Rahimku Milik Tuan Zayn

Rahimku Milik Tuan Zayn
Episode 05


__ADS_3

setelah dari rumah sakit zayn langsung pulang ke rumah tanpa mampir ke mana mana lagi, di depan pintu istri nya sudah tersenyum dengan manis menyambut kedatangan nya.


"sayang" Zayn langsung merangkul istri nya dia kecup dengan mesra kening Carissa.


"gimana sayang, kamu udah ambil hasilnya di rumah sakit? apa kata kenan?" tanya nya beruntun. Zayn tersenyum sambil mengacak rambut istrinya dengan gemas.


"kamu gak mau ajak mas masuk dulu? ini masih di pintu loh" zayn mencolek pipi istrinya. Carissa pun tersenyum malu dan menggaruk tengkuk nya yang tak terasa gatal.


setelah masuk Zayn duduk di sopa ruang keluarga. "sayang mas mau minum teh hijau" ucapnya sambil melepas sepatu nya dan menggantinya dengan sandal rumahan. Carissa membawa nampan berisi minuman teh hijau untuk suaminya.


setelah duduk carissa masih memperhatikan suaminya yang tengah meminum teh hijau buatan nya.


"kenapa melihat mas seperti itu sayang?" tanya nya sambil meletakan gelas yang sudah kosong.


" mas, jika aku gak bisa memberikan mu anak apa kamu akan meninggal kan ku,?" pertanyaan itu lolos begitu saja dari mulut istri cantik nya.


Zayn menatap istrinya dengan tatapan yang sulit di artikan


"stop untuk bertanya hal yang gak penting Rissa, mas gak akan pernah melepaskan mu, dengan atau tanpa adanya anak dalam rumah tangga kita, ingat itu" ucapnya serius.


"tapi mas, mama sangat menginginkan cucu, sementara aku belum bisa memberikan apa yang mama mau. bagaimana kalau sampai selamanya aku gak bisa hamil, aku takut mas aku gak mau kehilangan kamu" air matanya sudah tak mampu carissa tahan.


Zayn menghapus air mata carissa yang meluncur bebas membasahi pipi mulus istrinya "gak usah khawatir bukan kah kita bisa mengadopsi anak dari panti asuhan, nanti kita cari bayi yang baru lahir oke" ucap nya. carissa melesakan tubuh nya masuk kedalam pelukan hangat suaminya yang begitu menenang kan.

__ADS_1


Zayn mengambil surat yang di berikan Kenan waktu di rumah sakit dia menyodorkan nya pada Carissa, dengan tangan gemetar Carissa mengambil surat hasil tes kesuburan nya di rumah sakit. perlahan lahan dia buka dan mengeluarkan isinya. setelah melihat hasilnya Carissa menghembuskan nafas lega.


"hasil nya baik baik saja kan, sekarang apa yang perlu kamu takut kan, kita hanya belum Allah kasih kepercayaan itu saja, kita masih bisa berdoa dan terus berusaha supaya dede nya segera hadir dalam keluarga kita" Carissa memeluk dengan erat pinggang suaminya dia menyender manja di bahu Zayn, bahu yang membuat nya nyaman dan lebih tenang.


" kamu sudah makan mas?" tanya nya sambil mendongkak melihat ke arah suaminya.


cup


Zayn mengecup sekilas bibir istrinya. "jangan suka menggoda sayang, mas belum mandi masih bau keringat" ucapnya dengan tatapan nakal.


carissa langsung bangkit dia menatap suami nya yang mulai usil " apa sih mas siapa yang menggoda, kamu itu ada ada saja" carissa segera berjalan ke arah meja makan.


Zayn segera mengekor di belakang istrinya.


