Rainkarnasi Ke Tubuh Cewek Culun

Rainkarnasi Ke Tubuh Cewek Culun
bab 19


__ADS_3

"derren takut Lisa berfikiran kalo derren menyelingkuhi Nisa bukan hanya dengan sella kak. Tapi dengan beberapa wanita lainnya. Derren takut kak. Derren takut Lisa juga sakit Hati"


"yaudah kalo gitu besok biar kakak bantu jelaskan sama Lisa ya" ucap Tiara


"enggak kak. Derren maunya sekarang. Ayo kak kita ketemu Lisa" memohon agar dipertemukan dengan Lisa.


"boleh ya Hyung" derren menatap Arya.


"yasudah ayo. Tapi kamu ganti baju dan cuci mukamu" titah Arya.


Derren menggangguk lalu berlari menuju kamar mandi. Setelah berganti pakaian dan membasuh mukanya. Derren, Tiara dan Arya menuju monsion utama arya.


Setelah sampai Arya mempersilahkan derren dan tiara masuk.


"ayo masuk. Aku akan panggilkan anak itu" titah arya


Mereka pun duduk di ruang tamu. Kemudian Arya naik ke lantai dua menuju kamar sang adik.


"sayang. Oppa masuk ya" membuka pintu kamar Lisa.


Lisa tampak habis menangis. Kedua matanya sembab dan rambutnya acak-acakan. Arya yang mengetahui masalahnya mencoba menenangkan sang adik.


"Lisa udah selesai nangisnya" mencoba menggoda lisa


"adiknya lagi patah hati sempat-sempatnya oppa gangguin" nada kesal.


"ehh.. Enggak lho.. Yaudah cepat basuh mukanya. Kakak tunggu di bawah. Kakak Tiara juga di bawah. Mau ngomong sesuatu sama kamu" jelasnya.


"hah?. Ngapain kakak Tiara ke sini kak?" Lisa heran.


"nanti kamu juga tahu. Ayok ke bawah. jangan lama-lama. Kakak juga udah laper soalnya" mengusap usap perutnya tanda lapar.


"iya iya" menggangguk


Selesai membasuh muka dan mengeringkannya. Lisa pun turun ke bawah.


"matamu kenapa Lisa?" tanya Tiara.


"ga papa.. Kemasukan gajah tadi" cletuk Lisa


"emang bisa gajah masuk ke mata?" tanya Arya


"bisa lah.. Gajahnya di leser pengecilan.. Trus masuk deh ke mata.. Kenapa sih kak Tiara sama oppa bawa kak derren ke sini buat mood tambah buruk aja" melirik sinis derren.

__ADS_1


"gini lho Lis.. Kamu ini cuma salah paham sama derren" ucap Tiara


"salah paham gimana coba.. orang ada saksinya si kampret sella itu" melengos ke pandangan lain.


Tiara mulai mendekati Lisa. Duduk di sebelahnya dan menggenggam tangan Lisa.


"gini lho Lis. Kamu itu beneran salah paham.. Yang di maksud sella cewek yang ngaku-ngaku jadi pacar derren itu kak Tiara sendiri" Tiara mulai menjelaskan.


Lisa sontak menatap Tiara lekat-lekat. "hah? Maksudnya?" masih bingung.


"iya. kakak kan pernah cerita sama kamu kan di restoran pas sama Arya juga kalau aku baru aja pindahan ke apartemen adikku"


Lisa hanya mengangguk.


"nah itu pas kakak pindahan ke apartemen derren. Kita lihat sella udah ada di depan pintu apartemen. Buat ngusir dan manas-manasin sella, kakak pura-pura deh jadi pacarnya derren"


"masa sih.. emang gitu ceritanya?"


"iya sayang. Jadi stop salah paham. Kasihan tu derren.. Dia sampai nangis-nangis takut kamu ke napa-napa gara-gara ucapan sella" melirik derren.


Lisa langsung menatap derren.


"yang diucapin kak Tiara benar kan der?"


"owalah jadi gitu. jadi Lisa salah paham nih. Tapi kenapa tadi kakak ga ngomong pas di apartemen sih" Lisa kesal.


