
"kanapa sih sel. Lu kasar banget"ucap derren marah.
"lu sekarang tu pacar gue der. Lo lupa?. Berani banget Lo sekarang deketin cewe lain" ucap sella yang masih meninggikan suaranya.
"Lo udah berani bentak gue sel. Inget sel Lo duluan yang ngegoda gue. Bukan gue yang ngedeketin Lo" balas derren
"gua ga pernah sadar kalo Lo itu sekasar ini.kalo gue tahu gue bakal tetep milih Nisa. Dia cantik dia lembut" derren mulai muak dengan sikap keras dan posesif sella.
"bukannya Lo tahu kalo gue yang dorong nisa. Lo kenapa juga banding-bandingin gue sama dia. Dia itu miskin der. Dia ga bisa nurutin apa yang Lo mau"
"tapi dia ga seposesif Lo sel. Dia lebih pengertian dia lebih bisa diandalkan meskipun bukan dari segi uang" membela Nisa.
"udahlah der. Nisa itu udah ga ada. Kenapa sih akhir-akhir ini Lo ngebandingin gue sama dia terus.. Dia udah mati der mati" sella semakin emosi dibuatnya karena akhir-akhir ini derren sering membandingkannya dengan Nisa.
"gue cape ya sel. gue minta break" menghempaskan tangan yang di genggam sella lalu pergi meninggalkannya.
Lisa menguping dari balik dinding. Dia tersenyum puas mendengar pertengkaran dua sejoli yang pernah jadi orang terdekatnya itu.
(bahkan mati pun gue masih jadi pemenangnya sel) batin Lisa
Lisa pun mengikuti derren.
"kak der" teriaknya memanggil derren
Derren pun menoleh ke arah panggilan dan betapa bahagianya dia jika yang memanggilnya adalah wanita yang dikaguminya.
"iya ada apa Lis?" tanya derren.
"gini kak. Kalo ucapan Lisa tadi di kantin buat kakak terluka maafin Lisa ya kak" menunduk berpura-pura bersalah
"iya ga papa kok. Kamu juga bukan sengaja kan" mengacak-acak rambut Lisa.
"hehe.. Iya kak. Kakak jangan acak-acak rambut Lisa dong.. Nanti Lisa jadi jelek gimana" ucapnya dengan nada manja.
"mana ada kamu jelek. Cantik gini di bilang jelek. Cuman orang rabun yang bilang kalo kamu jelek Lisa" gombal derren
"mana ada Lisa cantik. Lisa biasa aja. Kakak jangan kaya gitu lah. Nanti pacar kakak marah loh"
"pacar?" tanya derren
"iya kak pacar. Bukannya sella itu pacar baru kakak ya.. Tadi aja tarik-tarik lengan kakak" ucap Lisa dengan nada polosnyaa.
"eh enggak kok Lisa. Kakak ga ada pacar. Mungkin sella emosi karena kalian tadi membicarakan Nisa. Tadi kakak disuruh marahin kalian tapi kakak ga tega marahinnya. Jadi kakak cuma nasehati. Ehh malah sella ga terima. Jadi dia seret tangan kakak tadi" menjelaskan tentang hubungannya dia dengan sella.
"lagi pula sella itu sahabat terdekatnya Nisa. Mana mungkin dia memacari kakak" menjelaskan kembali.
"masa sih kak. tapi ya kak. Kayaknya sella tu suka sama kakak.. Kelihatan banget kok dari tatapannya" mengompori
__ADS_1
"ah kamu jangan ngomong kaya gitu lah Lis. mana mungkin kakak suka sama sahabat almarhum Nisa"
"suka juga ga papa kok kak.. lagian Nisa juga udah ga ada"
"ih.. Kamu itu ngomong apa sih Lis" salah tingkah.
Sella berlari menghampiri mereka berdua.
"jadi bener der. Lo mau deketin cewe udik ini" melirik sinis Lisa.
Lisa berpura-pura ketakutan dan menunduk.
"apaan sih sel. Enggak. Lo kenapa sih" ucap derren geram
"Lo tu cuman punya gue der. Ga ada cewe lain yang bisa dapetin Lo" tegas sella.
