
"jadi mama sudah mengetahui nya ma?" tanya nya tak percaya.
"ya mama mengetahui semuanya, kemarin sebelum pulang ke sini mama mampir ke tempat kenan dan kenan memberi tahu mama masalah ini, kenapa kamu gak bicara terus terang dengan carissa juga mama Zayn?" tanya nya. air matanya sudah jatuh membasahi pipinya.
"maaf kan zayn ma, Zayn hanya tidak ingin kehilangan carissa Zayn sangat mencintai carissa ma" ucapnya dengan bibir bergetar menahan tangis.
"Zayn apa kamu masih ingin bertahan dengan carissa, dia sudah jelas tak akan bisa memberikan mu Anak juga cucu untuk mama" Zayn menatap tajam sang mama.
"tidak akan ma, meskipun carissa tidak bisa memberikan Zayn seorang anak, tapi Zayn akan tetap mempertahankan pernikahan ini. lagian nanti mama bisa mendapatkan cucu dari kak Azfer juga farrania, gak harus dari Zayn saja " ucapnya.
"tapi mama pengennya dari kamu juga Zayn, apalagi sekarang yang duluan nikah itu kamu, kaka kamu gak tau kapan mau nikah, adek kamu apalagi dia masih ingin sekolah dan berkarir. sekarang harapan mama hanya sama kamu Zayn" ucapnya dengan sendu. melihat sang mama yang bersedih membuat Zayn juga ikut sedih.
orang mana yang tak menginginkan kan keturunan dalam rumah tangga nya, tapi dia bisa apa kalau memang istrinya tak akan pernah bisa memberikan dia seorang anak.
"Zayn kalau mama mau minta sesuatu dari kamu apa kamu akan mengabulkan keinginan mama sayang?" tanyanya dengan penuh harap.
"tergantung mama maunya apa dulu" ucapnya sambil terkekeh pelan.
"Zayn menikahlah lagi, kalau kamu gak mau kehilangan istri kamu, maka kamu bisa poligami, mama mohon sama kamu" Zayn langsung membelalakan matanya mendengar ucapan sang mama.
"mama gak salah? , nyuruh Zayn nikah lagi,? Zayn gak akan mau ma menghianati dan menduakan Carissa " ucapnya tegas.
"tapi Zayn, mama_" belum selesai mama nya bicara Zayn sudan memotong ucapan nya.
"Zayn akan usahakan yang terbaik untuk mama, tapi tolong jangan pernah menyinggung masalah ini ma, Zayn mohon Zayn gak akan sanggup untuk kehilangan istri Zayn " ucapnya sambil tertunduk.
__ADS_1
"Zayn pamit mau ke kantor ya ma, mama baik baik di sini. kalau ada apa apa segera telepon Zayn oke" ucapnya sambil mengecup singkat pipi sang mama, bu Rachel pun hanya tersenyum lembut ke arah putra keduanya.
Zayn segera keluar dari rumah mamanya di depan rumah sudah ada Arka yang sedang menunggu di dalam mobilnya.
"jalan ka" perintahnya. saat sudah masuk kedalam mobil.
Zayn sejenak merenung memikirkan ucapan mamanya. "apa aku memang harus mencari ibu pengganti untuk anak ku" ucapnya dalam hati.
"ka, bagaimana menurutmu kalau aku cari ibu pengganti untuk anak ku?" tanya nya dengan serius.
"apa tuan ibu pengganti, ya benar saja! ucapnya. meskipun wajahnya tanpa mengeluarkan expresi tapi Zayn cukup peka kalau asisten nya itu agak terkejut.
" egoiskah aku kalau aku mencari ibu pengganti supaya aku mendapatkan anak ka, kamu tau sendiri bukan Carissa tidak akan pernah bisa memberikan aku anak selamanya, sementara mama juga papa sangat berharap aku bisa memberikan mereka cucu" ucapnya dengan sendu. hatinya sangat bimbang sekarang.
"lalu bagaimana dengan nyonya carrisa tuan, apa anda tidak memikirkan perasaan nya?" Zayn mematung sebentar menghela nafas nya.
