Rainkarnasi Ke Tubuh Cewek Culun

Rainkarnasi Ke Tubuh Cewek Culun
bab 13


__ADS_3

"wahh. Beneran. Bagus dong kalo gitu. Pasti kamu bakal naksir sama adek kakak. Dia ganteng" celetuk Tiara


"ahh.. Bukankah kakak sedang dekat dengan oppa? Kenapa kakak malah mau Mak comblangin aku sama adek kakak" manyun


"ahh. Aku lupa. hehe. Maaf ya. Lagi pula dia sedang patah hati. Mungkin dia juga belum bisa move on dari masa lalunya. Beberapa hari ini dia sangat kacau. Sering melamun dan menangis. dia tadinya tinggal di apartemen sendiri, karena tahu keadaannya beberapa hari ini. Aku memutuskan untuk tinggal satu apartemen dengan dia. Aku takut dia berbuat nekad" cerita Tiara.


"dia abis putus cinta ya kak?" tanya Lisa sepontan


Tiara mengangguk "dia kehilangan kekasihnya untuk selamanya. Kekasihnya meninggal belum lama ini. Dan itu membuatnya sangat frustasi"


DEGH.


Mendengar kata meninggal membuat Lisa teringat dengan derren. Namun setelah di pikir-pikir mahasiswa di sana sangat banyak. besar kemungkinan jika orang yang di maksud Tiara bukan derren. Jadi Lisa mulai menenangkan diri.


"kasihan dia" celetuk Lisa


"yah. Dia sangat kasihan. Bahkan meninggalkannya lama-lama pun aku belum tega" menjawab dengan nada lesu.


"kak" panggil Lisa


"iya Lis. Ada apa?"


"kenapa kakak mau pdkt sama oppa. Dia kan orangnya kaku" celetuk Lisa. Mendengar perkataan itupun Arya melirik sinis Lisa.


"ahh.. Mungkin juga karena aku orang yang kaku. Aku belum pernah pacaran. Aku terlalu fokus dalam hal pekerjaan. sehingga saat Arya menawarkan untuk berkenalan lebih dekat aku juga menyetujuinya"


"wahh.. semoga kakak jadi kakak ipar lisa ya. Lisa suka sama kakak. kakak cantik dan terlihat pintar" puji Lisa


"makasih Lo. Kamu juga cantik banget Lisa.pasti di kampus banyak banget yang ngejar kamu"


"ahh. Enggak kok kak.. cantik itu setandar"


"yakin setandar. Kado dari pria sekampus itu numpuk banyak banget di kamar sampe penuh" celetuk Arya agak kesal dengan kalimat Lisa sebelumnya.


"yah. Mau gimana lagi oppa. Mereka mengirimkannya setiap hari. Dan kadonya beda-beda. Serasa ulang tahun tiap hari"


"wahh.. Kamu primadona to" tanya Tiara penasaran


"emm. Ga tau kak." jawab Lisa polos


"dia itu abis kecelakaan. Sebelum kecelakaan dia itu gendut, culun dan bodoh. Setiap hari hanya menonton kartun sepongbob saja. Setelah koma selama seminggu entah mengapa dia jadi pengen merubah penampilannya. Yah jadi kaya gini" melirik Lisa


"apaan sih oppa. Sebelum kecelakaan juga ku udah cantik" dengan muka cemberut.


"iya iya. Kamu selalu cantik di mata oppa" mengalah


"nah.. Gitu dong. Dukung adiknya kek"


"hei.. Bukannya oppa selalu mendukung apapun langkahmu" nada emosi


"loh kok marah. Oppa aku itu hanya bercanda saja. Kalo aku berani melawan oppa. Nanti aku makan pakai apa? Batu?" masih menggoda

__ADS_1


"yahh.. Kalo oppa sih nga masalah kalo kamu makan batu Lisa. Oppa ikhlas. Nanti oppa masukan di catatan sejarah dunia. Manusia pemakan batu pertama" mengejek


Mendengar itu Lisa langsung melengos. Dia cemberut, memanyunkan mulutnya hingga beberapa centi.


Melihat ekspresi adiknya Arya hanya terkekeh, begitu pun dengan Tiara yang melihat kelakuan kakak beradik itu.


"iya iya Lisa. oppa hanya bercanda. Mana tega oppa membiarkan bidadari kecilku memakan batu. Paling tidak kayu. Ya kan Tiara" melirik Tiara


Tiara yang melihat Arya pun hanya tersenyum dan mengangguk pelan. Menahan tawa.