"emm.. Ma-maaf ya sella. gue ga tahu kalo kak derren sama Lo pacaran. Ta-tadi kata kak derren dia ga suka sama Lo sel. Katanya dia ga mungkin suka sama sahabat pacarnya sendiri"
Jederrrr
Mendengar ucapan Lisa membuat sella naik pitam. wajahnya terlihat sangat kesal. Dia benar-benar ga di anggap sama derren dan itu membuat amarahnya semakin ber api-api.
"bener ucapan dia der?" sembari menunjuk Lisa.
"Lo ga anggap gue pacar lo. Lo jahat der" menangis dan pergi meninggalkan mereka berdua.
"kakak kenapa sih. Ga papa kali kak kalau sella suka sama kakak ataupun pacaran kan ga ada sangkut pautnya sama Lisa"
"satu lagi kak. Kayaknya kita harus jaga jarak kak. Lisa takut sama sella. Dia selalu kasar sama Lisa. Di kelas Lisa jadi bahan Bullyan sama dia. Jadi Lisa takut" ekspresi takut.
"sella? Bully kamu?" tanya derren.
"eh..emang kakak ga tahu. Bahkan satu universitas tahu kali kak"
"yasudah ya kak.. Kakak jangan deketin Lisa lagi. Lisa takut kak sella marah-marah" Lisa meninggalkan derren sendirian.
"anj- belum sempat gue deketin udah disuruh ngejauh aja. Gua ga mau tahu Lo harus jadi milik gue Lis. Harus" menendang angin.
Sambungan telepon
📱"Hyung. Hyung dimana?" berdiri di depan kampus
📱"sebentar sayang, jalanan masih macet. 15 menit lagi Hyung sampai. Lisa tunggu bentar ya"
📱"yaudah. Lisa tunggu dekat pos satpam"
📱"oke sayang"
__ADS_1
Mematikan sambungan.
"Lisa!" teriak seorang pria lalu menghampiri Lisa menggunakan sepeda motor.
"oh. Hay kak derren" jawabnya
"kamu sendiri? Ayo kakak anter?" tawarnya
"eh. enggak kok kak. Lisa dijemput"
"yaudah. Kakak temenin sampai jemputanmu datang yah"
"eh.. Ga usah kak. Bentar lagi jemputannya sampai kok"
Tiba-tiba sebuah mobil mewah berhenti di depan Lisa. Membuka cendela yang mengarah Lisa.
"Lis yok masuk" titahnya
"bentar Hyung" menoleh ke arah derren
"Lisa pulang dulu ya kak" melambaikan tangan dan berjalan menuju mobil.
Melihat kepergian mobil itu.
"gilaaa. Mobil itu kan limited edition. dan siapa orang yang jemput Lisa tadi. sepertinya pernah lihat. Tapi dimana yah"
Derren yang sudah penasaran pun menanyakan kepada satpam yang sedang bertugas di pos jaga.
"pak satpam" panggilnya
"iya ada apa?" jawab satpam itu.
"tadi itu siapa ya. Yang naik mobil. Kaya pernah lihat"
"oh yang warna hitam tadi? Itu mobil tuan Arya"
"Arya? Arya siapa pak?"
"masak tuan Arya aja ga tau. Tuan Arya kan pemenang saham terbesar di universitas ini. Dan dia kan sering muncul di berita-berita itu"
"Arya yang punya saham terbesar di universitas ini, dia yang punya perusahaan TTF itu dong"
"iya yang itu. Masa ga tahu"
"lupa hehehe. Yaudah ya pak. Saya pulang dulu" melajukan motornya meninggalkan kampus.
"apa hubungannya Lisa sama pemilik perusahaan TTF. Apa dia pacarnya? Atau simpanannya?" derren masih bertanya-tanya dengan status Lisa saat ini.
__ADS_1
"anehnya lagi. Ada bidadari di kampus tapi aku baru lihat sekarang. secara Lisa sekelas sama Nisa dan sella. Gua juga sering main ke kelas mereka. Ditambah lagi mereka kan sudah semester tiga.masak iya udah setahun lebih aku ga bisa mengenali wanita secantik Lisa"