Rainkarnasi Ke Tubuh Cewek Culun

Rainkarnasi Ke Tubuh Cewek Culun
bab 7


__ADS_3

Sella belum menyerah. Dia apartemen derren. Dia ga mau putus gitu aja dengan derren. Dia ingin memperjuangkan derren lagi.


sella menekan bel pintu apartemen derren dan derren pun membukak kan nya.


"ada apa sel?"


"aku pokoknya ga mau putus der. Aku cinta sama kamu. Aku ga mau perjuanganku buat miliki kamu sia-sia" memegang tangan derren dan merosot kan tubuhnya sehingga dia dalam posisi terduduk di lantai.


"gue cinta sama Lo der. Gue cinta" menunuduk dan menangis sejadi-jadinya.


"bangun sel. Lo ngapain kaya gini. Keputusan gue udah bulat" mengangkat bahu sella dan memposisikannya untuk berdiri.


"terus gara-gara apa der? Karena gua ga secantik dan selembut Nisa? Atau gara-gara Lisa cewe udik itu?" menatap mata derren kemudian menunduk lagi.


"bukan karena keduanya sel. Gue udah lupain Nisa karena jika gue masih cinta sama dia gue tahu dia udah ga mungkin lagi balik sama gue" menatap sella


"terus bagaimana dengan Lisa si j*Lang itu" menatap derren kembali.


Kini wajah keduanya saling bertatap. Sella masih dalam keadaan menangis. Matanya sudah sembab.


"kenapa Lo ngomong kaya gitu sama Lisa sel. Dia ga tahu apa-apa" Belanya


"ga tahu apa-apa kamu bilang? Lisa itu cewek udik yang sahabatan sama Nisa. Lo masih ga paham?"


"Lo paham tentang itu?" tanya derren.


"apa Lo lupa? Lo adalah orang yang selalu bantu gue buat ngebully dia" sentak sella


"gue? Bully Lisa?? Sejak kapan?" derren dibuat kebingungan dengan omongan sella.


"lu ga sadar? Lisa itu anak gendut, udik, culun yang selalu kita bully di gudang kampus"


"lu jangan bercanda sel!. Gua ga mungkin bully Lisa. dia cantik dan lembut. Alasan apa yang buat gue bully dia?"

__ADS_1


"Lo inget ga? Lo pernah nendang perut cewek culun di gudang kampus terus Lo siram pakai air comberan, Lo lempar mukanya pake tepung. Lisa yang Lo kenal cantik itu Lisa yang Lo bully dulu" jelas sella


jedarr


Seperti diserang petir di siang bolong. Wanita yang cantik dan lembut yang sangat dia kagumi saat ini adalah wanita udik nan culun yang dia bully dulu saat masih berpacaran dengan sella.


"bagai- bagaimana mungkin" derren terkulai lemas saat mendengar berita itu.


Dia memukul-mukul kepalanya mencoba menyadarkannya. "ini ga mungkin" berteriak histeris.


"ya der. gadis yang Lo suka itu adalah gadis yang Lo sakiti batinnya. Lo ga bakalan bisa jadi milik dia. Mungkin bisa dibilang kalau dia sebenarnya benci sama Lo. Lo harus lebih sadar diri" mengangkat dagu derren dan tersenyum kemenangan.


"Lo jangan nipu gue ya sel. Lo lakuin ini biar gue mundur dapetin Lisa kan?"


"Lo ga percaya? Lo bisa kok besok tanya sendiri ke Lisa" berjalan ke arah sofa dan duduk dengan kaki menyilang.


"gue yakin. Dengan pertanyaan Lo bakal buat Lisa semakin membenci Lo"


"mungkin dia akan teringat dengan kejadian saat Lo bully. Dia akan teringat dengan traumanya"


"ga apapun yang terjadi. Keputusan gue buat putus sama Lo udah bulat sel. sekarang Lo keluar dari apartemen gue. Keluar" menunjuk pintu keluar.


"sudahlah sayang. Aku juga memberi tahu faktanya saja. gitu aja kok marah. Gue yakin lambat lain Lo bakal balik lagi ke gue. Gue bakal dapet derren yang sayang sama gue lagi"


*pergi sel pergi" teriaknya


"Lo pergi sekarang atau gue seret" menatap tajam sella.


