Rainkarnasi Ke Tubuh Cewek Culun

Rainkarnasi Ke Tubuh Cewek Culun
bab 21


__ADS_3

Pria itu menatap gadis yang di sebelahnya dengan cukup serius. Dia mengagumi kecantikan gadis itu. Tapi dia masih menepis perasaan yang ia punya. Dia hanya mengganggap wanita itu adalah orang yang baru dia kenal. Menurutnya dia bukanlah tipe gadis yang di idam-idamkannya. Tapi entah mengapa hari ini dia seperti ingin selalu ada di sisinya.


(apa aku hanya iba dan kasihan sama dia. Atau aku mulai menyukainya. Sebenarnya perasaan apa yang aku rasakan saat ini) gumam pria itu.


"bry" panggil gadis itu kepadanya, dia mengkibas-kibaskan tangannya di depan wajahnya agar pria itu tersadar dari lamunannya.


"eh iya ada apa sell" tersadar dari lamunan.


"ngelamun nanti kesambet loh. Apa lagi ini di bawah pohon besar" ucap gadis itu, yang memang mereka duduk di kursi taman yang dekat pohon besar.


"ahh. enggak kok sell. Aku ga melamun. Aku lagi mikir uang buat bayar SPP adikku yang sudah SMP. Udah nunggak dua bulan" pria itu beralasan. Dia tidak mau mengungkapkan apa yang sedang dipikirkannya.


"owalah gitu.. Aku bantu ya.. Aku bayarin" sella sudah mengganggap pria yang disebelahnya sahabat.


Bryen adalah teman sella yang mengenal sella tanpa tau identitasnya. biasanya teman-temannya mendekati sella karena mereka tahu identitasnya. Sella adalah anak dari pengusaha terkaya ke empat di Korea. Mamanya adalah donatur terbesar di kampusnya. Makanya kemarin sella dengan mudah ngerayu derren dengan uang yang dia miliki. Dan itu juga alasan mengapa sella bisa berani merebut derren dari Nisa.


Meski orang tua sella begitu kaya. Namun sella tidak pernah dapat kasih sayang dari kedua orang tuanya. Orang tuanya terlalu fokus dengan perusahaan dan ikatan sosial yang mereka tekuni.


"ehh.. Ga usah kok sel. Kan aku kerja. Itu juga tanggung jawabku" menolak sepontan.


"eh. Ga papa kok bry. Aku ikhlas"


"tapi aku yang ga mau terima sell"


"gini aja. Aku pinjemin ke kamu. Besok kalo udah ada duitnya kamu bisa ganti. Gimana?" tawar sella. Dia mengeluarkan handphone nya kemudian dia mentransfer ke e wallet milik bryen.


"oke. Udah ku transfer. no penolakan pokoknya" memasukkan handphone nya ke dalam tas.


Bryen sontak kaget dengan apa yang di lakukan sella. Dia langsung mengecek benda pipih miliknya itu. Dia menghitung jumlah enol yang ada di aplikasi e wallet miliknya.


"satu dua tiga empat lima.. Lima ratus ribu won!" ucapnya yang membuatnya kaget "ga sell. Aku balikkin ya.. Ini kebanyakan. Aku ga bisa Nerima kalo sebanyak ini" ingin mengembalikan uang yang diberikan sella.

__ADS_1


Melihat itu sella langsung merebut handphone milik bryen.


"eitt.. Ga boleh.. barang yang udah diberikan tidak bisa di kembalikan. Ini setengahnya buat ganti check in hotel, baju, dan jalan-jalan hari ini. Dan setengahnya bisa kamu cicil kalo kamu ada uang" jelasnya panjang lebar.


"inget ya kalo ada duit. Kalo ga ada jangan dipaksain" menatap dalam bryen menggerakkan telunjuknya ke kanan dan ke kiri.


"tapi kebanyakan itu sella. Bahkan check in hotel seperempatnya aja ga sampe segitu" masih ingin menolak.


"tinggal terima aja apa susahnya coba bry. Uang aku banyak. Jadi terima aja ya" tersenyum ke arah bryen.


"hah. Dasar pemaksa. Ya udah sini hapeku. Aku terima yam jangan di tarik. Ikhlas kan?" menghembuskan napas kasar.


