Rahimku Milik Tuan Zayn

Rahimku Milik Tuan Zayn
Episode 21


__ADS_3

"jeng Rachel?" bu Rachel yang di panggil namanya pun menoleh ke belakang.


"eh jeng maya, kebetulan kita bertemu di sini. lagi belanja juga? tanya nya.


" iya jeng, ini saya beli buah buahan juga sayuran untuk menantu saya yang baru lahiran," ucapnya dengan semangat.


"wah jeng maya sudah jadi nenek, selamat ya jeng. kapan mecca melahirkan?


" dua hari yang lalu jeng, ya sudah saya duluan ya jeng mau bayar belanjaan dan langsung pulang, setelah punya cucu saya jadi lebih betah di rumah "


"iya jeng silahkan" ucapnya sambil tersenyum, padahal dalam lubuk hatinya dia menjerit sakit dan iri teman teman nya sudah pada menimang cucu, bahkan sekarang bu Rachel sudah tidak pernah datang ke grup arisannya karena di sana teman teman arisan nya selalu memamerkan menantu juga cucu nya.


"ibu kenapa?" Sky datang sambil membawa troli yang sudah penuh dengan belanjaan. bu Rachel yang tengah melamun itu pun sampai terjingkat kaget saat sky menyentuh tangan nya.


"sudah selesai ya sky?" tanya nya linglung.


"belum bu, kan katanya mau sekalian bikin kue. ibu kenapa melamun di sini?" tanya nya lagi.


"ah itu, ibu tadi bertemu teman biasa lah meraka suka memamerkan cucunya, ibu juga pengen punya cucu Sky. tapi belum juga terwujud sampai sekarang, anak ibu yang sulung dia masih betah menjomblo, anak ibu yang kedua dia sudah menikah bertahun tahun tapi belum di karuniai anak, apalagi anak ibu yang bungsu dia masih pokus belajar di Melbourne, ibu kadang suka kesepian " ucapnya.


"ibu yang sabar yah, semoga ibu segera di berikan seorang cucu " bu Rachel menghela nafas. "ya sudah sekarang kita belanja lagi, untuk bahan masakan semua sudah komplit, tinggal bahan untuk membuat kue nya yang belum kita beli"


"ya sudah ayo kita cari bahan untuk membuat kue nya" mereka pun pergi ke tempat di mana bahan bahan untuk membuat kue berada, setelah mendapat kan semua yang mereka butuhkan, bu Rachel juga sky mulai mengantri untuk membayar belanjaan mereka.


Selesai membayar sky memasukan belanjaan di bantu oleh supir pribadi bu Rachel "semuanya sudah selesai bu" ucapnya.


"baiklah ayo kita pulang" bu Rachel masih saja murung karena kejadian tadi bertemu dengan maya sahabatnya perkara cucu saja sudah membuat bu Rachel menjadi murung seperti sekarang.


sky yang melihat bu Rachel murung pun bingung harus berbuat apa, dia pun mencoba membuka obrolan "bu, jangan murung terus dong, ada Sky disini yang kedinginan kalau ibunya hanya diam saja" bu Rachel menoleh ke arah sky yang tersenyum ke arah nya.


"maaf kan ibu ya sky " ucapnya sambil terkekeh.tak ingin membuat wanita di sampingnya tak enak, bu Rachel pun mencoba bersikap biasa lagi dan melupakan kejadian tadi di super market.


setelah menempuh perjalanan yang tak begitu jauh mobil yang membawa mereka pun sampai di depan rumah bi Rachel, sky sampai terpana melihat kemewahan rumah di hadapan nya.

__ADS_1


"ayo masuk sky," ajaknya, sky mengangguk lalu masuk kedalam rumah dengan perasaan takjub.


"mbok, tuan besar dengan tuan muda kemana? tanya nya.


" tuan besar dengan tuan muda lagi di dalam ruang olahraga nyonya belum keluar dari pas waktu nyonya berangkat tadi" ucapnya sambil menata barang belanjaan yang baru di bawa oleh supir juga beberapa pelayan di rumah itu.


