
pria itu mengusap baru nisan yang ada di hadapannya.
"hallo mom, hallo ded. Arya Dateng nih. Arya kangen sama mom and ded. Kalian pasti baik-baik kan di sana. Arya turut bahagia atas kebahagiaan kalian di sana mom ded" ucap Arya di depan makam itu.
"hallo mom, ded. Aku Tiara" melambaikan tangan ke kedua makam itu.
"mom, ded, gadis jelek ini dia Tiara. Bulan depan Arya sama dia bakal nikah. Mom and ded restui ya. Mom and ded do'akan kita supaya langgeng ya. Supaya keluarga baru arya tetap harmonis dan bahagia selamanya" melirik sekilas Tiara lalu menatap nisan itu kembali dan mengusapnya.
"ih enggak ya mom, ded, cantik gini di bilang jelek" melirik sinis arya.
"hehe.. Iya sayang. Kamu cantik. Makanya aku naksir kamu" ucap Arya. Dia takut kekasihnya itu ngambek trus diemin dia.
...****************...
"ih oppa der, Lisa maunya yang itu bukan yang ini" menunjuk salah satu boneka.
"yaudah. Gimana kalo dua-duanya" tawar derren.
Lisa menggangguk.
"oppa, setelah ini Lisa mau beliin kado buat kak Tiara nanti. Lisa mau beliin dress dan setelan jas couple buat oppa Arya sama kak Tiara" berjalan dengan menenteng dua boneka yang besar.
"sini oppa bawain bonekanya. Kalo gitu kita titipkan dulu bonekanya ke tempat penitipan. Abis itu kita ke boutique" salah satu tangan membawa boneka dan yang satu menggandeng tangan Lisa.
Lisa menggangguk tanda menurut. Mereka pun ke tempat penitipan barang. Setelahnya mereka langsung mampir ke boutique.
"selamat datang nona tuan, ada yang bisa saya bantu" tawar pegawai boutique itu.
"kak, saya mau pesan baju dress dan setelan jas couple. Untuk ukuran dress-nya satu ukuran lebih besar dari tubuh saya. terus untuk ukuran jas-nya emm.. Seukuran sama orang yang disebelah saya ini. Tapi untuk atasannya lebih besar" jawab Lisa yang langsung menjelaskan untuk ukuran dan maksud pergi ke tempat itu.
Karyawan itu pun menggangguk pelan. Kemudian dia berjalan mengambil buku hasil desain kemudian memberikannya kepada Lisa.
__ADS_1
"ini model-model yang anda maksud nona. Untuk ukurannya nanti bisa di sesuaikan" menunjukkan beberapa gambar.
Lisa dan derren melihat lihat gambar di buku itu. Mereka membolak balikkan lembar demi lembar.
"menurut oppa, bagus yang mana? white, maroon, or black" tanya Lisa ke derren karena bingung harus memilih yang mana.
"emm.. Aku rasa yang ini aja". Menunjuk gambar dengan dress dan setelan jas warna hitam."ini hanya acara kenalan sama orang tua sayang, kalau kita memilihkan dress yang terlalu mewah itu terkesan terlalu berlebihan"
Lisa menggangguk paham. "oppa benar. Tumben oppa pinter" mencolek pipi derren.
"aku memang pintar. Kalo aku ga pintar mana mungkin Nisa mau sama aku" bangganya.
"Nisa? Apa oppa bangga punya pacar seperti Nisa?" tanya Lisa penasaran.
"yah aku sangat bangga. Nisa adalah sosok wanita mahal. Sainganku banyak, jadi perlu banyak waktu dan tenaga untuk mendapatkannya. Dan saat aku mendapatkan Nisa, rasa bangga itu selalu ada. Gadis paling cantik di kampus dan paling pintar telah menjadi kekasihku. Sayangnya kehadiran Bella merusak segalanya. Dia menggodaku, memberiku obat perangsang agar aku bisa ditidurinya. Aku terlena oleh rayuannya. Sehingga aku meninggalkan nisaku yang cantik" mata derren mulai berkaca-kaca, dia mencoba menahan bendungan air mata yang hampir mengalir.
