Rainkarnasi Ke Tubuh Cewek Culun

Rainkarnasi Ke Tubuh Cewek Culun
bab 16


__ADS_3

"oppa!! Oppa mau ke mana pagi-pagi udah rapi. Ini kan weekend?" menatap sang kakak yang sudah berpenampilan rapi dengan celana jeans dan jaket kulit.


"kakak mau jalan-jalan sama Tiara" jawabnya santai dengan tangan yang masih mencoba merapikan diri.


"oppa ga bawa mobil?"


"enggak. Oppa mau pakai motor" mengambil kunci motor gede miliknya.


"Lisa boleh ikut ga. Lisa mau main ke tempatnya derren"


Mendengar itu membuat Arya syok. Bagaimana tidak sebelumnya sang adik sangat membenci calon adik iparnya itu.


Arya mengernyit kan dahinya lalu menatap sang adik dengan mimik wajah serius "kamu ga bercanda kan sayang. Kenapa tiba-tiba minta main ke apartemen derren. Bukankah kalian lagi marahan"


"kemaren ga sengaja ketemu di lorong kelas. Dia ngejar Lisa. trus dia minta maaf sambil nangis-nangis. Abis itu dia bilang kalo dia udah nyesel ngelakuin semuanya. Dia juga minta maaf sama Lisa at-" Lisa langsung menghentikan obrolannya. Dia lupa bahwa Lisa yang asli tidak pernah bercerita tentang pembullyan yang menerpanya.


"minta maaf tentang apa?"


"ten- emmm.. Tentang dia yang udah nyakitin sahabat Lisa, Nisa" membuat alasan lain.


"yaudah. Kamu siap-siap. Jangan lama-lama. Nanti keburu siang." titahnya


"Lisa udah mandi kok kak tinggal ganti baju" lari menuju kamarnya.


Arya hanya menggeleng-geleng kan kepalanya.


...****************...


di depan apartemen derren.


"kamu beneran udah baikan kan dek?. Kamu ga bohongin oppa kan?"


"enggak kok oppa. Suerr" cengengesan.


"yaudah ayo masuk" merangkul Lisa.


"emang oppa tahu tempatnya? Maksudnya unit berapanya?"


"oppa tahu kok. Tadi Tiara udah WhatsApp kakak unit berapanya" jelas Arya.


Mendengar itu Lisa hanya mengangguk pelan lalu melanjutkan jalannya menuju ke gedung apartemen derren.


terdengar suara bel apartemennya derren. Suara pintu apartemen derren. Mendengar itu derren pun langsung membukakan pintunya.


Melihat Lisa dan Arya.


"loh Lisa kamu juga ikut" ucap derren melihat Lisa bersebelahan dengan sang kakak ipar.


"Hyung ayo masuk, Lisa yuk masuk" ucap derren kepada Arya dan Lisa.


Lisa dan Arya pun masuk ke tempat itu. Kemudian suara pintu salah satu kamar terbuka. Wanita dengan paras cantik dan anggun keluar dari kamar itu. Dia menggunakan dress warna pink muda dengan tas selempang yang kecil warna putih. rambutnya di biarkan terurai dengan make up tipis sehingga nampak natural.


"wahh . Kak Tiara cantik banget" cletuk Lisa.


Namun berbeda dengan Arya. Dia tampak terpesona melihat penampilan Tiara. Biasanya wanita yang disukainya itu berpenampilan kasual dengan baju ala perkantoran. Dan melihat Tiara menggunakan dress dengan dandanan yang berbeda membuat Arya sekali lagi jatuh hati kepada wanita tersebut.


Tetapi terdengar suara yang tiba-tiba membuat Arya tersadar dari lamunannya.


"loh Arya udah Dateng. Lisa juga ikut?" ucap Tiara.

__ADS_1


"iya kak Lisa ikut. tapi Lisa mau main sama kak derren kok bukan jadi obat nyamuk kalian" melirik derren


"loh. Kalian ini udah saling kenal toh" Tiara sedikit kaget.


Lisa menggangguk pelan.


"Lisa itu sahabat Nisa kak" balas derren yang membuat Tiara makin tercengang.


"apa?. Nisa pacar kamu itu?" cletuk Tiara sepontan.


Derren mengangguk.


"beneran Lis" menatap Lisa


"iya kak. Aku satu kelas sama Nisa. Dan aku juga sahabatnya Nisa"


"Lho lho.. Kamu ga marah sama derren?" ucap Tiara lagi.