"mereka kebiasaan suka begitu, ya sudah biarkan saja mbok. mbok nanti tolong buatkan sky minum yah, Sky mau minum apa?"


"emm, apa aja sky mau " ucapnya canggung.


"ya sudah mbok buatkan minuman apa saja, yang penting enak dan segar nanti bawa ke ruang keluarga ya mbok"


"baik nyonya, "


bu Rachel pun mengajak sky untuk duduk di ruang keluarga sambil ngobrol hal tentang masalah masak memasak.


"mama, kapan pulang nya? bu Rachel menoleh ke belakang di lihatnya Azfer yang masih bertelanjang dada dengan keringat yang masih mengucur dari wajah sampai ke dadanya.


melihat hal itu sky langsung menundukan wajah nya merasa malu, wajah sky sudah memanas pasti sekarang wajahnya sudah memerah.


"kan kakak abis olahraga ma, gerah"


"pake gak kak, gak lihat itu sky malu lihat kamu gak pake baju" ucapnya lagi.


Azfer menatap wanita yang menunduk di dekat sang mama, "eh, maaf " ucapnya sambil terkekeh pelan, lalu memakai kembali bajunya.


"emang tadi gak kelihatan kak? tanyanya.


"eh, emm kelihatan ko ma" bu Rachel mendengus kesal.


"sudah sky, azfer sudah memakai bajunya, kamu jangan nunduk terus nanti di kira lagi nyari koin yang jatuh" ucapnya.


"i-iya bu" Sky mendongkak melihat sekilas ke arah Azfer yang tengah menatapnya. jujur Azfer terpesona melihat kecantikan sky yang natural tanpa riasan sedikitpun.

__ADS_1


Azfer duduk di dekat sang mama, dan mengambil jus jambu yang sudah pelayan nya siapkan untuk mama juga tamunya.


"hei, gak sopan itu punya mama, kalau mau minta tolong bikin kan pada mbok"


"sudah terlambat ma, sudah habis, oh iya ini siapa ma? tanya nya penasaran.


" teman baru mama, namanya sky"


"Sky kenal kan ini anak pertama saya namanya Azfer, kalau anak kedua saya dia datang nya nanti sore, anak ketiga kamu sudah tau kan kalau dia kuliah di luar negri" sky mengangguk.


"salam kenal kak, saya sky" ucapnya sambil tersenyum. Azfer menatap Sky tak berkedip saat melihat senyuman nya.


"hei, hapus itu iler, gak bisa lihat perempuan cantik dikit kamu itu, tapi kenapa sampai sekarang jomblo terus"


"mama jangan bawa bawa status deh" ucapnya kesal.


"udah ah, sky ayo kedapur kita langsung exsekusi masak sama bikin kue" sky mengangguk. "ayo bu"


Sky memakai apron untuk melindungi baju nya dari kotoran, setelah memakainya Sky mulai membuat kue "kita mau buat kue kering rasa apa bu?" tanyanya.


"original sama coklat aja, sama buat bolu kukus keju enak tuh kaya nya"


"ya sudah kita bikin sekarang,"


"ibu bagian bantu apa?"


"ibu bantu pisahin alat alatnya saja ya bu, biar sky yang buat kue nya"


"emm, baiklah"


tanpa Sky juga bu Rachel ketahui Azfer terus memperhatikan mereka dari meja makan, "hei ngapain di sini bukan nya mau mandi?" pak Damar menghampiri anaknya.


"ah papa ganggu saja deh, lihat tuh mama baru kali ini kaka melihat mama tertawa lepas seperti itu biasanya kalau sama carissa juga biasa aja ketawanya"

__ADS_1


pak Damar melihat ke arah istrinya yang sedang menguprek dapur, entah sedang membuat apa pak Damar gak tau karena baru keluar dari ruang olahraga nya. Dia tertegun melihat istrinya yang begitu ceria saat bersama gadis yang dia saja tidak tau siapa namanya.


"siapa gadis itu?"


__ADS_2