
pagi harinya Sky bangun lebih dulu dari Zayn meski tubuh nya terasa remuk dan lemas karena Zayn menghajarnya lagi sampai 2 kali tapi dia tidak mau kalau sampai Zayn yang bangun lebih dulu dan membuat sarapan untuk mereka.
Sky bangkit dan turun dari ranjang dengan perlahan lalu sky keluar dalam kamar dan menuju ke dapur untuk segera memasak, setelah setengah jam Sky memasak Zayn masih belum keluar dari kamar nya sky pun masuk kedalam kamar di lihat nya Zayn masih tertidur dengan lelap.
Sky berjalan mendekat ke arah Zayn "mas, ini udah siang kamu gak ke kantor?" Sky menyentuh lembut lengan suaminya. Zayn dengan perlahan mengerjapkan matanya .
"sudah jam berapa ini?" tanya nya.
"sudah jam 7 mas" Sky berjalan ke arah kaca untuk membuka tirai. Zayn pun segera bangkit dari ranjang nya dan berjalan ke kamar mandi. sementara sky membereskan kasur dan mengganti sprei nya dengan yang baru. selesai membereskan kasur sky menyiapkan pakaian untuk suaminya lalu dia segera keluar sambil membawa keranjang pakaian kotor.
Saat Sky keluar kamar terdengar bel rumah nya berbunyi Sky pun dengan langkah nya yang pelan berjalan ke arah pintu untuk membuka nya.
"selamat pagi nyonya" Seorang wanita parubaya membungkukan tubuh nya di hadapan Sky terlihat dia membawa tas berukuran cukup besar mungkin pakaian nya.
"selamat pagi, " jawab nya sambil tersenyum ramah.
"perkenalkan nyonya saya Ratmi panggil aja bi Ratmi, saya di tugaskan tuan Zayn untuk bekerja di sini" ucapnya. Sky pun mengangguk dan mempersilahkan asisten rumah tangga nya masuk kedalam rumah dan mengantarkan nya ke kamar di belakang.
"ini kamar bibi," ucapnya sambil menujukan kamar nya. tidak luas tapi tidak juga sempit." setelah mengantar bi Ratmi ke kamarnya Sky pamit untuk melihat suaminya sudah selesai bersiap atau belum.
"mas, apa sudah selesai? " Sky membuka pintu kamar nya di lihat nya zayn tengah memasangkan dasi nya. Sky mendekat dan membantu zayn memasangkan dasi di kerah baju suaminya. Zayn menatap sky dengan tatapan yang sulit di artikan.
"berhenti menatap ku seperti itu mas," ucapnya setelah selesai memasangkan dasi suaminya.
"memang nya kenapa?"
"nanti mas jatuh cinta terhadap ku kalau terlalu lama di tatap" Zayn terkekeh mendengar penuturan Sky. Zayn mengambil dompetnya dan mengeluarkan sebuah kartu berwarna hitam. "ini untuk mu pakailah sesuka mu, beli apapun yang kau mau"
"kalau aku pakai terus uangnya habis gimana mas? " Zayn tertawa dengan keras. "cobalah habiskan, aku gak akan jatuh miskin meskipun kau habiskan uang di kartu itu, karena kartu ku masih banyak" Sky tersenyum malu mendengar ucapan Zayn. Selesai bersiap Zayn juga Sky keluar dari kamar dan segera turun ke bawah untuk sarapan.
"malam ini mas gak bisa datang karena Carissa akan pulang hari ini, tapi nanti akan mas usahakan untuk tetap menemui mu supaya dede bayinya segera tumbuh di sini" ucapnya sambil mengelus dengan lembut perut sky yang masih rata.
Sky tersenyum lembut, "gak apa mas, aku mengerti posisi ku"
selesai sarapan Sky mengantar Zayn sampai ke depan pintu, "hati hati ya mas" Zayn hanya mengelus lembut rambut Sky dan segera pergi dari sana.
