Rainkarnasi Ke Tubuh Cewek Culun

Rainkarnasi Ke Tubuh Cewek Culun
bab 14


__ADS_3

Lisa pindah dari tempat duduknya ke samping Arya. Lalu dia menatap wajah oppanya itu.


"oppa"


"Hmm" balas Arya yang sedang menyetir.


"apa ini hanya kebetulan atau firasatku yang nga enak ya oppa. Soalnya apartemen kak Tiara itu juga tempat apartemen derren. Pacar sahabat Lisa yang meninggal lompat dari gedung itu"


Mendengar ucapan Lisa membuat Arya menghentikan mobilnya dengan mengerem mendadak. Lisa yang kaget dengan rem dadakan itu sedikit terpental ke depan. Untunglah dia menggunakan sabuk pengaman.


Lisa langsung menepuk pundak sang kakak dengan refleks.


"oppa apa apaan sih pake ngerem mendadak segala?" wajah Lisa kesal


"yang kamu katakan itu beneran?" tanya Arya dengan mimik wajah yang serius


"iya oppa. Tadi itu apartemen derren. pacar Nisa" mengulangi perkataan


"apa jangan-jangan derren adiknya Tiara?"


"tadi pas di restoran aku juga kaget dengan pernyataan kak Tiara yang bilang adiknya satu universitas denganku dan kisah adiknya yang sedang frustasi ditinggal kekasihnya untuk selamanya. Tadinya Lisa tidak terlalu curiga. Karena mahasiswa di universitas Seoul itu kan Banyak banget oppa. Sampai saat tadi kita nganterin kak Tiara ke apartemen. Baru aku yakin kalau kak Tiara itu kakaknya derren"


"itu sangat masuk akal Lisa" wajah langsung lesu. Dia tau sang adik sangat membenci derren.


"apa oppa mengkhawatirkan hubungan oppa dan kakak tiara kedepannya?" tanya Lisa sepontan.


"apa kamu akan melarang oppa untuk dekat dengan Tiara, Lisa?"


Tiara meraih tangan Arya dan menggenggamnya kuat.


"oppa ga usah khawatir. Lisa akan mendukung apa yang oppa lakukan. Mengingat oppa selalu mendukung apapun yang Lisa lakukan. Lisa ga akan egois. Lisa akan terima derren sebagai keluarga jika oppa mau ke jenjang yang lebih serius" Lisa mencoba tersenyum walaupun hatinya tersayat.


(mungkin karma yang diterima derren sudah cukup. Dia juga sudah menyesali semuanya. Meskipun nyawa Nisa tidak bisa dikembalikan. Namun mengingat kejadian itu. bukan semuanya adalah salah derren. Sella lah pelaku utamanya. derren juga termasuk korban mengingat derren yang dipaksa menerima cinta sella. Derren juga sudah meminta maaf ke Nisa. Meskipun itu sudah terlambat. Setidaknya Nisa yang asli (Lisa) mendengar permintaan maaf darinya. Baiklah derren. Aku akan memaafkanmu kali ini) batin Lisa yang mencoba menerima dan menguatkan hatinya.


"kamu beneran? Kamu ga papa kan dek?" tanya Arya


"i'am fine oppa. Aku sudah ikhlas jika memang benar derren adalah adik kak Tiara" masih mencoba tersenyum.


"terimakasih sayang" mengecup jidat Lisa.


"baiklah ayo kita pulang. Besok oppa juga harus bekerja dan kamu juga harus kuliah. Besok pagi oppa anter ya" tawar Arya


Lisa hanya mengangguk. Dia masih memikirkan matang-matang dengan resiko menerima derren sang mantan kekasihnya itu.


Setelah sampai monsion. Lisa dan Arya saling berpamitan untuk tidur.


...****************...


sudah pagi. Lisa sudah di antar oleh Arya pergi ke kampus. Dan Arya langsung pergi ke kantornya karena ada meeting pagi.


Lisa berjalan menuju kelasnya. Namun saat di lorong menuju kelas dia berpapasan dengan derren.


"sungguh sangat kebetulan" gumam Lisa.

__ADS_1


Melihat Lisa yang ada di depannya. Derren langsung menghampirinya.


"Lisa" panggilnya


"emm . Kak derren" jawab Lisa


"a-aku ingin mem-" belum selesai mengucapkan apa yang ingin dibicarakan Lisa sudah menarik derren menuju tempat yang lebih sepi.


