Rahimku Milik Tuan Zayn

Rahimku Milik Tuan Zayn
Episode 11


__ADS_3

"baiklah, aku akan menunggu jawaban darimu sampai besok malam" Sky menganggukan kepalanya, dia langsung turun dari dalam mobil dan masuk kedalam kontrakan kecilnya. Zayn pun langsung menjalankan mobilnya kembali untuk segera pulang. sungguh Zayn sangat malas untuk kembali kerumah apalagi istri nya sedang berada di luar kota sudah 2 malam Zayn tidur seorang diri makan nya Zayn sengaja menyibukan dirinya di kantor dan pulang larut malam.


Sky membanting tubuhnya ke atas kasur "awhh sakit " ringisnya saat tulang punggung nya terbentur dengan kasur lepek yang terasa keras. "apa aku Terima saja tawaran orang kaya itu, toh dia hanya butuh anak bukan, dan aku membutuhkan uang untuk masa depan ku " gumamnya. "eh tapi tidak tidak, aku tidak mau jadi perusak rumah tangga orang lain ya tuhan tolong aku harus bagaimana sekarang" ucapnya sambil mengusap wajahnya kasar. sky pun bangun dari tidurnya dan segera mengganti pakaian nya.


***


setelah memarkir kan mobilnya Zayn masuk kedalam rumah nya yang tampak sepi tanpa kehadiran istrinya.


Zayn segera melepaskan pakaian nya dan masuk kedalam kamar mandi untuk mengguyur tubuhnya yang terasa lelah.


selesai mandi Zayn melihat ponselnya yang menyala ternyata istrinya yang telpon "hallo sayang" sapa Zayn.


"kamu baru selesai mandi mas? tanyanya.


" ya sayang, mas baru pulang, gak ada kamu di rumah mas jadi malas pulang jadi tadi sempat ngerjain tugas dulu di kantor sebentar " ucapnya sambil memandang wajah cantik istrinya.


"kamu jangan cape cape ya mas, awas loh kamu jangan sampai jajan sembarang kaya kak Azfer karena aku gak ada di sana, aku gak bakal maafin kamu kalau kamu sampai ketahuan jajan sembarangan " ucap carissa dengan nada penuh ancaman.


"tenang saja sayang, mas akan Selalu jaga hati juga tongkat sakti mas hanya untuk kamu seorang" jawab nya sambil terkekeh pelan.


"mas aku serius loh" Carissa memanjukan bibirnya.

__ADS_1


"iya iya sayang, mas juga serius kamu tenang saja oke, kapan kamu pulang?" tanyanya.


"mas ih, baru juga dua hari masih sisa 5 hari, kamu udah kangen ya" ucapnya dengan tersenyum usil.


"itu kamu tau" ucapnya terkekeh. "ya udah sayang kamu istirahat lah, ini sudah malam pasti kamu lelah seharian pemotretan" Carissa mengangguk memang dirinya sudah lelah dan mengantuk tapi tetap dia juga harus memperhatikan suaminya walau hanya lewat sambungan telpon, karena kunci keharmonisan rumah tangga ada pada komunikasi.


Setelah selesai mengobrol dengan istrinya lewat telpon, zayn merebahkan tubuhnya di atas kasur sambil menatap langit langit kamarnya. "apa keputusan ku sudah benar untuk menikah lagi? apa aku egois hanya karena ingin punya seorang anak sampai harus menduakan istriku " gumam nya. "tapi smoga ini jalan yang terbaik, bagaimana pun aku harus punya pewaris untuk penerus ku nantinya, masalah Carissa biar jadi urusan nanti, aku gak mau sampai harus melepaskan Carissa" ucapnya.


*******


Melbourne


orang tua mana yang gak pusing melihat kelakuan anak nya tiap hari hanya berbuat onar, dan pulang ke rumah dalam keadaan mabuk seperti sekarang ini Rayyan di antar oleh salah satu bodyguard nya dalam keadaan teler.


