Rahimku Milik Tuan Zayn

Rahimku Milik Tuan Zayn
Episode 17


__ADS_3

"mama dari mana?" bu Rachel menghentikan langkah nya saat mendengar pertanyaan dari suara orang terkasihnya.


"eh, papa." bu Rachel berjalan mendekat ke arah suaminya yang tengah duduk di sopa ruang keluarga.


"pa tau gak mama punya teman baru loh dia anak nya baik, cantik, manis, pandai masak, pandai bikin kue mama seneng banget deh bisa kenal sama dia, tadi mama habis main dari rumah nya terus bantuin dia bikin kue, cobain deh pah" bu Rachel dengan ceria menceritakan kegiatan nya hari ini. sementara suaminya hanya mendengar kan sambil tersenyum.


"mama jangan mudah dekat dengan orang yang baru di kenal, kita tidak pernah tau maksud dan tujuan dia itu seperti apa kan, apalagi mama baru mengenalnya satu hari " ucapnya menasehati. "mama ketemu orang itu di mana?" tanya nya penasaran.


"ih papa mah, mama lagi seneng juga. tadi itu mama ketemu sama Sky di mall pa, mama gak sengaja bertabrakan dengan sky tadi, terus mama kenalan deh dengan dia nah kebetulan pas mama tanya dia itu mau beli perlengkapan bikin kue, karena dia gak tau ya sudah mama antar, akhirnya kami lebih dekat lagi dan mama ikut ke rumah nya karena dia gak bawa mobil pah, gitu ceritanya. lagian papa gak usah terlalu khawatir sih mama bisa jaga diri juga menilai orang itu bagaimana pah" ucapnya panjang kali lebar.


"ya sudah, maaf ya ma papa hanya takut orang jaman sekarang itu kan tidak sedikit yang pandai berpura-pura dan memanfaatkan kesempatan"


"papa jangan berpikir negatif dulu, nanti mama ajak Sky untuk main ke rumah kita kapan kapan agar papa bisa lebih kenal Sky" ucapnya lagi.


"untuk apa mah, jangan sampai mama_"


bu Rachel nyengir kuda, akal bulusnya ketahuan oleh suaminya "papa tau aja sih, kasian azfer pa, dia sudah berumur tapi masih jomblo lagian mama sangat setuju kalau sampai sky jadi menantu kita, mama sudah seneng banget bisa kenal dengan sky apalagi kalau sampai dia jadi bagian dari keluarga kita, papa tau dia anak yatim piatu, jadi sebatang kara hidupnya"


Suaminya menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan "terserah mama saja, kalau itu yang terbaik, dan kalau orang nya sama sama mau, emang mama sudah tanya Sky itu masih sendiri atau punya gebetan, atau suami mungkin?"


bu Rachel terdiam sesaat " sepertinya sih belum pah, dia tinggal di rumah hanya berdua dengan pelayan nya, tadi mama lihat di rumah nya juga gak ada foto laki laki, tapi nanti mama tanya deh untuk lebih memastikan, mudah mudahan sky masih sendiri belum punya kekasih "


"pa, cobain kue kering nya ini tadi dia kasih dua toples yang rasa coklat, sama original, mama sampai merem melek makan nya enak banget loh pah, mama sampai gak mau berenti ngunyah" tutur nya dengan wajah yang sangat terlihat berseri seri, baru kali ini suaminya melihat kembali wajah bu Rachel begitu bahagia nya, karena selama ini istrinya selalu saja murung, apalagi setelah anak anak punya kehidupan masing-masing dia selalu merasa sendiri dan kesepian.

__ADS_1


pak Damar pun mengambil satu keping kue rasa original dan memasukan nya kedalam mulut, matanya langsung berbinar dia pun mengambil toples dan memeluknya sambil terus mengambil kue dan memakannya.


"ini enak sekali ma, rasanya berbeda dengan kue yang biasa papa makan, padahal itu kue dengan brand ternama tapi rasanya masih kalah sama kue ini, kue nya kering tapi pas kena lidah jadi lumer ko bisa gini ya ma?" tanya nya dengan mulut penuh.


"nah kan, pasti papa bakal ketagihan" ucapnya sambil terkekeh.


"Assalamu'alaikum ma, pa"


"Wa'alaikumussalam" mendengar suara orang mengucapkan salam mereka langsung menjawabnya dan sama sama melihat ke arah Azfer yang baru datang sambil menenteng sebuah paperbag.


"wah papa makan apa tuh, sampai di peluk gitu toples nya, apa aku gak boleh minta" goda nya. pak Damar langsung mengambil lagi satu toples kue kering yang rasa coklat dan memeluk kedua toples itu di tangan kanan juga kirinya.


Azfer tertawa terbahak melihat expresi papanya yang seperti anak kecil kalau sudah menyangkut makanan favoritnya. Azfer pun menyalami mama juga papanya, setelah itu dia langsung duduk di samping bu Rachel.


"ini oleh oleh dari perjalanan bisnis kemarin ma, kukis dari negara B cobain deh, menurut kakak ini enak banget gak ada lawan" ucapnya.


"mama coba yah, " bu Rachel membuka salah satu toples dan mengambil satu keping kukis itu lalu memakannya "bagaimana ma, enak? bu Rachel menganggukan kepalanya.


" enak sih, tapi masih kalah enak dengan kue kering yang ada dalam pelukan papa" ucapnya. Azfer melihat ke arah sang papa yang tengah memakan kue kering nya sendiri.


"masa sih ma, ini kukis mahal loh, itu mama beli di mana? tanya nya penasaran. " pa, minta dong satu kakak pengen nyoba" pinta nya. pak Damar memberikan satu keping kue kering itu pada anak nya. bu Rachel yang melihat itu pun langsung tertawa bener bener suaminya kalau sudah menyangkut masalah makanan favorit tidak bisa dia berbagi.


saat azfer memakan kue nya, reaksi nya tak beda jauh dengan reaksi bu Rachel juga papanya. "mama dapat kue ini dari mana? tanya nya.

__ADS_1


" dari temen baru mama, dia pandai bikin kue ini. padahal ini tuh perdana dia bikin gak latihan dulu" ucapnya.


"apa dia punya toko kue ma?" tanya nya lagi, tangan nya perlahan lahan mendekat ke Arah toples lalu segera di tepis oleh papanya. azfer tertawa mengejek ke arah papanya.


"enggak dia gak punya toko kue, kan mama bilang ini perdana kak" ucapnya lagi.


"sayang banget yah, padahal ini enak banget kenapa gak buka toko kue saja" ucapnya.


*****


"mas, ayok makan malam" Zayn yang tengah pokus dengan kerjaan nya pun menghentikan aktivitas saat istrinya masuk kedalam ruang kerja.


"iya sayang" Zayn melipat laptopnya dan meninggalkan ruang kerja nya lalu merangkul pundak istrinya turun ke lantai bawah untuk makan malam.


"mau makan pake apa mas?"


"yang itu saja, sama ini " zayn menunjuk menu rendang dengan sambal. carissa melayani suaminya dengan senang hati, setelah mengambil makanan untuknya juga carissa duduk di kursinya.


"oh iya mas, besok antar aku ke rumah sakit kasih bunda ya, meli baru saja melahirkan tadi aku mau jenguk, bisa kan besok kita jenguk sebentar"


"jam berapa?" tanya nya.


"sekitar jam 9 lah mas,

__ADS_1


__ADS_2