
Derren sudah mulai bangun dari tidurnya. Dia melihat sang ibu yang masih terlelap di sebelah nya dan dia juga melihat sang kakak yang tertidur di sofa. Melihat itu membuat hati derren menjadi sedikit lebih tenang.
Lia adalah nama wanita yang dipanggilnya mama. Dia adalah sosok ibu tiri yang sangat menyayangi ayah dan juga derren anak tirinya. Sifat itulah yang membuat derren nyaman dengan keluarga barunya itu.
Mata Lia mulai bergerak. Dia mulai tersadar dari bangunnya. Dia melihat derren sudah dalam posisi duduk di sebelahnya.
"derren. Kamu sudah bangun nak? Gimana keadaanmu sayang? Apakah sudah mulai membaik?" masih mengkhawatirkan sang putra
Derren masih terdiam. Dia hanya tersenyum ke arah sang ibu lalu mengangguk-anggukkan kepalanya.
"syukurlah nak. Mama sangat khawatir sama kamu"
"derren udah ga papa kok mah. Derren oke"
"yasudah kalo gitu. Mama siapkan air mandi buat derren ya. Derren mandi dulu terus sarapan sama mama dan tiara" titahnya
"papa mana mah?" tanya derren.
"papa ada dinas ke luar kota. Dia mungkin akan pulang seminggu lagi"
Setelah menyiapkan air mandi untuk sang putra. Derren pun akhirnya berendam di bathtub dan menenangkan dirinya. dia memejamkan matanya dan mulai menyandarkan kepalanya di ujung bathtub.
"maafkan aku ya nis. Aku keterlaluan" gumamnya
Setelah selesai mandi dan berganti pakaian. Derren pun membangunkan Tiara yang masih tertidur di sofa kamarnya.
"kak bangun" menepuk pipi Tiara dengan pelan.
Tiara mengedip-ngedipkan matanya.
"ini jam berapa dek?" tanyanya
"baru jam tujuh" jawab derren
"untung baru jam segini. Kakak ada meeting jam sembilan soalnya. Kakak takut telat. Kamu tahu sendiri jarak monsion dengan kantor sangat jauh" mengubah posisi menjadi duduk dan mengucek matanya
"kenapa Kakak ga nemenin derren di apartemen aja. Kan disana lebih dekat" usul derren
"emangnya boleh. Nanti pacar kamu marah kakak tinggal satu atap sama kamu"
Mendengar itu membuat derren menundukkan kepalanya. Dia yang sudah mulai tenang pun kembali menangis.
"loh dek kamu kenapa?" tanya Tiara yang melihat adik tirinya itu menangis lagi.
"pacar yang kakak maksud itu yang kemarin derren temui di pemakaman kak" mencoba menghentikan tangisnya dan menghapusnya.
mendengar itu Tiara langsung berdiri dan memeluk sang adik.
__ADS_1
"maafin kakak ya dek. Kakak ga tahu. kakak minta maaf" mengelus punggung derren.
"iya kak. Derren udah ga papa kok" masih mencoba menghapus air matanya
"nanti setelah pulang kerja kakak bakal beberes dan pindah ke apartemen kamu. Kakak bakal temani kamu. Jadi kamu ga sendirian lagi" mengelus kepala derren
"iya kak. Makasih ya kak" memeluk Tiara lebih erat.
"yasudah kakak mau mandi. Kamu udah mandi?"
"udah kok kak"
"yaudah ganti baju sana. Bajumu penuh dengan ingus. Badan doang kekar tapi mewekan" ejeknya
"ih kakak. Jangan gitu. Apapun keadaannya derren tetap pria kekar nan tampan"
"yaudah ganti baju sana kakak mau mandi" pergi meninggalkan kamar derren
Derren pun mengganti pakaiannya karena benar yang diucapkan Tiara. Bajunya penuh dengan ingus dan air mata karena dibuatnya lap muka.
Setelah berganti pakaian derren pun menuju ruang makan. Melihat penampilan derren yang tadi matanya sudah tidak sembab kemudian sembab lagi membuat sang ibu bertanya-tanya.
"loh nak.. kamu nangis lagi?"