"anda gila tuan" ucapnya. Zayn terkekeh pelan mendengar ucapan asisten nya hanya Arka yang berani bicara tidak sopan padanya.
sesampainya di kantor Arka langsung di sibukan dengan beberapa kegiatan yang cukup melelahkan.
"tuan, apa anda mau makan di sini atau mau makan di luar? tanya sekretaris Zayn yang baru masuk kedalam ruangan nya.
" makan di sini saja, tolong pesan kan saya makanan Jepang" ucapnya tanpa melihat ke arah sekretaris nya. "baik tuan saya permisi dulu" setelah sekretaris nya undur diri Zayn kembali memeriksa berkas yang belum ia periksa dan tanda tangani.
tak lama kemudian pintu terbuka muncul sosok Azfer kakak nya dari balik pintu, "selamat siang adek ku yang tampan" ucapnya sambil tersenyum dengan menawan dan duduk di sopa dalam ruangan Zayn.
__ADS_1
"ada apa kak, kakak seperti ini pasti ada maunya iya kan?" tanya nya dengan tatapan tajam.
"Slow dong, aku kesini hanya ingin melihat kerjaan mu saja, sama ingin refreshing aku jenuh terus menerus di kantor. malam ini ingin pergi berpesta apa kau mau ikut dengan ku?" tanya nya dengan tatapan nakalnya.
"ogah, mengikuti mu sama saja bunuh diri, nanti pulang aku bisa di cincang halus oleh istriku" ucapnya sambil duduk di dekat sang kakak yang tengah menatapnya dengan tatapan aneh. "kenapa menatap ku seperti itu?" tanya nya dengan heran.
"kenapa muka nya di tekuk seperti itu? biasa nya Zayn bukan termasuk orang yang suka murung" ucapnya.
Zayn bingung antara mau cerita atau dia pendam saja sendiri masalah yang di hadapinya. tak lama kemudian sekretaris Zayn masuk kedalam dengan membawa beberapa kantong kresek makanan yang sudah dia pesan.
"ini tuan makanan nya" setelah selesai menyiapkan makanan untuk tuan nya sekretaris nya pun langsung kembali ke luar ruangan. karena dia juga ingin makan siang sebelum kembali bekerja.
"tumben pesen makanan banyak, yakin bisa abisin semuanya?" tanya Azfer heran dengan adik keduanya. biasanya Zayn makan hanya sedikit.
"kan ada kaka, ya sudah makan lah setelah itu pergi dari sini aku mau lanjutkan perkerjaan " ucapnya tanpa dosa. Azfer pun langsung menoyor kepala adiknya yang sudah kurang ajar.
"kurang asem punya adek, bukan nya di baik baikin punya kakak calm, sopan, ramah,tampan, dan berwibawa seperti ini, tapi malah di musuhi " ucapnya. Zayn hanya tersenyum tipis mendengar ucapan kakaknya.
mereka pun akhirnya makan sambil mengobrol masalah kerjaan nya masing masing yang sudah di bagi rata oleh pak Damar. selesai makan Azfer langsung merebahkan tubuhnya yang kekenyangan di sandaran sopa.
Zayn yang baru dari kamar mandi sampai menggelengkan kepala melihat tingkah kakaknya "kapan mau balik, gak punya kerjaan apa?" tanya nya.
"punya banyak kerjaan, tapi lagi jenuh males kerja maunya senang senang, makan nya nanti malam ikut ya, ketiga cucunguk itu juga ikut untuk merayakan sebelum mereka pulang ke inggris" ucapnya. Zayn tetap menggelengkan kepalanya.
"tidak bisa kak, aku ada urusan dengan istriku malam nanti " ucapnya dengan tersenyum usil.
__ADS_1
"cih, urusan. itu kan bisa di pending "
"di pending kepala mu, kakak aja yang belum nikah kalau sudah pengen gak kenal waktu, juga tempat, apa kakak tau kalau waktu kakak ngelakuin itu sama seseorang di dalam mobil aku melihatnya, mau aku kasih tau ke papa gimana kelakuan anak sulung nya? " Zayn tersenyum mengejek ke arah kakaknya yang sudah mematung mati kutu.