Rainkarnasi Ke Tubuh Cewek Culun

Rainkarnasi Ke Tubuh Cewek Culun
bab 15


__ADS_3

"sella?" tanya derren


"sella itu keras kak orangnya. Dia suka bully aku. Nisa tau itu. Makanya Nisa bermain denganku saat tidak ada sella. Nisa tau jika saat kita bertiga sella akan mengerjai ku tanpa sepengetahuan Nisa. Makanya aku sangat takut dengan sella" adunya.


"emm.. Begitu ya.. baiklah. Sebagai calon kakak yang baik aku akan melindungi adiknya"


"ciahh. Jadi pahlawan ni ceritanya?" goda Lisa


"iya lah.. tapi gini Lis. aku boleh ga kenalkan kakak sama temenmu yang cantik. Nanti kakak kasih hadiah deh"


"eh.. Baru patah hati udah minta di kenalin sama cewe aja" sindirnya dengan wajah nyinyir


"aku ga mau patah hati berlarut-larut Lis. cukup kemarin aja patah hatiku yang sakit banget. Aku mau melupakan rasa sakit ini aja kok"


"tapi bukan dengan cari cewek lagi kak. itu kesannya kaya kakak cari pelampiasan"


"emm.. Benar juga yah" menimbang-nimbang perkataan Lisa


"ehh. Aku udah hampir telat nih.. Lisa masuk kelas ya kak" melihat jam di tangannya.


"eh Lis. Kakak anter" menawarkan untuk mengantarkan.


"oke deh. Tapi nanti kalo sella lihat gimana?" sebenarnya Lisa ga takut dengan sella menginggat orang yang di tubuh Lisa sekarang bukanlah Lisa yang asli. Namun Lisa mencoba menjadi Lisa yang takut dengan sella berdalih untuk membuat sella cemburu dengan kedekatannya dengan derren. Mengingat derren adalah obsesi bagi sella.


(ini kesempatan bagus untuk membuat sella cemburu dan semakin sakit hati) begitu batin Lisa berucap. Dia benar-benar geram dengan tingkah mantan sahabatnya itu.


Derren dan Lisa sekarang sudah berada di depan kelas. Di balik cendela tampak seorang wanita sedang mengintip di sana. Menyadari itupun Lisa dengan sengaja menggandeng tangan derren untuk membuat wanita itu cemburu dan marah.


Dan benar saja wanita itu pun wajahnya sudah terlihat menghitam. Dia geram dengan apa yang dilakukan Lisa dengan mantan kekasihnya yang masih di kejar-kejar itu.


Siapa lagi kalau bukan sella. Wanita itu nampak geram dengan pemandangan yang ada di depan kelas itu. Dengan berlumuran emosi dia menghampiri kedua insan itu.


"plakk"


Satu tamparan melayang dan mendarat di pipi Lisa. Sontak Lisa dibuat kaget dan menoleh menghadap orang yang menamparnya itu.

__ADS_1


"apa-apaan sih kamu sel. Dateng-dateng main tampar aja" sentak Lisa tak terima.


Melihat hal yang sama. Derren reflek memegang pipi Lisa yang sudah memerah itu. "kamu ga papa kan dek?" tanya derren sepontan.


"dek?" tanya sella memotong obrolan mereka.


Lisa masih menunduk pura-pura ketakutan untuk memicu keributan derren dan sella.


(Lats play the game) batin Lisa sembari smirk tersenyum kemenangan di dalam hatinya.


Sella masih menatap kedua orang yang masih di depannya itu. Dengan pertanyaan yang masih menggantung sebab belum ada kejelasan dari derren maupun Lisa.


derren yang masih geram dengan perlakuan sella ke Lisa malah membahas hal lain. " kalo sampe terjadi apa-apa pada adikku kamu harus bertanggung jawab sella" jelas derren dengan mata yang memerah dengan nada tinggi yang ditunjukan untuk mantan pacarnya itu.


"adik?" sella masih bingung dengan ucapan yang dilontarkan derren.


