Rainkarnasi Ke Tubuh Cewek Culun

Rainkarnasi Ke Tubuh Cewek Culun
bab 17


__ADS_3

"sella. kenapa wajahmu memerah kamu sakit" tanya Lisa sengaja.


"eh.. Enggak kok. Aku ga sakit" masih mencoba meredam amarah.


"ayo masuk aja" menarik tangan sella.


"tadi emang oppa Arya sama kakaknya derren dari sini. mereka mau kencan. Terus aku minta sama oppa Arya buat anterin aku ke apartemen oppa derren. Mau main sama oppa derren" ucap Lisa memanas manasi.


"iya kan oppa" mengelus lengan derren.


"iya. Tadi kakak disini sama oppa nya Lisa. Trus Lisa dititipin di sini" jelas derren


"nih sella aku buatin teh panas. Kayaknya kamu ga enak badan. Kalo ga enak badan ga usah main" menyindir dengan nada halus.


Sella mulai tersulut emosi. namun dia masih menahannya.


"aku ga sakit kok Lis. mungkin wajahku tadi agak merah karena cuacanya mulai panas" ngelesnya.


"iya kah" nada tak percaya.


"Lisa sayang. Kamu mau es krim. Oppa ambilkan ya" tawar derren


"ahh.. Mau oppa. Rasa strawberry yah" tersenyum sumringah.


"sella juga mau es krim der" sambung sella


Derren pun mengambilkan Lisa dan sella es krim.


"nih buat Lo" meletakkan es krim di meja yang ada di hadapan sella.


"ini untuk kesayangannya oppa" memberikan ke Lisa dengan senyuman manisnya.


(kenapa pas sama aku cuek banget. Pas sama Lisa sumringah banget. Anj-) batin sella makin berkoar-koar.


"makasih oppa sayang" balas Lisa tak kalah sumringah.


"kamu mau nonton apa sayang" menyalakan tv dan menekan aplikasi merah.


"aku mau film horror" jawab lisa


"siang-siang kok nonton horor"


"emm.. aku mau yang vampire itu loh oppa.. Twilight saga.. Yang ada pacarku di sana. Jacob namanya"


"ngadi-adi kamu ini dek" menekan menu film yang di maksud Lisa.

__ADS_1


"mau yang bagian mana?"


"yang episode terakhir oppa" menunjuk gambar paling pojok


"oke" menekan tombol play.


Mereka bertiga pun mulai menonton adegan demi adegan di film itu.


"wahhh.. Gantengnya Jacob" teriak Lisa.


"kalo nonton film itu diem" ketus sella.


"ih apaan sih. Ga suka ga usah nonton" sindir Lisa.


Sella kembali diam. Dia tahu jika dia melawan Lisa sekarang pasti dia akan diusir derren nanti. Sehingga sella memilih untuk diam.


Setelah selesai menonton film. Mereka mulai mengobrol.


"Lisa. Lo ga main sama pacar lo" sela sella


"nggak Lo, nggak oppa derren. Kalian tanyanya sama"


"hah masa sih. Mungkin aku sama derren jodoh" sumringah


Lisa dan derren memutar bola mata malas.


"loh. Terus ga main sama temen-temen mu yang banyak itu"


"gak.. males... Mereka deketin Lisa karena Lisa sekarang cantik dan adiknya oppa Arya. Males dehh " memainkan ponselnya.


"lah kok gitu. Kan mereka udah minta maaf Lisa" sambung sella.


"kenapa sih sel. Aku ga boleh main ke tempatnya oppa derren??. Aku tu suka main sama oppa derren" sentak Lisa


"eh- eh enggak lho Lis. Bukan itu maksudnya. Mak- maksud gue itu. Lo kan primadona kampus. Masa ga ada pacar, minimal pendekatan gitu"


"enggak lah. belum mau pacaran dulu.. Nunggu oppa Arya nikah baru aku mau pacaran" jelasnya.


"lah kenapa?" sella penasaran


"yahh.. Mungkin aja oppa Arya putus sama kakaknya oppa derren.. Jadi aku bisa deh Deket sama oppa derren. Ya kan oppa" melirik derren.


