Rahimku Milik Tuan Zayn

Rahimku Milik Tuan Zayn
Episode 12


__ADS_3

sesampainya di kampus Rayyan langsung turun dari mobik sport nya, seperti biasa Rayyan selalu menjadi pusat perhatian di kampusnya, hanya satu wanita yang selalu bersikap cuek juga dingin terhadap Rayyan, hal itu juga membuat Rayyan tertarik dan tertantang untuk mendekatinya sebagai sahabat tentunya karena di hatinya tetap terukir nama Sky.


"hai fa," sapanya sambil duduk di kursi sebelah farrania.


perempuan di sebelah nya hanya melirik sekilas kemudian pokus lagi pada buku di hadapannya.


"ckckck, jadi cewek ko dingin banget sih, hati hati nanti jomblo terus loh" ucapnya sambil menatap wajah farrania yang tengah pokus membaca.


farrania mendongkakan kepalanya melihat ke arah Rayyan yang tengah tersenyum dengan manis ke arah nya. kalau yang di tatap seperti itu bukan farrania niscaya wanita di hadapan nya akan salah tingkah, tapi tidak dengan Farrania dia menatap balik Rayyan mata bulat dengan bulu mata yang lentik menambah poin plus kecantikan farrania apalagi ketika memakai kacamata seperti sekarang.


"bisa tidak, kamu jangan ganggu orang lagi baca " ucapnya dengan nada ketus dan dingin tanpa ada senyum sedikit pun di wajahnya.


"gak bisa, soalnya kamu itu gimana yah, terlalu emm sulit untuk di dekati jadi aku semakin tertantang untuk lebih dekat dengan mu, boleh kah kita berteman" ucapnya. sambil mengulurkan tangan nya. farrania hanya menatap tangan Rayyan yang masih menggantung tanpa ada niat untuk menyambutnya.


"dengar Rayyan, tidak ada yang namanya teman antara seorang pria dan wanita, stop ganggu aku oke, bye" setelah melepaskan kacamatanya farrania memasukan nya kedalam tas dan segera pergi dari taman sambil membawa buku dalam dekapannya.


"sangat menarik, aku akan pastikan kalau kamu akan mau berteman dengan ku"


*****


Sky tengah menyapu teras depan kontakan nya, tiba tiba saja mobil mewah berwarna hitam berhenti tepat di halaman rumahnya. Sky tau siapa yang datang dia adalah Zayn.


"cepet banget tuh orang datangnya, kirain bakal nemuin nanti malam" gumamnya.


Zayn berjalan ke arah Sky yang tengah melihat ke arah nya. "kenapa bengong?" tanya Zayn sambil duduk di kursi pelastik yang ada di teras Sky.

__ADS_1


"em, ah enggak ko hanya saja kaget ko anda datang secepat ini, kirain aku bakal datang nya nanti sore atau malam " ucapnya sambil tersenyum ramah.


"aku menantikan jawaban mu" Zayn langsung bicara pada intinya.


"emm, tuan aku sudah memikirkan nya semalaman, sebenar nya aku sangat takut kalau nanti ketahuan istri anda tuan, aku gak mau menayakitinya, tapi kali ini boleh kah aku bersikap egois? , aku menerima tawaran anda, karena aku butuh uang untuk masa depan ku. tapi anda tidak akan meninggalkan ku saat tengah hamil kan?" tanya nya dengan serius, sungguh sky takut kalau nanti dia akan di tinggalkan saat dirinya tengah hamil.


Zayn terkekeh pelan," pikiran mu terlalu jauh Sky, aku tidak akan lari dari tanggung jawab kamu tenang saja ucapan ku bisa kamu pegang " ucapnya dengan tenang. "jadi kamu mau menikah siri dengan ku Sky?" tanya nya memastikan.


"ya aku mau, tapi janji hanya sampai anak mu lahir setelah itu ceraikan aku" ucapnya sambil menatap Zayn. Zayn mengangguk pasti "lalu bagaimana dengan istri anda tuan ?" tanyanya khawatir.


"tidak usah menghawatirkan istriku, kita menikah secara siri jadi dia tidak akan tau, serahkan semua nya padaku"


"tuan sepandai pandai nya anda menyembunyikan bangkai nanti akan tercium juga bau nya,".


"aku pergi dulu, ingat nanti malam jangan berangkat ke club malam"


"iya tuan aku mengerti, sudah sana pergi"


****


"Arka, tolong bantu urus perlengkapan untukku menikah siri dengan istri kedua ku" ucapnya dengan santai.


"tuan anda_" Zayn mengangguk membenarkan "anda gila tuan, bagaimana kalau sampai nyonya Carissa tau dia akan sangat terluka" Arka sungguh tak percaya dengan keputusan yang di ambil oleh bos nya.


"aku sudah memutuskan Ka, smoga ini yang terbaik untukku, Carissa juga kedua orang tua ku, aku akan bicarakan nanti pada mereka semua setelah menemukan waktu yang tepat" Arka menggelengkan kepalanya, tapi dia tetap menuruti apa yang tuan nya perintahkan.

__ADS_1


Zayn menghela nafas nya, dia juga sebenernya bimbang bagaimana nanti kalau dia memberi tahu Carissa tentang hal ini dan Carissa akan meninggalkan nya. Zayn gak bisa bayang kan akan jadi apa dirinya, tapi dia juga butuh seorang anak.


"ya Tuhan smoga ini jalan terbaik jika memang ini takdir ku maka mudahkan lah segala urusan ku" Zayn segera mengerjakan kerjaan nya dengan pokus meski kadang pikiran nya masih selalu terganggu dengan pikiran yang belum tentu akan terjadi.


****


"lo udah yakin sky, lo gak bakal nyesel mau nyewain rahim lo, nanti kalau lo di labrak oleh istri pertama nya bagaimana sky?" Marina memberi pertanyaan secara beruntun pada Sky, Sky pun sampai pusing mendengar nya, harus yang mana dulu dia mulai menjawab pertanyaan marina.


"aku sudah memikirkan nya matang matang kak, aku sudah siap dengan segala resiko yang akan aku Terima kalau aku menikah dengan dia. aku tau istrinya pasti akan sangat marah kalau tau suaminya menikah lagi, tapi dia juga bisa apa apa dia sudah di vonis dokter tak akan bisa memiliki anak karena rahimnya tidak bisa di buahi" ucapnya.


"kalau lo udah yakin ya sudah gue bisa apa, jadi lo mau ngundurin diri dari club?" tanya nya.


"ya mau gak mau, aku harus ngundurin diri dari club sesuai permintaan tuan Zayn" ucapnya dengan expresi yang sulit untuk di tebak.


" ya sudah smoga ini jalan terbaik buat lo, aku bantu doa smoga lo nanti jadi orang yang sukses terus tunjukin sama orang orang yang ngehina lo, kalau lo mampu jadi orang sukses" ucapnya.


"aamiin kak"


"Sky gue langsung pulang aja deh udah sore nih, nanti lo mau gue jemput apa berangkat sendiri?" tanya nya.


" kalau boleh dan gak ngerepotin kakak aku maunya di jemput" ucapnya sambil cengengesan.


"huh dasar, jelas repot lah, tapi buat lo apasih yang enggak" ucapnya sambil berjalan keluar kontrakan sky dan masuk kedalam mobilnya "jam 8 gue jemput lo sky, harus udah siap loh" Sky mengangguk "siap kak" ucapnya sambil tersenyum.


setelah kepergian marina Sky masuk kedalam kamarnya mengambil handuk dan segera membersihkan diri karena waktu sudah sore.

__ADS_1


__ADS_2