(aku sudah menduganya kalau semua ini perbuatanmu Bella. Kenapa kau tega sekali terhadapku. Aku sudah berteman denganmu cukup lama. kenapa kau melakukan ini kepadaku. Aku harus mencari tahu semuanya. Aku sudah salah paham kepada derren. Aku juga tidak mau salah paham lagi kepada sella. Aku harus tahu apa alasan sella merebut derren dariku dan apa alasan sella sampai mendorongku dari gedung kampus" batin Nisa.
"Lisa" panggil derren yang sudah berdiri agak jauh darinya dengan membawa dua paper bag berisi pakaian yang tadi mereka pesan. Dan panggilan itu lah yang membuat lamunan Lisa mulai membuyar dan tersadar.
"ahh iya oppa" berdiri lalu berjalan menghampiri derren.
"kamu ga mau pesan dress untuk acara nanti malam Lis?" tanya derren karena sejak tadi Lisa hanya fokus untuk membelikan pakaian untuk Tiara dan Arya.
"enggak oppa. Pakaianku sudah banyak di lemari pakaian. Dan masih banyak yang belum aku pakai" ucap Lisa. Yah memang benar melihat tubuh Lisa yang belum lama menciut.
"oke deh. Yuk kita kemana lagi sekarang" mereka berjalan keluar dari boutique itu.
"emm.. Makan ya oppa. Lisa lapar banget." mengusap-usap perutnya.
"oke deh. Mau makan apa sayang?" tawar derren dengan nada lembut dan mengusap ujung kepala Lisa gemas dengan ekspresi Lisa yang membuatnya gemas.
__ADS_1
"aku mau burger, kentang goreng, chicken katsu dan milkshake strawberry oppa" mata berbinar dan bersemangat.
"emm.. Lats Goo" tangan yang satu menggandeng tangan Lisa dan yang satunya mententeng paper bag.
...****************...
Di restoran yang ada di mall. Derren dan Lisa sedang duduk di salah satu kursi yang ada di restoran itu. Mereka sedang menunggu makanan yang sudah mereka pesan. Sembari menunggu mereka pun mulai berbincang bincang.
"emm. Lisa?" panggil derren.
"iya oppa" jawab singkatnya sembari memainkan ponselnya dengan menggeser-geserkan ke atas dan ke bawah di aplikasi ungu.
"kamu kan cantik nih. Banyak yang naksir. Kenapa kamu ga mau cari pacar gitu"
"aku maunya di kejar oppa. Aku itu gadis mahal. Dan untuk pacar meskipun banyak yang suka sama Lisa, tapi Lisa belum ada yang srek di hati Lisa. jadi mending Lisa jomblo deh daripada nanti cepet-cepet mau punya ehh nanti dianya ga serius lagi" menatap sekilas derren kemudian memainkan ponselnya kembali.
"lahh. Kan mereka pasti ada yang serius kan dek sama kamu" masih kekeh dengan perkataannya.
"terkadang yang ngejar-ngejar dengan sungguh-sungguh itu hanya karena penasaran kak bukan cinta. kaya sella yang ngejar-ngejar oppa. Dia terobsesi bukan bucin" jawab enteng Lisa.
"wahhh menunya udah Dateng" wajah Lisa nampak berbinar melihat makanan yang di taruh di meja satu per satu oleh pelayan restoran itu.
"yeyyy makan" mengambil burger yang tepat di depannya "selamat makan" mulai mengunyah.
"pelan Lis. Ga ada yang rebut kok" dengan sedikit tersenyum.
"aku lapar banget oppa. Aku mau makan yang banyak hari ini" berbicara dengan mulut yang masih penuh dengan makanan.
"kalo ngomong makanannya di Telen dulu. Kaya bocah" melihat Lisa gemas.
"yahh mau gimana lagi oppa. Gadis cantik ini sungguh kelaparan" sudah menelan makanannya dan mulai tersenyum menghadap derren.
__ADS_1