan dirinya. Sedang Aira hanya tertawa dalam hati. Di rumah ini, dia sangat diratukan oleh suami dan dimanja oleh mertuanya. Memarahi Reyhan jika Aira kurang istirahat dan menyuruh Aira perawatan seminggu sekali agar tidak stress.
Aira merasa bersyukur karena menjadi anggota di keluarga ini. Mendapatkan kasih sayang dari orang-orang baik seperti mereka. Nyatanya, menjadi rahim pengganti untuk sang CEO membawanya pada pernikahan yang akhirnya membuatnya bahagia.
__ADS_1
TAMAT