Melihat tatapan derren yang menakutkan membuat nyali sella yang tadinya percaya diri menciut. Akhirnya dia memutuskan untuk meninggalkan apartemen itu.


"gue pastikan Lo bakal balik jadi punya gue lagi der" gumam sella.


Sesosok pria itu duduk meringkuk di pojok kamarnya. Dia tak percaya apa yang diperbuatnya kepada Lisa sebelumnya akan berdampak di kehidupan selanjutnya. Dia takut untuk menatap mata indah Lisa kedepannya. Dia takut untuk meminta maaf atas apa kesalahan yang diperbuatnya dulu.dia menyesali segala perbuatannya termasuk mengkhianati Nisa.

__ADS_1


Keesokkan paginya. derren pergi ke toko bunga. Dia membeli seikat bunga tulip. Dia ingin mengunjungi makam mantan kekasihnya itu.


Setelah selesai membeli bunga. Dia bergegas menuju pemakaman. sesampainya di pemakaman. Derren berjalan menuju makan Nisa.


Derren menghela nafas karena dadanya yang begitu sesak. Dia mencoba berbicara dengan mantan kekasihnya yang sudah tidak itu.


"Nisa.. Aku kangen" mengelus Nisan bertuliskan Nisa.. Air mata yang sudah dibendungnya sejak kemarin malam pecah dan terus mengalir.


"Maaf ya sayang, aku baru bisa menjumpaimu setelah kepergianmu yang cukup lama. Nisa.. Maafkan segala perbuatanku ya sayang. Aku sekarang benar-benar menyesal. Andai waktu dapat diputar. Aku tak akan mengkhianatimu sayang. Aku akan setia kepadamu.aku akan selalu ada dipihakmu. maafkan aku yang bodoh ini sehingga aku tergoda dengan godaan sella. Maafkan keteledoranku. maafkan aku yang banyak kekurangan ini. Maafin aku sayang" memeluk nisan sang mantan kekasih.


"a-aku benar-benar bodoh Nisa. kenapa aku membiarkan sella mendorongmu saat itu. Ke-kenapa aku tak menolongmu saat kamu minta tolong. kenapa aku tidak memikirkan akibat kedepannya. Dan akibatnya sekarang aku sangat kehilanganmu Nisa" menangis histeris.


"Nisa. Kembalilah sayang. Aku membutuhkanmu. Dadaku sesak Nisa. Aku merindumu" memukul-mukul dadanya.


"please sayang. kembalilah padaku. Ayo kita mulai semuanya dari awal" mengusap bingkai foto yang ada di makam itu.


"Nisa sayang.. Kamu cantik. Kamu baik. dan aku sangat mencintaimu. Kenapa aku baru tersadar setelah aku benar-benar kehilanganmu sayang. Kembalilah padaku Nisa"


"aku tidak kuat tuhan. Maafkanlah aku" menundukkan kepala.. Memukul-mukul tanah saking frustasinya.


"kenapa aku sebodoh ini. Kenapa aku menyia-nyiakan bidadariku" menangis tiada henti.


tanpa disadari ada seorang wanita yang ada di belakang derren. Dia mendengar semua yang diutarakan derren di makam mantan kekasihnya itu.


Dia tahu derren salah. ini semua adalah karma yang harus dia tanggung akibat perbuatannya kepada sang mantan kekasih.


dia akan kehilangan seseorang yang sudah mencintainya dengan amat tulus. Namun cintanya sekarang tak mungkin terbalaskan. Cinta Nisa yang tulus dibalas dengan pengkhianatan.


Wanita itu membawa bunga mawar putih. Bunga favorit Nisa dan saat didekat makam Nisa dia Mendengar apa yang diutarakan derren.


ucapan demi ucapan yang dilontarkan derren membuat wanita itu menangis namun dia menahannya agar tak ada suara sehingga dia bisa mendengar ucapan derren sampai selesai.


Setelah selesai mengutarakan isi hatinya derren berdiri dan berbalik untuk pulang ke apartemennya.Namun betapa kagetnya dia melihat wanita yang dibelakangnya tadi sudah menangis sesenggukan.

__ADS_1


"li-lisa" ujarnya


__ADS_2