
Arya saat ini ada di perusahaan miliknya. Dia sedang duduk di ruangan CEO. dia duduk di kursi kebesarannya itu. Dia memutar kursinya yang fleksibel ke kanan dan ke kiri.
"meminta nomer WhatsApp" gumam Arya.
"Bagaimana caranya aku minta nomer WhatsApp nya" ujarnya.
"tokk tok tok" suara pintu di ketuk
"Masuk" titah Arya
sesosok wanita cantik itu masuk bersama dengan sekertaris Joo(sekertaris Arya). Wanita berparas cantik dan berbadan seksi dengan rambut yang di ikat pun membuat Arya terpesona.
Ya. Wanita itu adalah wanita yang disukai oleh Arya. Dia adalah karyawan yang memegang thunder dari perusahaan company yang sedang bekerjasama dengan perusahaan miliknya.
"selamat pagi tuan Arya" ujarnya
"ya selamat pagi nona Tiara" ya wanita itu adalah Tiara. Kakak angkat derren.
"mari nona Tiara duduk di sini" titah sekertaris Joo
Setelah duduk di sofa ruangan itu. Arya pun menghampiri Tiara dan duduk di sebelahnya. Mereka sedang membicarakan hotel yang akan di bangun di pertengahan kota Seoul. Hotel itu bernuansa Indonesia. Mengingat Arya adalah keturunan blasteran Indonesia-korea dan pengajuan proposal itu cukup menguntungkan. Sehingga Arya mensetujui banding yang diajukan Tiara.
Menurut Arya, Tiara adalah sosok wanita yang cantik, tegas, sopan dan dari segi penampilan adalah type yang disukai Arya.
Setelah meeting itu selesai. Arya memberanikan diri untuk mengajak Tiara makan siang di luar .
"emm.. Nona Tiara?"
"ya tuan Arya"
"bagaimana jika kita makan siang di restoran depan kantor ini. Disana makanannya cukup lezat"tawarnya.
"emm.. Baiklah tuan" balas sang pujaan hati
mendengar itu senyuman terpampang jelas di wajah Arya. lelaki yang dikenal cuek dan dingin di kantor itu bisa tersenyum lebar yang membuat sekertarisnya Joo dibuat keheranan.
Setelah berada di restoran Arya pun mulai mengobrol santai dengan Tiara.
"nona Tiara. Apakah saya boleh meminta nomer pribadi anda. Seperti nomer WhatsApp?"
__ADS_1
"bukankah anda dapat mengabari saya lewat sekertaris Joo?" balasnya.
"i-itu.. Itu untuk pribadi saja. Saya ingin mengenal anda lebih jauh. Maaf jika saya lancang" berbicara dengan gugup
"ohh. Saya kira untuk apa" menyodorkan handphone miliknya ke Arya.
"ini.. Tuan ketik nomernya"
Arya pun menerima benda pipih itu. Seketika dia menuliskan nomer WhatsAppnya ke kontak yang ada. Setelah menge-save nomernya. Arya menelfon nomer tersebut. Setelah dipastikan tersambung Arya mematikan panggilan itu dan menyerahkan kembali handphone milik Tiara.
"terimakasih" ucap Arya dengan senyuman ramah.
Melihat senyuman Arya membuat Tiara terpesona. Bagaimana tidak pria blasteran Indonesia-korea itu memiliki postur tubuh yang bagus, wajahnya bisa dibilang mirip idol sehingga membuatnya begitu lama menatapnya.
"nona" Arya memanggil lagi Tiara karena dia melamun.
"ahh. Iya tuan sudah kah" menerima handphone itu dan menyimpannya di dalam tas.
"apakah kamu sudah memiliki kekasih atau sebagainya Tiara?" tanya Arya to the point yang membuat Tiara kaget.
"kekasih?" beonya "saya belum punya kekasih,saya juga tidak punya tunangan apalagi suami. Saya ini belum pernah pacaran" jawab Tiara sepontan yang membuat Arya yang mendengarnya menjadi bahagia berarti dia sudah mendapatkan lampu hijau dari Tiara.