"oppa.. kamu jahat sekali" melipat kedua tangannya di dada.


"hahaha.. Iya sayang. oppa hanya bercanda saja. Kamu jangan marah lagi. Nanti oppa belikan es krim " rayunya.


"oke" nada ketus.


Tiara dan Arya hanya terkekeh melihat kelakuan Lisa.


"jangan tertawa didepanku. Atau aku akan marah" menekuk wajahnya


"iya sayang. Yasudah kamu pesan lagi es krim yang banyak di restoran ini" tawarnya.


"emm.. Baiklah" memanggil pelayan restoran itu dan memesan beberapa es krim


"aku mau ini ini ini dan ini" menunjuk beberapa makanan penutup


Melihat kelakuan Lisa Arya melongo. Sebab dia memesan banyak es krim dan makanan penutup.


"kamu udah ga diet lagi? Kamu mau gemukin badan lagi?" tanya arya


"emm.. Yaudah oppa minta maaf ya cantik " tersenyum kepada Lisa


"okey" membalas senyumnya.


"Tiara kamu ga nambah menu lagi. Mungkin kamu akan makan es krim bersama Lisa?" tawarnya


"emm . Boleh deh.. aku mau es krim coklat dan vanilla ya kak" titah Tiara kepada pelayan restoran itu.


"baik nona. Kalau begitu saya permisi" memberikan hormat lalu pergi.


"Lisa kamu besok ngampus?" tanya Tiara


"iya kak. lisa ada kelas pagi"


Tiara pun melihat jam yang ada di handphone nya. Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam.


"ini sudah jam 10 malam. Ayo kita pulang." ucap Lisa.


"baiklah. Mari kita pulang" balas Arya.


"Tiara kamu kesini tadi pakai apa?" tanya Arya

__ADS_1


"emm. Aku menggunakan taksi online"


"kalau begitu. Saya antar sekalian boleh?"


"boleh ya kak. Kita mau lihat dimana kakak tinggal" sambung Lisa


"emmm yah baiklah. Ayo kita pulang"


...****************...


Mereka sudah berada di dalam mobil. Tiara dan Lisa ada di belakang sedangkan Arya ada di depan untuk menyetir.


"hey.. Kenapa aku di depan sendiri." gerutu Arya


"oppa pasti mau berdua di depan dengan kak Tiara. Big no oppa.. Tiara harus sama Lisa" merangkul lengan Tiara.


Melihat adiknya yang tidak mau mengalah. Akhirnya Arya yang harus mengalah. Arya pun langsung menyalakan mesin mobilnya. lalu beranjak untuk pergi ke apartemen Tiara tinggal.


"nah.. Di depan belok kanan" ucap Tiara.


"ternyata tidak terlalu jauh dari monsion kita Lis" ucap Arya


Lisa hanya mengangguk. Namun Tiara terkaget.


"benarkah?" cletuk Tiara.


"iya Ra. Monsion kita tinggal melewati dua perempatan depan lalu belok kiri" jelas Arya


Mendengar itu pun Tiara hanya mengangguk.


"stopp ya. Di depan itu" menunjuk sebuah bangunan apartemen.


Lisa dibuat kaget dengan tempat yang ditunjuk Tiara. Sebab tempat itu tidak asing baginya.


(itu apartemen derren!. apakah kak Tiara kakaknya derren. Sebab yang diceritakan kak Tiara tentang adiknya tadi sangat kebetulan persis seperti kisah derren) batin Lisa.


(apa hanya kebetulan apartemen nya sama. haduhh..kalo benar kak Tiara kakaknya derren aku harus bagaimana?) meraup wajahnya kasar.


"Lisa kamu ga papa? Wajah kamu tampak pucat" tanya Tiara melihat Lisa seperti gelisah dan pucat


"a-aku ga papa kok kak" balas Lisa gagap


"Lisa, are you okey?" tanya Arya yang khawatir.


"i'm okey oppa" mencoba tersenyum agar tidak dicurigai.


"kakak turun ya lisa. Ar!. Aku turun ya" menepuk pundak Arya.


"okey. Hati-hati Ra" melambaikan tangan dari cendela mobil.


"kalian yang harus hati-hati. Kan kalian yang pake mobil. Aku mah tinggal masuk kedalam" ucap Tiara

__ADS_1


"hehe.. Bye Tiara" ucap arya


"bye"


__ADS_2