"iya lahh. Aku juga nunggu itu. Tergantung kakak aku mah. Kalo dia jadi nikah sama Hyung Arya. kalo enggak ya aku sama Lisa pacaran" sambung derren yang membuat sella tambah kesal.


"bukannya Lo punya pacar ya der.. Yang waktu itu. Cewek yang bawa koper gede itu."

__ADS_1


Orang yang di maksud sella adalah Tiara. Sella belum mengetahui jika Tiara adalah kakak derren. Menginggat kemarin Tiara ngaku-ngaku sebagai pacar derren saat Tiara pindahan ke apartemen derren.


Lisa yang mendengar itu pun sontak kaget. Mengenal baru kemarin derren bilang jika dia suka sama Lisa dan ingin dekat dengannya. Lisa tahu jika Lisa tidak mungkin pacaran dengan derren. Sehingga mendengar apa yang sella bicarakan membuat Lisa kecewa dengan derren.


Mendengar itu pula derren langsung melirik Lisa. Betapa terkejutnya dia. Wajah Lisa mulai lesu. Wajah kekecewaannya terpampang jelas. Lisa hanya menunduk dan tak bicara satu kata pun.


Derren ingin menjelaskan kepada Lisa saat itu juga Namun keberadaan sella membuat derren mengurungkan untuk menjelaskannya saat ini.


"aku pulang ya kak der" ucap Lisa dengan nada lesu.


"mau kemana Lis? ga nunggu kak Arya dulu?"


"ga. Aku naik taksi aja" membereskan barang-barang yang dibawanya tadi dan dimasukkan ke dalam tas.


"Lisa" menahan tangan Lisa. "pulangnya oppa anter ya?" tawarnya.


"ga usah oppa. Aku bisa sendiri" nada ketus.


Sella yang melihat mereka berdua semakin curiga jika Lisa dan derren memiliki hubungan di luar kakak adik. mungkin ini kesempatan bagus sella untuk merenggangkan hubungan Lisa dan derren.


"emang derren ga ngasih tahu Lo Lis"


Lisa hanya diam.


"kemarin pas aku ke apartemen ini nunggu derren pulang.. Yah belum ada seminggu lah. Ada cewek yang datang sama derren. Dia cantik. Dia bawa koper gitu. Kata cewek itu dia pacaran sama derren"


Lisa masih diam. Dia mengepalkan tangannya. hatinya mulai berkabut emosi. Dia sudah tidak bisa menahan lagi dengan pernyataan yang dijelaskan sella tadi.


"enggak Lis. Kamu harus dengerin oppa. Oppa ga kaya gitu. Oppa-"


belum selesai derren menyelesaikan ucapannya Lisa berteriak yang membuat sella dan derren pun kaget.


"DIAM KAK DER. APA LAGI YANG MAU KAK DER JELASIN. CUKUP YA KAK. TERNYATA KAKAK GA BISA BERUBAH. KAKAK MASIH SUKA NYAKITIN HATI ORANG." emosinya meledak-ledak.


"enggak Lis. aku ga punya pacar. Beneran" berbicara dengan nada lembut.


"udah ya kak. Aku ga mau denger penjelasan dari kakak. Lisa kecewa" keluar dari apartemen derren.


Lisa berjalan dengan menangis sesenggukan. Dia tak percaya ternyata derren hanya menipunya. Dia merasa kecewe.


(berarti derren punya banyak pacar. Apa sella hanya salah satu dari pacarnya. Apa dia mendekatiku untuk dijadikan mainannya) batinnya


Lisa menggelengkan kepalanya berulang kali. Seakan tak percaya dengan apa yang baru saja diterpanya.


(saat jadi Nisa kamu nyakitin aku. Saat aku jadi orang lain pun kamu masih nyakitin aku der)

__ADS_1


(aku harus balas dendam. Aku ga bakalan biarin kamu bahagia der. Aku akan balas berkali-kali lipat)


Lisa sudah ada di area parkir. Dia duduk meringkuk di pojokan. Dia menangis sejadi-jadinya. Kekecewaannya berkali-kali lipat. Mengingat orang yang dimaafkannha adalah orang yang membuatnya begitu kecewa. Dia sudah memberikan dua kali kesempatan untuk berubah. Namun derren masihlah derren yang suka menyakiti, pikir Lisa.


__ADS_2