Rahimku Milik Tuan Zayn

Rahimku Milik Tuan Zayn
Episode 18


__ADS_3

Carissa turun dari mobil setelah Zayn memarkirkan mobilnya di depan rumah sakit yang terlihat besar.


"Mas tolong bantu bawain barang buah tangan nya ya" pintanya.


"Iya sayang"


Zayn turun kemudian membuka pintu mobil bagian belakang untuk mengambil buah tangan, ada sebuah bok baju baju bayi perempuan juga laki laki, mainan bayi, tempat makan juga stroler untuk bayi perempuan juga laki laki karena teman Carissa melahirkan sepasang anak kembar.


Zayn mengekor di belakang Carissa sambil mendorong dua stroler bayi, mereka pun masuk kedalam lift dan menekan angka 5. Sampai di lantai 5 Zayn juga Carissa berjalan ke arah ruangan di mana meli di rawat paska melahirkan baby twins nya.


Tok


Tok


Tok


Seorang membuka kan pintu munculah vanya dari balik pintu, "Hay, baru datang beb" vanya langsung merangkul sahabat nya dan mencium pipi kanan juga kiri.


"Masuk yuk, masuk Zayn" ajaknya , Carissa pun masuk lebih dulu di ikuti oleh Zayn di belakang nya.


"Ya ampun beb, kamu sudah jadi ibu sekarang selamat yah" Carissa berjalan ke arah ranjang meli dan memeluknya.


"Makasih beb, ya ampun kamu mu buka toko di sini ,bawa buah tangan banyak sekali" ucapnya sambil terkekeh.


"Ya jelas banyak kan untuk dua bayi, gimana sih kamu. Oh iya btw baby twins mana nih" Carissa melihat ke arah kanan juga kiri namun tak ada bayi dalam ruangan itu.


"lagi di mandiin sama perawat bentar lagi datang, sabar aja kita nunggu si twins tiba"


tak lama kemudian dua orang perawat mendorong dua kereta bayi masuk kedalam ruangan itu. carissa yang baru duduk pun langsung bangkit kembali dan segera menghampiri baby twins yang lelap tertidur setelah di mandikan.


"hay, baby twins, emmm udah wangi yah. aku udah mandi aunty" carissa gemes sendiri melihat bayi mungil yang begitu imut dan menggemaskan.


"mas sini deh lihat bayinya, ganteng juga cantik" ucapnya.

__ADS_1


Zayn mematikan ponselnya dan berjalan mendekat ke arah istrinya yang terus mengoceh sendiri di dekat bok bayi. "maa syaaAllah tabarakallah, lucu banget bayinya sayang, " ucapnya mata zayn berbinar menatap dua bayi mungil yang masih berwarna merah itu.


"Mel boleh gendong gak sih, pengen banget gendong kali nanti aku di pipisin biar cepet nyusul punya baby" ucapnya.


"gendong aja Ris, gak PP" carissa langsung bersorak riang saat sudah di perbolehkan untuk menggendong bayi mungkin anak sahabat nya itu.


"Sus tolong bantu dong gemetar nih kalau ambil sendiri" ucapnya.


Suster itupun dengan senang hati membantu memindahkan bayi mungil itu dari box bayi ke pangkuan carissa.


saat bayi perempuan nya di ambil tiba tiba bayi laki lakinya langsung menangis.


"aduh aduh sayang jangan dong, pinjam saudaranya bentar yah" ucapnya.


"cello iri itu Ris, coba sus kasih cello sama zayn biar di gendong pasti diem" Suster itupun memindahkannya cello kepangkuan zayn, zayn yang baru pertama kali memegang bayi pun langsung gemetar.


"santai mas, nanti cello malah tambah nangis" Zayn pun mencoba untuk tenang, dia menimang baby cello sambil tersenyum dan membayangkan jikalau yang di gendong nya itu adalah anak nya sendiri.