"bukan kakak ga mau ngomong. cuman di situ kan ada sella. Nanti gagal lagi rencana kita buat manas-manasin dia"


Lisa menggangguk mengerti. "maaf ya kak der.lisa salah paham. Lisa cuman ga suka kak der selingkuhin Nisa. Nyakitin Nisa. Nisa itu sahabat Lisa. Dan Lisa juga takut kalo kak derren kaya dulu lagi" menatap derren.


derren mendekat pada Lisa. Dia jongkok di depan Lisa. Menggenggam tangan Lisa.


"maaf ya sayang. Kakak ngecewain Lisa lagi. Kakak janji kakak bakal jadi yang lebih baik lagi" mengelus tangan Lisa dengan ibu jari. Menatap Lisa dengan tatapan lembut lalu tersenyum.


"janji ya oppa" ujar Lisa lalu mengangkat jari kelingking


"iya janji sayang" mengangkat jari kelingking lalu menyatukannya.


"udah ni dramanya.. Yok makan. aku lapar" Arya mengusap-usap perutnya.


Derren, Lisa dan Tiara yang melihat itu hanya tertawa cekikikan.


"orang laper beneran malah diketawain.. Gara-gara ini drama. Aku jadi gagal diner sama bebeb Tiara" gerutu Arya.

__ADS_1


"hahaha.. Maaf ya oppa. Ya udah ayo kita diner di sini aja. Lagian ramai juga ga papa kan Malah seru" saut Lisa


"tapi aku maunya berdua sama sembeb Lisa" rengeknya.


"yaudah yaudah ayo makan" titah Tiara sembari menarik tangan Arya menuju ruang makan.


...****************...


"bryen. Temenin gue ya.. gue lagi sedih di tolak crush gue" rengek sella dalam keadaan mabuk berat.


"kamu itu kalo mabuk ga nyusahin bisa ga sih nona" membopong sella menuju kamar hotel.


"Lo jadi sugar babyku mau ga bry. Nanti ku kasih 10 juta per bulan" tawar sella


"kamu udah ngelantur dehh.." kesal bryen.


"ayo lah bry.. Mau ya. Isi kekosongan hati gue. gue cape ngejar derren Mulu. Gue butuh pelampiasan. Gue tahu kok Lo itu butuh duit. Mau ya 10 juta per bulan?"


"enggak ya sel. cukup. Gue tahu gue miskin tapi gue ga mau pake jalan ga bener buat dapet duit" sentak bryen.


Bryen sadar dia adalah orang ga punya. Bahkan untuk kesehariannya sulit. Belum lagi untuk biaya sekolah kedua adiknya yang masih SMP dan SD. kedua orang tuanya bercerai. Mereka tidak mau mengurus anak-anak. Sehingga untuk menghidupi adik-adik bryen sudah jadi tanggung jawab yang berat baginya.


byen baru lulus SMA. Dia juga terpaksa kerja di club malam. Karena hanya di sana gajinya lumayan besar. Meskipun masih pas-pasan.


Sebenarnya dia tertarik dengan tawaran sella. Tapi dia tidak mau menghidupi adiknya menggunakan uang dari hal seperti itu. Mengingatkan uang dari diskotik saja dia merasa jika itu termasuk uang haram.


"brukk" meletakkan sella di atas ranjang.


"nanti uangnya transfer aja. Ya udah gua tinggal ya"


"bry.. Temenin gue.. Gue butuh teman curhat" gerutu sella.


"tapi ini udah malem banget sel. Kasihan adek-adek gue nunggu di rumah"


"ayolah bry. Lo temen satu-satunya yang gue punya saat ini.. Gue janji ga bakal apa-apain Lo" sella mengubah posisinya menjadi duduk.


"hemm.. Yaudah jangan lama-lama. Adek gue nungguin" duduk di samping sella.


"grepp" sella memeluk bryen secara tiba-tiba.


"lepas sel" ingin melepaskan pelukan sella.


"biarin gue gini dulu baru. Gue butuh kehangatan" nada mulai melembut.

__ADS_1


"Lo tahu bry. Orang tua gue itu gila harta. Mereka semua kerja sampai lupa jika dia punya anak kaya gue. Gue anak nomor dua dari keluarga gue. Kakak gue yang pertama cowok. Dia calon penerus bisnis orang tua gue.sehingga mereka lebih fokus dengan kakak. Kelahiran gue mungkin ga di harapkan. Karena pada kenyataannya gue ga pernah dapet perhatian"


__ADS_2