Rahim Pengganti Untuk CEO

Rahim Pengganti Untuk CEO
Akan ku coba


__ADS_3

Aira terkejut mendengar permintaan Sera yang tiba-tiba ini. Dia bahkan tak tahu harus menjawab apa.


"Aku tahu kau bingung. Tapi, aku mohon, pergilah dari hidup Mas Reyhan ketika kamu sudah melahirkan." Sera menggenggam tangan Aira dengan erat. Dia menatap dengan penuh permohonan dan air mata yang kembali membasahi pipinya.


"Mbak, jangan menangis. Memangnya ada apa dengan keberadaanku di sini, Mbak? Aku tidak akan merebut Mas Reyhan dari Mbak. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya menjadi ibu." Aira mengerti arah pembicaraan Sera. Dia tahu jika keberadaan Aira yang disukai mamanya Reyhan akan membuat posisi Sera terancam.


"Bukan itu, Aira. Hanya saja, Mama semakin membenci aku dan menganggapku tidak berguna ketika kamu ada di sini. Bahkan dia memerintahkan Mas Reyhan tanpa menunggu jawabanku. Dan kamu tahu, sekarang Mas Reyhan tak membelaku lagi. Dia menurut pada Mamanya. Aku merasa keberadaanku di sini sebentar lagi akan dibuang."


"Mbak, jangan berpikir yang tidak-tidak. Bagaimana pun juga, hanya Mbak wanita yang paling dicintai Mas Reyhan," ucap Aira dengan tatapan serius.

__ADS_1


"Tidak, Aira, tetap saja aku merasa sakit ketika melihat Mama sangat perhatian padamu. Aku saja tidak pernah ditatapnya dengan begitu lembut."


"Lalu, bagaimana dengan kedua anakku, Mbak?"


"Aku akan menjaganya seperti anakku sendiri. Aku janji, Aira. Aku akan membatalkan niatku untuk menyewa jasa baby sitter. Aku akan mempersembahkan seluruh waktuku untuk mereka."


"Lalu Mama?"


"Tapi, Mbak, aku...."

__ADS_1


"Aira, aku mohon. Hanya kamulah yang bisa menolong aku. Kamu satu-satunya orang yang bisa memengaruhi sikap mereka padaku."


Aira tampak bimbang. Sesungguhnya dia sangat berat meninggalkan kedua anaknya di rumah ini.


"Aira, bukankah perjanjian kita sejak awal, kamu akan pergi dan mendaftar kuliah setelah melahirkan anakmu? Kamu masih bisa menempuh pendidikan dan mencari pasangan hidupmu. Apa kamu mau jika dianggap sebagai pelakor oleh orang lain? Apalagi, orang-orang di tempat tinggal orang tuamu pasti akan kembali menghina mereka. Apa kamu mau melihat orang tuamu menderita seperti dulu?"


Ucapan Sera pun membuat Aira mengingat masa lalunya saat masih susah. Tak ada satu orang pun yang mau membantu meskipun saudaranya sendiri. Kedua orang tuanya selalu dihina dan dijadikan bahan gunjingan setiap hari.


"Tidak, aku tidak ingin orang-orang tahu tentang ini. Ba-baik, Mbak, aku akan melakukan apa yang kamu suruh." Aira akhirnya mengangguk dan setuju dengan permintaan Sera.

__ADS_1


Sera tersenyum senang karena akhirnya Aira menyetujui permintaannya untuk meninggalkan keluarga ini. Dia menghapus air matanya dan kembali ke kamar. Tak sia-sia dia menangis di depan Aira. Aira adalah wanita yang baik dan tidak tegaan. Tentu saja dia menyetujui permintaan Sera. Apalagi Sera mengaitkan orang tua Aira dalam hal ini.


Aira menyeka sudut matanya yang basah. Tak disangka semua akan berakhir secepat ini. Dia memang belum siap untuk meninggalkan semuanya. Pertama, karena dia adalah ibu dari anak-anaknya. Dan kedua, karena sebenarnya, dia sudah jatuh cinta pada Reyhan. Namun, dia tidak boleh egois karena Reyhan adalah milik Sera, bukan miliknya.


__ADS_2