"hehe.. Ikhlas kok.. Atau mau di tambahin?" ingin mengambil handphonenya lagi.


"stopp.. Udah udah. Ini udah lebih dari cukup kok" memegang lengan sella untuk menghentikan tindakannya.


Sella lalu terkekeh melihat sikap pria yang baru dikenalnya itu.


Sisi lain. jam sudah menunjukkan pukul empat sore. Jadwal Arya sudah kosong. Atau sengaja dikosongkannya untuk menjemput sang kekasih menuju tempat yang ingin mereka kunjungi.


Arya mulai merapikan berkas-berkas yang ada di mejanya. Dia juga memasukkan beberapa dokumen ke dalam tasnya. Setelah semuanya selesai dia pun mengambil kunci mobilnya yang ada di laci dan mententeng tas yang sudah disiapkannya tadi.


Setelah itu dia menuju mobil yang akan dinaikinya. dia mengendarai mobil dengan kecepatan rata-rata menuju perusahaan tempat pacarnya itu berkerja.


Setelah sampai di perusahaan tempat Tiara bekerja. Arya pun langsung menghubungi sang kekasih menggunakan handphone yang saat ini di genggamannya. Dia mengetik nama Tiara lalu melakukan panggilan.


📱"sayang. Aku udah nunggu di bawah"


📱"oke sayang. Tunggu sebentar ya. Aku turun dulu" mematikan panggilan.


Para karyawan di sana pun menatap keluar cendela. Mereka kebingungan, sebab yang ada di depan perusahaan mereka adalah Arya. Pengusaha muda yang sangat kaya raya. Sedangkan hari ini tidak ada jadwal kunjungan ke perusahaan milik Arya. Lantas kenapa Arya ada di sana?.

__ADS_1


sepuluh menit kemudian. Seorang gadis cantik yang menggunakan baju style kantoran mendekati mobil yang dipakai Arya. Arya sudah menunggu kedatangan gadis itu. Saat ini Arya sedang berdiri dan bersender di pintu mobilnya.


Setelah mengetahui gadis pujaannya sudah mendekatinya. Arya merentangkan kedua tangannya. gadis itu pun sontak berlari ke arah arya lalu memeluknya. Arya kemudian membalas pelukan gadis cantik itu.


Para Karyawan pun di buat kaget untuk ke dua kalinya dengan pemandangan yang ada di depan kantor mereka. Ternyata alasan Arya ada di depan perusahaan mereka bukan tentang bisnis melainkan menunggu sang kekasih yang tak lain adalah Tiara.


Arya membukakan pintu mobil untuk Tiara. Setelah Tiara masuk dan menutup pintu mobilnya itu. Arya melajukan mobilnya ke pemakaman.


Di dalam mobil.


"banyak yang suka kamu di kantor ya?" tanya Arya sedikit serius.


"entahlah" jawab enteng Tiara. "kenapa emangnya?" menoleh ke arah arya yang sedang fokus menyetir.


"enggak. Heran aja. Aku tadi di depan perusahaanmu kok banyak banget yang merhatiin kamu" ucap Arya tanpa menengok ke arah Tiara karena dia masih fokus menyetir.


"mereka itu bukan Suka sama aku. Tapi mereka pasti penasaran kanepa kamu ada di perusahaan. Sekalipun mereka ngeliat aku. Pasti karena mereka penasaran siapa wanita yang ada di dekat Arya" menjelaskan inti masalah dengan sedikit kesal.


"loh kok marah" terkekeh


"aku ga marah. siapa suruh yang ngejar-ngejar aku yang punya perusahaan besar. Ganteng. Baik lagi" puji Tiara untuk kekasih tampannya itu.


"aku tahu aku tampan sayang. Makanya kamu jangan berpaling dari aku. Nanti kamu di katain bodoh loh" menoleh ke arah Tiara sebentar kemudian menonyorkan jidat Tiara dengan jari telunjuk.


"ihh.. Siapa juga yang mau berpaling. kamu kali" melipat kedua tangannya di dada.


"eh.. Enggak lho sayang. susah-susah di kejar. Udah dapet. Masa aku selingkuhin. ga mungkin lah"


"masa" agak judes


"iya sayang. Nanti kalo udah nikah terus aku selingkuh 50% harta aku buat kamu"

__ADS_1


"oke deal"


__ADS_2