"udah maksimal bikin nya, tapi belum di kasih kepercayaan aja, smoga secepatnya do'akan saja yah" ucapnya membesarkan hati, sebenarnya dia merasa tercubit mendengar godaan teman nya, bagaimana tidak dia menikah sudah bertahun tahun tapi belum memiliki anak, sementara sahabat sahabat nya baru menikah 2 tahun sudah memiliki buah hati. ada rasa iri dalam hati carissa tapi segera dia tepis rasa itu.


menyadari ada yang berbeda dengan istrinya Zayn segera memberikan baby cello pada suster, Carissa pun juga memberikan baby celly pada suster nya.


"sayang mas hari ini ada meeting, apa kamu mau pulang sekarang atau nanti?" tanya nya.


"aku ikut kamu aja mas, soalnya aku kan gak bawa mobil tadi" Zayn mengangguk memang ini rencananya agar istrinya tidak tertekan dengan godaan sahabatnya, meskipun itu hanya godaan semata tapi hati orang mana ada yang tau. seperti carissa sekarang mungkin dia bisa bilang tidak apa, semua baik baik saja tapi hati nya merasa sakit.


"Mel, va, aku balik duluan yah, segera sehat nanti aku main ke rumah kalau kalian udah pulang oke" carissa memeluk sahabat nya, setelah berpamitan carissa juga Zayn keluar dari dalam ruangan itu. wajah carissa nampak di tekuk dan terlihat gurat kesedihan di wajahnya yang berusaha dia sembunyikan.


" sayang kita ke kedai es krim yuk " ajaknya setelah masuk kedalam mobil.


"katanya mas mau ada meeting," ucapnya.


"bisa Arka atur, mas mana bisa melihat kamu seperti ini, carissa istri mas itu selalu ceria " carissa menatap suaminya.

__ADS_1


"mas, sampai kapan kita akan berdua terus, aku menginginkan sosok seorang anak mas" ucapnya dengan raut wajah yang sendu.


"sabar ya sayang, mungkin Allah masih ingin kita itu banyak menghabiskan waktu berdua, nanti kalau sudah waktunya semua akan berbuah manis, yang sabar " Carissa menyenderkan kepalanya pada bahu suaminya.


"jadi ke kedai es krim?" carissa mengangguk sepertinya memakan es krim akan membuat mood nya kembali membaik.


***


"bibi, tolong mixer ini sampai kalis yah, supaya hasil rotinya mengembang bagus"


"siap nyonya, " setelah mempunyai alat tempur untuk membuat kue sky terus berkreasi membuat berbagai macam kue, bolu, juga roti. sampai sekarang sky sudah mengoleksi berbagai bentuk kue kering dengan aneka macam rasa.


"nyonya sepertinya ini sudah bagus, mau di bentuk seperti apa?" tanya pelayan.


"aku mau bikin roti sobek bi, rasa coklat dan keju, nanti kita bagiin sama anak anak yang di pinggir jalan ya bi"


"baik nyonya," mereka pun mengerjakan kembali kerjaan nya, dapur yang tadinya sudah di bersihkan oleh pelayan sekarang sudah berantakan juga kotor kembali.


5 jam nguprek di dapur akhirnya beberapa macam roti buatan sky pun sudah jadi.


"ye, akhirnya selesai, makasih ya bi sudah bantu, ini bibi simpan buat cemilan ya bi"


"wah makasih nyonya, bibi menjadi merasa special karena menjadi orang pertama yang mencicipi kue juga roti bikinan nyonya Sky"


"ah bibi bisa saja" ucapnya tersipu malu. "nanti sky bantu bersihkan dapur nya ya bi, ini kan kerjaan sky yang membuat dapur jadi Kotor"


"tidak usah nyonya, nanti biar bibi saja yang membersihkan dapurnya, nyonya sebaiknya membersihkan diri saja ini sudah siang, sebentar lagi waktunya makan siang," ucapnya.


"nanti kita makan di luar saja ya bi, jangan masak, saya mau makan bakso langganan saya biasanya buka jam 2 siang " pelayan sky pun mengangguk.


"baik nyonya,"


"ya sudah saya mau mandi dulu, nanti setelah selesai kita berangkat untuk bagikan roti roti ini pada anak anak jalanan"

__ADS_1


__ADS_2