"Rayyan, bangun gak. kalau gak bangun mama guyur wajah kamu " bu Claudia datang dengan segelas air yang sudah dia campur dengan es batu. setelah di depan anaknya bu Claudia langsung menumpahkan air dingin itu kemuka anak nya.


merasa dingin yang menusuk ke wajahnya Rayyan langsung membuka matanya meski terasa berat. "eh mama, ada apa mama di sini,?" ucapnya sambil terkikik geli. begitulah Rayyan setelah lebih dari satu bulan tinggal Melbourne, Rayyan menjadi berubah total dia menjadi anak yang pembangkang dan suka berbuat onar. yang di otak nya hanya ada Sky, Sky, dan Sky.


"sadar anak brengsek, kurang ajar pelet apa yang sudah perempuan kampungan itu berikan terhadap mu sampai membuat kamu menjadi seperti ini hah?" ucapnya dengan suara yang menggelegar.


"jangan pernah berkata kasar, atau menuduh yang tidak tidak dengan kekasih ku ma" ucapnya dengan wajah yang sudah memerah.

__ADS_1


Rayyan berjalan dengan sempoyongan masuk kedalam kamarnya, dan mengunci pintunya dia merebahkan tubuhnya di atas kasur dan mengeluarkan foto nya bersama sky saat pertama kali mereka merayakan hari jadian. "Sky sayang kamu apa kabar di sana, bagaimana agar aku bisa bertemu dengan mu, setidaknya mendengar suara mu saja aku sudah bahagia" ucapnya sendu. "maafkan aku karena sudah ingkar janji, kamu pasti sakit banget aku tinggal, mungkin sekarang kamu sudah membenciku sayang, aku yakin suatu saat kalau kita berjodoh maka kita akan di pertemukan dan di persatukan kembali" Rayyan tertidur dengan memeluk erat foto mereka berdua.


*****


pagi harinya Rayyan sudah siap untuk berangkat ke kampus. dia tidak mau sarapan di rumah setiap hari art di rumah itu selalu menyiapkan bekal untuknya.


"Rayyan, dengar papa, papa tidak mau mendengar lagi ada kerusuhan di kampus, dan kamu pulang dengan kondisi mabuk mabukan, kalau kamu tidak berubah juga papa akan kirim kamu ke tempat nenek kamu di Amerika" ucapnya dengan tegas.


"terserah kalian saja, aku ini bukan manusia aku ini adalah boneka mainan kalian, aku akan menuruti apapaun sesuai apa yang kalian kehendaki. "setelah berkata begitu. Rayyan segera mengambil bekalnya dan melangkah keluar dari dalam mansionnya.


" bagaimana ini pah, pengaruh perempuan kampungan itu sangat besar pada Rayyan sudah hampir dua bulan di sini, tapi Rayyan tidak juga berubah" ucapnya dengan kesal.


"sabar ma, kita butuh waktu untuk membuat Rayyan melupakan gadis itu"


"bagaimana kalau kita jodohkan saja Rayyan dengan anak nya teman mama, dia Anaknya cantik, baik, tapi emang sedikit dingin dan cuek, tapi gak apa smoga dia bisa merubah sifat Rayyan, sepertinya kalau kita carikan pengganti perempuan kampungan itu Rayyan bisa berubah"


" boleh juga ma, kita harus coba, benar kata mama kita harus mencarikan permpuan lain untuk Rayyan biar Rayyan bisa berubah "


"nanti biar mama telpon dulu sahabat mama itu, kita buat janji kalau gak salah dia juga mau berkunjung minggu ini ke Melbourne untuk menjenguk anak nya yang sedang kuliah di sini juga"


"bagus itu, mama atur saja segala sesuatunya kalau memang itu yang terbaik untuk Rayyan kenapa tidak kan" ucapnya. "ya sudah papa berangkat ke kantor dulu nanti kita bicarakan lagi"

__ADS_1


__ADS_2