"sella jangan karena aku terlihat lemah dan mudah ditindas sehingga kamu bisa seenaknya saja sama aku. Aku dulu memang diam saat kamu membullyku. namun sekarang aku akan melawan sella. Aku tidak akan tinggal diam" balas Lisa yang masih menggunakan mimik wajah ketakutan.


"sella. Stop gangguanin Lisa. Apa sudah puas kamu ganggu dia dulu. Apa sudah cukup kamu lukain hati Nisa dan jatuhin mental Lisa" sambung derren yang masih tersulut emosi.


"Nisa sudah mati der. dan untuk Lisa, dia mau rebut kamu dari aku. Aku ga terima itu"


"AKU GA MAU REBUT KAK DERREN DARI KAMU SELL. UDAH UDAH CUKUP."


"bagus kalo kamu sadar diri. Derren itu hanya untuk gue. Cuma gue yang berhak miliki derren. Kamu paham Lisa"


"Lo salah paham sel.. Gue sama kak derren ga ada hubungan seperti yang kamu maksud. oppaku dan kakak derren pacaran jadi ga mungkin aku Deket dengan derren" tadinya Lisa mau membuat perhitungan dengan sella. Namun dia punya rencana lain.


"apa?? Beneran?" tanya sella masih ragu dan enggan percaya.


"kalo ga percaya ya ga papa kok sel. Yang pasti Lo cemburu pada orang yang salah" ucap Lisa mengingatkan


"yaudah dek. Kamu mau ke UKS atau langsung ke kelas?" tanya derren tanpa memperhatikan sella yang masih ada di dekatnya.


"ga kak. Aku mau ke kelas aja. pipi Lisa udah mendingan kok"

__ADS_1


Tiba-tiba dosen berjalan ke gerombolan orang yang masih melihat drama sella,Lisa dan derren.


"apa ini ramai-ramai, bubar!" sentak dosen itu langsung memasuki kelas.


para siswa disana langsung membubarkan diri sembari bisik-bisik masalah Lisa dan sella.


setelah selesai pelajaran. tiba-tiba Lisa yang sedang asyik memasukan tabletnya ke ranselnya dikagetkan dengan orang yang berdiri di depan mejanya.


"kenapa sell? Masih mau ngajak ribut?" dengan nada santai menanggapi sella yang wajah sella terlihat masih sangat emosi.


"yang Lo katain tadi bener? masalah kakak derren sama oppa kamu?" masih penasaran.


Lisa hanya mengangguk pelan dengan masih bebenah mau pulang.


"jadi Lo Bakan jadi adek derren dong kalo gitu" masih mencerca pertanyaan.


"iya sell" nada malas.


"bukannya derren tadi suka sama Lo?"


"dari mana Lo tahu kalo derren suka sama gue"


"bukan siapa-siapa. Tahu aja dari pendangan derren ke kamu"


"entahlah" jawab Lisa santai.


"yaudah sel. Aku pulang dulu ya. Oppaku udah jemput di depan. takut nunggu kelamaan" berdiri dan hendak pergi. Namun belum sempat berjalan menuju keluar kelas. Lisa sudah di hadang sella lagi yang masih penasaran.


"jadi kamu di dekat derren bukan karena kamu suka sama derren?"


Lisa Memutar bola mata malas"enggak sell"


"bagus deh. Jadi kamu bakal jadi adeknya derren dong nanti"


Lisa hanya mengangguk lalu memaksakan bibirnya untuk tersenyum kecut.

__ADS_1


"Lis. maaf ya soal tadi aku tiba-tiba nampar kamu. Dan maaf juga dengan aku yang dulu bully kamu. Aku bakal berubah kok. Aku ga bakal ulangiin lagi apa hal buruk akan terjadi sama dulu. Yah salah satunya yaitu bully kamu"


(ya sepertinya rencana akan berjalan lebih mulus dari dugaan) batin Lisa kemudian tersenyum di sudut bibirnya


__ADS_2