__ADS_1
Sky masih diam mematung di tempatnya melihat suami siri nya masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya sampai mobilnya pun menghilang dari pandangan sky.
"sekarang apa yang harus aku lakukan, akan sangat membosankan kalau tidak ada yang bisa ku lakukan, duh mana lupa lagi minta no tlpn mas Zayn"
sky duduk di pinggir ranjang dan menatap black card yang di berikan suaminya tadi, "kalau aku pake untuk membeli alat alat untuk membuat Roti boleh gak yah? " tanyanya pada diri sendiri.
Sky berjalan keluar dari kamarnya dan mencari bi Ratmi.
"bi,lagi sibuk gak " tanya nya sambil menghampiri bi Ratmi yang tengah menyapu halaman belakang.
mendengar ada yang memanggilnya bi Ratmi segera menghentikan aktifitas nya dan melihat ke arah Sky yang tengah melihatnya sambil tersenyum.
"tinggal ini saja nyonya, ada apa?
" antar saya keluar ya bi, saya mau beli perlengkapan untuk buat kue, mau ya bi"
"boleh, tapi bibi selesaikan pekerjaan bibi dulu yah, hanya tinggal ini saja ko" Sky mengangguk. "iya bi, kalau gitu saya juga mau siap siap dulu"
***
"aku sudah di bandara mas, nunggu kamu jemput kirain sudah ada di sini "
"baiklah mas berangkat sekarang yah, maaf mas hampir saja lupa, untung kamu ingetin mas sayang"
"cepet mas aku tunggu, di cafe biasa yah aku nunggunya"
Setelah mematikan sambungan telpon nya, Zayn segera mengambil jas nya yang dia gantung di kursi dan segera keluar dari dalam ruangan.
"tuan sebentar lagi ada meeting, anda mau kemana? tanya Arka.
" kau handle saja dulu saya lupa kalau hari ini Carissa akan pulang" Arka memperhatikan tuan nya yang berjalan dengan tergesa-gesa dan sudah memasuki lift dia hanya bisa menggelengkan kepala nya, melihat tuannya yang begitu tunduk terhadap istri nya Carissa.
"mentang mentang bos, bisa seenaknya saja membatalkan sesuatu" gerutunya.
***
__ADS_1
"sayang maaf lama nunggu" Zayn datang dengan tergesa-gesa. Melihat suaminya datang Carissa pun memanjukan bibirnya.
"kenapa lama mas, kamu juga kenapa bisa sampai lupa jadwal aku pulang" ucapnya merajuk.
"maaf sayang, mas banyak kerjaan di kantor nanti mas akan belikan apa saja yang kamu mau tapi jangan ngambek dong nanti cantiknya hilang" mendengar tawaran suaminya carissa langsung tersenyum sumringah.
"bener? apa saja? tanyanya.
" ya apa saja, untuk mu apa sih yang enggak " ucapnya.
"ada set perhiasan keluaran terbaru mas, boleh aku beli?" tanya dengan menujukan wajah imutnya.
"tentu, belilah apa yang kamu mau "
"makasih mas"
"kita mau langsung pulang apa gimana? kamu ada yang mau di beli dulu?
" gak ada kita langsung pulang saja mas, lagian aku sudah cape pengen istirahat sama pengen main sama kamu " bisiknya manja.
"dasar omes, " bisik Zayn.
"biarin sama suami sendiri bukan sama orang lain"
Zayn terkekeh mendengar ucapan istrinya. Keluar dari cafe mereka langsung masuk kedalam mobil untuk segera pulang ke rumah.
sementara di sebuah tempat belanja terbesar Sky tengah memilih beberapa alat untuk nya membuat kue.
"nyonya mau beli apa saja"
"banyak bi, pertama tama kita cari oven, mixer, dan kawan kawan nya" ucapnya antusias.
"baiklah, ayo kita cari " mereka berjalan mencari tempat di mana yang ada perlengkapan untuk membuat kue, saat Sky tengah asyik melihat ke kiri dan ke kanan tiba tiba.
brukk
__ADS_1
awwww