
Lisa sudah berada di monsion utama. setelah selesai mandi, dia yang masih menggunakan kimono memutuskan untuk merebahkan tubuhnya di atas ranjang besar miliknya.
Dia mulai memainkan ponselnya. Hingga dia teringat akan sella.
(apa aku harus menghubungi sella untuk menanyakan masalah derren dan dia) batin Lisa yang masih bertanya-tanya.
"Yasudah lah aku hubungi saja. Daripada aku semakin penasaran. Bisa mati muda aku" gumam Lisa yang kemudian mengetikkan nama sella di aplikasi warna hijau.
📱"hallo sella" spontan Lisa saat menyadari panggilannya sudah di angkat oleh sella.
📱"hallo. Ini siapa ya?" tanya sella. Yang memang nomor kontak Lisa tidak tersimpan di kontak handphone nya.
(oh iya aku lupa kalau aku Lisa bukan Nisa) batin Lisa yang kemudian menepuk jidatnya.
📱"emm.. Aku dapat dari derren sel. Aku Lisa"
📱"oh Lisa ya. Hey Lisa bisa kita ketemu?" tawar sella tanpa aba-aba.
Lisa yang mendengar itu pun sontak kaget. Baru menelfon dan tujuannya ingin bertemu sella malah sellanya yang ngajak ketemuan.
📱"ada apa ya sel?apa karena derren?" tanya Lisa penasaran.
📱"ini bukan karena derren Lis. Aku hanya ingin bertemu denganmu. Aku ingin mengobrol denganmu dan membicarakan sesuatu hal yang penting. Bisa Lis?"menjelaskan dengan gamblang.
📱"emm.. Okey. Mau ketemu di mana?" ucap Lisa.
📱"di caffe yang biasanya Nisa ajak bertemu. Aku juga merindukannya" gumam sella yang membuat Lisa(Nisa) terkejut.
(apa maksud sella? Apa aku beneran salah paham?) batin Lisa semakin bertanya-tanya.
📱"besok sehabis ke kampus aja gimana? Kamu ga ada acara kan?" tanya sella balik.
__ADS_1
📱"oke deh. Kalo gitu pake mobil siapa?"
📱"mobil kamu aja, aku nanti biar dijemput temanku" jelas sella.
📱"boleh. yaudah kalo gitu. Papay sella"
📱"papay Lis"
Memutuskan panggilan.
...****************...
Setelah selesai ngampus sella dan Lisa memutuskan untuk berangkat di sebuah caffe tempat Lisa dan sella janjikan. Tempat dimana kenangan Nisa bersama sella datang.
sebenarnya sella dan Nisa tidak hanya sekedar teman. Sella yang notabene introvert atau penyendiri hanya memiliki sedikit teman. Penyebab dia introvert, sella hanya benci dengan orang-orang munafik yang menjadi temannya karena kekayaan yang sella punya.
Namun saat di bangku SMP dia dipertemukan dengan Nisa. Dia berbeda sekolah dengan sella. Sella sering main ke caffe itu dan Nisa sejak SMP sudah bekerja di caffe itu. Karena seringnya pertemuan diantara keduanya, Nisa dan sella memutuskan untuk berteman.
Saat di bangku SMA Nisa dan sella memutuskan untuk bersekolah di tempat yang sama begitupun saat kuliah. Bahkan mata pelajaran yang mereka ambil sama.
Tujuan awalnya hanya untuk membuat Nisa kembali kepada sella. Namun setelah mendapatkan derren perlakuan hangat derren membuat sella benar-benar jatuh hati kepada lelaki tersebut. Derren dengan pawakannya yang tampan, senyum yang manis dengan lesung pipi yang ada di kedua pipinya, gigi kelinci, hidungnya yang mancung dan orangnya yang sangat humble membuat sella makin tergila-gila dengan derren.
Sehingga yang tadinya ingin menyingkirkan derren malah menjadi terobsesi kepada derren, padahal sella tahu hari derren hanya untuk Nisa. Tapi karena obsesinya dia berfikir bahwa derren harus menjadi miliknya.