Setelah memastikan tempatnya sepi. Lisa langsung berbicara kepada derren.


"sudah bicara nya disini saja ya kak" tawar Lisa


Derren menggangguk pelan. Kemudian dia membicarakan apa yang akan di obrolkan.


"Lisa. Aku minta maaf atas apa yang aku lakukan kepadamu dan kepada kekasihku Nisa. Aku sungguh menyesal. Aku terlambat menyadari semuanya. Aku juga salah dulu membullymu dan menginjak injak mentalmu. Aku sungguh minta maaf Lisa. Aku tahu perbuatanku keji. Aku tahu aku tak pantas dikasihani.a-aku" menangis sejadi-jadinya. Dia tak lagi sanggup mengatakan seluruh unek-uneknya.


"Lisa sudah maafin kok kak. Lisa sudah ikhlas. Itu hanya masa lalu. Kita harus melupakan kenangan pahit itu. jadi kakak jangan menangis lagi, okey" menepuk nepuk pundak derren


Mendengar itu derren kembali mengangguk. Namun tangisannya belum kunjung usai. Dia masih merasa bersalah kepada Nisa dan Lisa.


"sudah kak. Ga papa. Nisa juga orang yang baik. Pasti dia juga akan memaafkan kakak"


"aku tak layak dimaafkan. Aku seorang bajingan" mengusap wajahnya kasar.


"tidak kak. Kakak sebenarnya baik. Lisa tau itu. Semuanya bisa berubah jika kakak berani merubahnya. Jadi bukalah halaman baru. lalu robek halaman lama.kakak bisa?"


"entahlah Lisa. Kakak akan mencobanya" dengan nada yang masih terdengar lesu.


Lisa menggangguk pelan mengerti.


"emmm.. Lisa"


"ada apa kak"


"apakah masih pantas kakak suka sama Lisa?" tanya derren dengan wajah yang masih lesu dan matanya yang sudah sembab


"Lisa mau tanya dulu sama kakak"


"tanya apa?"


"apa kak derren punya kakak yang namanya Tiara?" tanya Lisa


"iya. Dia kakak tiriku"


"apa dia sekarang tinggal satu apartemen dengan kakak?" memastikan


Derren menggangguk."ya dia satu apartemen denganku"


"baiklah. Untuk jawaban kakak yang tadi Lisa jawab. Big no kak"


"why?" tanya derren


"kak Tiara itu pacarnya oppaku. oppa Arya"

__ADS_1


Dyarrr..


Harapan derren runtuh seketika.


"ba-bagaimana bisa?" gagap


"kenapa tidak bisa?" jawab Lisa


"kamu serius?"


"kenapa aku harus becanda"


Derren masih tidak percaya.


"kalau kakak tidak percaya. Kakak bisa tanyakan ke kak Tiara?"


"tidak perlu.. Yahh.. Padahal aku begitu menyukaimu Lisa. Tapi kamu ditakdirkan untuk jadi adikku"


"masih mending aku ngasih taunya sekarang kak der. Dari pada aku PHP ke kak der. Nanti kak der sakit hati"


"iya juga. Eh. Tapi dari mana kamu tahu jika Tiara kakakku Lisa?"


"tadi malam aku dan oppaku dinner. Lalu kita mengajak kak Tiara untuk bergabung"


"acara apa?"


"untuk kesuksesan oppaku mendekati kak Tiara"


"ohh.. Apa kak Tiara membicarakan tentang ku?"


"dia membicarakan tentangmu kak. Tapi dia tidak menyebutkan nama. Jadi kita belum tahu saat itu"


"lalu darimana kamu tahu?"


"saat kita menghantarkan kak Tiara pulang. Dia berhenti dan masuk di apartemen yang sama dengan apartemenmu"


"memang kamu tahu apartemenku"


Jederrrr


Lisa lupa jika dirinya yang sekarang bukan Nisa.


"haduhhh.. bagaimana ini aku menjelaskannya" gumamnya


"menjelaskan apa" derren yang masih bisa mendengar gumaman Lisa


"menjelaskan tentang apartemenmu. Nisa dulu pernah menunjukkan bangunan apartemenmu saat aku dan Nisa hendak jalan-jalan" bohongnya


"owalah. pantas"


"i-iya seperti itu"


"kamu memang sangat dekat dengan Nisa ya. Maaf sebelumnya aku benar-benar tidak menau"

__ADS_1


"tidak papa kak. Aku dengan Nisa saat sella tidak bersama kita"


"sella?"


__ADS_2