"tadinya marah kak. Kecewa juga karena kak derren nyakitin sahabat Lisa. Tapi Lisa udah maafin kok kak. Kalo kita berlarut-larut, kasihan Nisa nanti di sana"


Tiara mengangguk mengerti.


"ayo sayang. Nanti kita terlambat nonton bioskopnya" ucap Arya yang membuat Lisa syok dan seketika menatap sang oppa.


"oppa udah jadian sama kak Tiara?" sepontan


"udah lah" bangga


"ih kok oppa ga bilang sama Lisa"


"kenapa harus bilang coba" nada santai.


"tau gitu kan aku sama derren minta PJ"


"PAJAK JADIAN OPPA" sedikit berteriak.


"emang pacaran ada bayar pajak ya?" tanya Arya yang polos. Mengingat sang kakak ga pernah dekat dengan gadis apa lagi pacaran.


Mendengar itu Lisa hanya bisa tepok jidat, begitupun dengan Tiara dan derren. mereka lalu cekikikan melihat kelakuan oppa Lisa itu.


"udah udah. Yuk berangkat Ar" menggandeng tangan Arya.


"kita kencan dulu ya" ucap Arya sedikit pamer dan melambaikan tangannya.


"ihh . Baru pacaran sekali pamer" nyinyir Lisa.


Mendengar nyinyiran Lisa derren hanya terkekeh. Dan mengacak-acak rambut Lisa gemas.


"Lisa kamu ga kencan sama pacarmu" tanya derren.


"Lisa ga ada pacar" jawab Lisa ketus. Dia sedikit kesal dengan derren karena mengacak-acak rambutnya.


"loh kamu marah sama kakak"


"gak"


"lah terus. Kenapa tiba-tiba cuek"


"Lisa cerewet gini di bilang cuek"

__ADS_1


"tapi nada bicaranya ketus Lisa" mengelus kepala Lisa.


"lagian kakak suka banget ngacak-acak rambut Lisa" nada kesal


"kakak cuma gemas kok. abis Lisa lucu. Coba kalo kamu makanan udah kakak Telen deh" mencoba ngerayu.


wajah Lisa memerah malu. "ah. Kakak gitu. Gombal" mulai meleleh.


"eh. Mana ada gombal lhoo"


"iya kakak gombal pokoknya"


"eh ga papa lho gombal sama adek sendiri juga"


"tapi-" belum selesai Lisa berbicara dengan derren tiba-tiba terdengar bunyi bel apartemen itu


"siapa kak pagi-pagi udah kesini? Kakak janjian sama cewek?"


"enggak kok Lis" berjalan menuju pintu.


derren melihat ke arah layar kamera pintu.


"itu sella" lirih derren.


"haduhh. Gimana dong. Kak Tiara sama oppa udah keluar lagi" sambung Lisa.


"kita pura-pura pacaran gimana?" tawar derren


"tapi kan kemarin Lisa udah ngejelasin kalo kita ga pacaran kak"


"haduh gimana dong" menumpuk jidatnya.


Mendengar suara bel kembali.


"huftt" derren mengendus kasar.


"udah lah kak. Buka aja dulu" desak Lisa


derren menggangguk kemudian membukakan pintu.


"hai der" melambaikan tangan "loh Lis. Lo ngapain ke sini"


terbesit pikiran gila Lisa. Dia lalu merangkul derren di depan sella.


"oppa!! Oppa janjian sama sella" bernada manja.


derren langsung mengerti gerak gerik Lisa.


"enggak kok sayang. oppa ga janjian sama sella" balas akting derren.


"tapi kok sella kesini oppa?" melirik sella.


"oppa juga ga tahu sayang" mengelus rambut Lisa.


"sella. Ngapain kamu kesini?" tanya Lisa.


"emm.. Aku mau ajak derren main. Ini kan weekend"


"tapi oppa derren lagi ga mau main. Iya kan oppa" nada manja.

__ADS_1


meskipun sella sudah tahu jika Lisa dan derren akan menjadi kakak adik nantinya. Namun sella masih ditutupi kabut cemburu. Bukan berarti mereka ga pacaran di belakangnya batinnya yang masih ragu dengan pernyataan Lisa kemarin. Belum lagi itu belum ada bukti jika kakak derren dan oppa Lisa memang pacaran.


Hal itu yang membuat hati sella memanas


__ADS_2