"hehe. Iya ma. Ini semua karena salah kakak" duduk di salah satu kursi di sana.
Derren menghela napas panjang. Setelah mulai tenang kembali akhirnya derren bercerita kepada sang mama.
"derren kemarin pergi ke pemakaman mah"
"pemakaman? makam siapa nak?"
"makam Nisa. Dia kekasih derren. Dia meninggal belum lama. baru sebulan"
"loh bukannya Minggu lalu kamu kesini dalam keadaan baik-baik saja"
Memang sesudah kejadian kecelakaan Nisa itu. derren sempat ke monsion utama. Bahkan dia menginap selama dua hari.
"Nisa jatuh dari gedung mah. Saat itu derren menyelingkuhi Nisa dengan sahabatnya. Mungkin Nisa kecewa sama derren. Di-dia" dia berhenti bercerita karena sudah tidak sanggup meneruskan ceritanya. Dia memeras bajunya. Dia mulai manangis lagi.
"sudah der. Jika kamu tidak sanggup bercerita maka jangan bercerita" mendekati sang putra kemudian memeluknya dan mengelus kepala derren untuk menenangkannya lagi.
" udah ga papa. Kamu memang salah. Tapi kamu ga bisa terus berlarut-larut dalam lingkaran itu. Kamu harus kuat."
Derren dalam keadaan menangis hanya mengangguk saking tidak kuatnya berkata-kata.
Derren yang masih dalam keadaan memulihkan hati memutuskan untuk izin tidak masuk pelajaran.
__ADS_1
...****************...
Di kampus sella masih sibuk mencari-cari derren. dia menanyai setiap teman derren tapi tidak ada yang tahu keberadaan derren.
Setelah pulang dari kampus pun sella memutuskan untuk pergi ke apartemen derren tapi hasilnya nihil. Derren juga tidak berada di apartemen itu.
Dia berfikir jika derren pasti pulang ke rumah utama. Namun sella tak pernah tahu dimana rumah utama derren. Karena usahanya hari ini nihil. Sella memutuskan untuk pulang.
...****************...
"Lis" panggil Hyungnya
"iya Hyung" menoleh ke arah arya
"kamu temani Hyung di acara ulang tahun teman Hyung ya" pintanya.
"makanya Hyung cari pacar dong. Masa setiap ada acara Lisa yang di ajak" semenjak Lisa dan Arya dekat. Setiap Arya ada acara dia selalu mengajak Lisa untuk hadir.
"Hyung sebenarnya udah punya wanita yang Hyung suka. Tapi Hyung bingung cara pdkt nya"
"hemm.. badan doang gede, wajah ganteng, duit banyak, ehh mental ciut" ejeknya
"hehehe. Namanya juga jomblo sejati. Belum pernah tahu cara deketin cewe"
"mau Lisa ajarin?" tawar Lisa
"emang kamu tahu? Kamu kan juga jomblo dek"
"Hyung ga tahu ya. Semenjak Lisa jadi cantik banyak cowo yang mendekati Lisa. Hyung ga tahu. Setiap pagi meja Lisa penuh dengan barang-barang dari fans-fans Lisa" bercerita dengan bangganya, mengangkat dagunya dan menepuk ringan dadanya.
"emang iya?" tanya Arya.
Lisa menarik tangan Arya menuju kamar Lisa.
setelah membuka pintu kamar Lisa. Lisa menunjukkan setumpuk kado di meja kamarnya. Di kado itupun juga terdapat kata-kata ucapan yang tersematkan.
"gilaak. Adikku famous ternyata" membelalakkan pandangan ke arah kado-kado itu.
"Sebagian kado-kado itu coklat dan cake. Nah makanan itu susah di sini" mengelus-elus perutnya.
"pantas saja kamu mau buat tutorial pdkt. Yang ngajak pdkt kamu banyak to"
"aku ini primadona kampus kak. Aku kan cantik dan pintar"
"iya iya. Kamu cantik dan pintar. Kamu bidadari Hyung" mengacak-acak rambut Lisa.
"hal pertama yang harus Hyung lakuin adalah... Hyung harus punya nomer WhatsApp nya"
__ADS_1