Zayn menghampiri istrinya yang tengah pokus mengutak atik ponselnya. "sayang apa ponsel itu lebih menarik perhatian mu dari pada suami mu ini hemm?" Carissa mendongkak kan kepala nya menatap sang suami yang terlihat sangat sempurna. carissa mengabsen setiap inci wajah suaminya. mulai dari mata coklat terang nya, alis tebal, hidung mancung, bibir yang tipis juga rahang yang tegas, siapa yang tidak terpesona melihat sosok tampan seorang Zayn fayyad Al varendra.


"sayang bisakah ketampanan mu ini di kurangi sedikit saja, aku gak rela kamu di tatap sama wanita lain di luaran sana, kalau hanya tatapan biasa aku masih bisa maklum tapi tatapan mereka itu gak biasa mas kalau melihat kamu matanya seperti mau loncat" ucapnya sambil menyentuh dengan lembut rahang suaminya, terlihat jakun Zayn sudah naik turun.


"kamu juga sangat cantik sayang, apa kamu tau kenapa aku melarang mu untuk mengurangi jadwal pemotretan. itu karena aku gak suka kamu di tatap oleh para lelaki hidung belang, yang menatap mu penuh nafsu." ucapnya sambil mencium gemas bibir istrinya.


"sayang, aku menginginkan mu" Carissa menatap mata Zayn yang semakin sayu, Zayn mengikis jarak antara dirinya dengan carissa. carissa yang terbuai akan sentuhan suaminya pun mulai melakukan perlawanan.


pakaian Carissa pun entah sejak kapan sudah tergeletak naas di atas lantai, carissa sudah polos tanpa sehelai benang pun yang menutupi tubuh mulus nya.

__ADS_1


saat keduanya tengah di selimuti kabur gairah ponsel milik Zayn terus berdering sampai beberapa kali.


"sayang ponsel mu berdering terus coba cek dulu. mungkin ada hal yang penting" Zayn menghentikan aksi membuat istri nya melayang, dia mendengus kesal kegiatan nya dengan sang istri menjadi terganggu. "sungguh menyebalkan apa tidak ada waktu yang lain, jika ingin menelpon ku" gerutu nya sambil melangkah ke arah ponsel nya di atas meja rias istrinya.


"hallo, ada apa?" tanya nya ketus.


"........ "


"aku gak bisa, aku lagi tak ingin di ganggu saat ini" ucapnya dengan wajah merengut kesal.


".... ... "


"ya, ya baik lah tunggulah di sana aku segera berangkat" Zayn menghampiri istrinya yang tengah menatap nya penuh tanda tanya. dia menelusup kan kepalanya ke dada carissa yang tak menggunakan penghalang hanya menggunakan selimut tebal untuk menutupi tubuh polosnya.


"sayang maaf, aku harus pergi sebentar 3 cucunguk itu memaksa ku untuk datang, padahal aku tadinya ingin menghabiskan malam dengan mu sambil kuda kudaan" Carissa terkikik geli mendengar ucapan suaminya. di elus nya dengan lembut kepala suaminya.


"pergilah aku tak apa mas," Zayn mendongakkan kepalanya.


"apa kau marah padaku, kenapa tidak melarang ku untuk pergi" ucapnya dengan wajah kesalnya.


"sayang stop bertingkah ke kanak kanakan, kita menikah sudah berapa tahun coba kamu hitung, berarti selama itu juga kita bersama, sekarang mereka hanya minta waktu mu sebentar, pergi lah" ucapnya, carissa tau yang di maksud tiga cucunguk itu teman teman Zayn, David, Marcel, dan Andra. mereka teman teman zayn yang tinggal di luar negri.


Zayn menghembuskan nafas nya kasar, dia pun bangkit dan segera melangkah ke arah lemari untuk memakai pakaian nya. selesai bersiap Zayn menghampiri lagi istrinya dan mengecupnya.

__ADS_1


" aku pergi sayang, gak usah menunggu ku pulang, kalau kamu ngantuk tidur lah lebih dulu" Zayn mengelus kepala istri nya lalu melangkah keluar dari kamar setelah menyambar kontak mobil nya di atas nakas.


__ADS_2