"baguslah?" ucap Tiara dengan wajah bertanya-tanya
"ehh.. emm.. begini nona. maafkan kelamcangan saya. Tapi saya akan langsung to the point saja. Se-sebenarnya saya tertarik dengan anda. Bisakah saya mengenal anda lebih dekat"
"bukannya tuan Arya sudah memiliki istri?" jawabnya dengan wajah polos
Arya yang sedang meminum mineral itu pun tanpa sengaja menyemburkannya. dia tercengang dengan apa yang diucapkan wanita yang dikaguminya itu.
Tiara yang melihat Arya pun langsung reflek mengambil tissue kemudian mengelap pakaian Arya yang terkena cipratan air. Arya yang melihat Tiara lebih dekat pun masih dibuat tercengang dan dia dibuat terpesona lagi dengan kepedulian Tiara. Setelah selesai Tiara pun menarik tangannya untuk kembali ke kursi yang ia duduki tadi. Tapi tangan Arya menahannya.
"saya belum menikah. Saya juga belum ada kekasih. Maka dari itu tadi saya bertanya kepada anda apakah anda sudah memiliki pasangan. Agar saya tidak tahu untuk lebih dekat dengan anda" kedua mata itu saling bertatapan.
Mendengar apa yang disampaikan rekan bisnisnya itu membuat jantung Tiara berdegup kencang. (ada apa denganku. Kenapa jantungku berdegup kencang) batinnya.
Tersadar Tiara pun menarik tangannya, kemudian dia duduk di kursi yang ia duduki tadi.
"emm. mohon maaf tuan Arya menurutku pengakuanmu terlalu cepat untuk saya. secara kita baru bertemu beberapa kali. Saya takut jika anda benar-benar dekat dengan saya secara instan dan anda tahu sifat lain dari saya takutnya anda langsung menghindar" tegas Tiara
__ADS_1
"iya. Saya tahu. Maka dari itu tadi saya bilang jika saya ingin lebih dekat dengan anda" jelas Arya
Setelah berfikir cukup lama. Tiara pun akhirnya menyetujui keputusan Arya.
"baiklah saya setuju" ucap gadis itu dengan senyuman.
Setelah selesai makan siang dengan Arya. Tiara pun berpamitan dengan Arya karena dia ada keperluan lain.
Tiara sudah berjanji kepada derren setelah pulang kerja dia akan berbenah dan pindah ke apartemen milik derren. mengingat keadaan derren yang akhir-akhir ini cukup memprihatinkan sang kakak mencoba menemani sang adik untuk menemaninya agar tidak berlarut-larut dalam masalah dan melupakan mantan pacarnya yang sudah meninggal itu.
Sesampainya di monsion utama. Tiara langsung mengemasi barang-barang yang dibutuhkan nanti di apartemen. Setelah selesai bebenah dia menuju ke kamar sang adik untuk membawanya pergi ke apartemen itu.
"der. Udah siap belum" tanya Tiara di depan pintu kamar derren
"bentar kak" derren pun membukakan pintu agar kakaknya bisa masuk.
Tiara memasuki kamar derren betapa terkejutnya dia melihat isi kamar derren yang dipenuhi foto gadis yang dicintai adiknya itu.
"banyak banget fotonya der, kapan kamu nyetaknya?"
"tadi siang aku nyetaknya kak. Jika aku merindukannya aku tinggal melihat senyuman di foto itu" derren tersenyum dan mengelus foto Nisa yang ekspresinya sedang tersenyum.
"aku kangen Nisa" gumamnya.
"iya. tapi ingat der. Kamu ga boleh terlalu berlarut-larut. Ingat Nisa memang kekasihmu. namun dia udah meninggal. Kamu harus fokus ke depan" nasihat sang kakak
"iya kak. Derren tahu. Semoga derren cepat sembuh ya kak. Jadi derren ga berlarut-larut lagi di lingkaran semua ini" memeluk Tiara
Tiara mengacak-acak rambut derren
"udah ayo berangkat" menarik tangan derren
"kak" panggilnya
"iya dek. Ada apa?"
"derren mau ganti nomer telpon. Nanti temani derren ke konter ya"
"iya sayang" menggandeng tangan derren lalu menuju keluar kamar.
__ADS_1
Setelah barang-barang yang dibutuhkan untuk pindahan sudah masuk ke mobil. Derren dan tiara pun menuju apartemen derren.