Setelah kedatangan bryen. Sella baru tersadar jika cintanya kepada derren bukanlah cinta sesungguhnya. Cinta itu bukan obsesi atau harus dimiliki. Tapi cinta itu adalah keterikatan dia hati. Dan yang dimiliki sella saat itu adalah obsesi.
Dia mengorbankan nyawa sahabat nya untuk mendapatkan derren, dan sella menyesalinya saat ini. sella bertekad untuk merubah semuanya Meskipun terlambat. Dia akan mencoba menjadi sella yang dulu. Sella yang tidak menggangu hubungan orang lain termasuk sahabatnya Nisa.
kehadiran bryen membuat sella tahu jika lelaki yang membuatnya benar-benar jatuh cinta bukanlah derren. Sella tidak pernah merasakan getaran ditubuhnya saat berada di depan Derren. Namun berbeda dengan bryen, saat bertemu pelayan bar itu jantung sella berdebar lebih cepat dari biasanya. Dia yang tadinya merasa bahwa bryen hanya orang biasa namun saat mengenal bryen lebih dekat sella pun tersadar jika hanya bryen lah yang dapat menggerakkan hatinya.
Perlakuan hangat bryen dan bryen yang baru datang di kehidupannya walaupun sebentar dapat memberi warna tersendiri di hati sella. Bisa dibilang Bryen datang di waktu yang tepat, dimana sella saat itu hati sedang terluka dan sesaat kemudian bryen menyembuhkan lukanya sedikit demi sedikit.
__ADS_1
bryen selalu tahu solusi apa yang dapat dilakukan untuk menyembuhkan luka yang ada di hati dan pikiran sella. Bryen bagaikan obat mujarab yang tidak pernah sella jumpai.
...****************...
"sella kita mau duduk di mana?" tanya gadis itu yang sudah celingak-celinguk di depan pintu caffe.
"kita duduk di pojokan sana" menunjuk salah satu meja di pojokan.
Lisa hanya mengangguk pelan. Dia tahu sella memang sering duduk di situ. Sella suka dengan suasana caffe kecil itu. tempatnya tidak terlalu ramai yang membuat sella cukup nyaman dengan suasananya.
Mereka berjalan ke arah meja yang dimaksud kemudian mereka duduk di sana. Sella berada di pojok dan Lisa di depan sella.
"kamu udah tahu tempat ini belum Lis?" tanya sella kemudian sembari mengangkat satu tangannya untuk memanggil pelayan.
"udah.. Nisa pernah bawa aku ke sini" masih memperhatikan sekitar.
"Nisa memang masih bekerja di sini sebelum dia meninggal" jelas sella.
"kamu tahu kenapa tiba-tiba Nisa loncat dari gedung?" tanya Lisa yang sudah penasaran sejak lama.
"kamu tahu sendiri kan jika Nisa pacaran sama derren. Aku tidak rela sahabatku itu punya pacar dan menjauhiku. Aku merasa diduakan Lisa. awalnya aku hanya merebut derren agar Nisa bisa kembali kepadaku. Namun saat aku beneran Deket sama derren aku malah jadi suka sama dia beneran. Dan itu membuat ku terobsesi dengan derren"
Namun bukan jawaban yang ditanyakan Lisa malah sella menceritakan awal mula menyukai derren.
"lalu apakah saat itu derren sudah kamu rebut?" membuka buku menu karena pelayan cafe itu sudah datang. "aku mau milkshake strawberry sama pancake coklat ya kak" menutup buku menu.
"samain aja kak" sambung sella.
"jadi dia milkshake strawberry dan dua pancake coklat ya kak" mengulang pesanan.
"iya" jawab Lisa dan sella yang mengganguk pelan.
__ADS_1
Pelayan itu pun mengangguk pelan. "kalau begitu saya permisi" menunduk.
Sella dan Lisa hanya mengangguk pelan.