Rantai keluarga yang terputus

Rantai keluarga yang terputus
Rantai keluarga yang terputus bab 10


__ADS_3

Ardi menceritakan dari nenek moyangnya sampai detail tentang asal-usul keturunannya. Dia tak segan-segan dan bangga menceritakan tentang neneknya, anak dari keturunan raja rejang. Hanya saja sebelum ia menceritakan ibu dan saudara-saudara nya, mirdok menyela untuk membicarakan yang lain, "oh iya pak... kami tak bisa lama-lama di sini kami mau pergi ke tempat lain untuk mendata". "oh ngak apa-apa" jawab Ardi, "kami pamit dulu pak" lalu mirdok keluar dan pergi bersama timnya.

__ADS_1


Setelah keluar dan pergi dari rumah Ardi mirdok dan timnya tertawa terbahak-bahak "hahah dasar tua Bangka penipu...,, hahah," mirdok tertawa sambil menggerutu, "masa keturunan raja, miskin kayak gitu hahaha", teman mirdok juga ikut bicara. "serasa mau muntah saya mendengarnya". "mungkin keturunan raja kena azab kali hahahah!!" mereka pergi tanpa henti mencaci sambil tertawa-tawa. mirdok dan timnya benar-benar tak percaya apa yang di ceritakan Ardi, wajar saja Ardi hidup penuh dengan kemiskinan, tak mungkin dan tak wajar menjadi keturunan raja, sebagai keturunan raja paling tidak hidupnya tak sesulit dan semiskin itu.

__ADS_1


Mirdok masih tetap mencari siapa saja sanak famili Yanto untuk di telusuri, namun hasilnya sama dan tak memuaskan. Akhirnya ia menemukan seseorang yang lebih mengetahui tentang raja rejang, walaupun ia bukan dari keturunan raja tapi ia banyak mengetahui tentang keturunan raja rejang itu. Ia mengaku kakeknya dulu adalah ajudan dari raja rejang, dan kakeknya selalu menceritakan tentang raja rejang hingga ke anak cucunya. "Semua yang kalian data dan survei tentang Yanto itu benar, ia adalah keturunan raja rejang", sahut ramet kepada mirdok. "apa?, kamu yakin?, terus apa bukti dan dasarnya?" tanya mirdok agak meremehkan, "kalau kalian tak percaya, kalian datang sendiri ke tempat Tiwi dan hazam orang tua dari Yanto, dan tanyai apa dia memiliki selendang?, " selendang" sahut mirdok penuh penasaran. "ia selendang". "hahah semua orang memiliki selendang" mirdok tertawa dan langsung ingin pergi, "tunggu?" ramet menghentikan mirdok, "Itu bukan sembarang selendang, selendang itu benangnya terbuat dari emas, dan dibuat hanya tiga lembar saja, satu di selatan dan dua di Utara". "benarkah?" mirdok bertanya penuh penasaran. "baiklah pak, terimakasih informasinya, nanti jika itu benar saya akan memberikan imbalan kepada bapak ,,, hahaha" mirdok pergi sambil tertawa.

__ADS_1


selang beberapa saat Tiwi keluar dari dalam rumahnya dan menuju ruang tamu di mana mirdok dan timnya berada, tak banyak basa basi cukup perkenalan dan langsung ke intinya. Tiwi menjelaskan semua yang ingin di ketahui mirdok, dan menunjukkan siapa saja saudaranya yang masih hidup baik di Utara maupun selatan.setelah menjelaskannya secara panjang lebar akhirnya mirdok mulai ingin menanyai tentang selendang itu, "Apa?... bagaimana kalian bisa tau tentang selendang itu?" tanya Tiwi kaget. "kami adalah tokoh adat Bu.... kami bisa saja mendapatkan informasi penting ini, memang tugas kami mencatat tentang sejarah adat dan budaya kita ini, biar generasi muda tak melupakan adat, budaya dan asal-usul nenek moyangnya". mendengar itu Tiwi mempercayainya dan merasa terhormat asal-usulnya mau di catat dan di bukukan sebagai sejarah asal-usul keturunan raja rejang. Mirdok mulai menanyakan di mana tepatnya selendang itu di simpan, siap yang menyimpannya dan ingin mengetahui bentuknya seperti apa. lalu Tiwi menyuruh mereka menunggu sebentar, ia pergi ke belakang untuk mengambil selendang yang di wariskan maryatul ibunya dulu kepadanya, bertahun-tahun ia menyimpan selendang itu, tak satupun dari anak-anaknya nya mengetahui termasuk hazam, di karenakan selendang itu tak terlalu ia memperhatikannya dan di anggap sama seperti selendang pada umumnya.

__ADS_1


ketika dikeluarkan dari dalam gulungannya, barulah selendang itu nampak bercahaya dan memantulkan sinar yang begitu indah, maklum dulu waktu pertama membukanya Tiwi hanya melihat sepintas dan ngak terlalu mengamatinya, membukanya pun hanya di tempat ngak begitu terang. Ketika mirdok membuka secara lebar dan merentangkannya cahaya pantulan benang-benang emas itu menakjubkan. cahayannya seperti kunang-kunang di tengah malam, gemerlap indah membuat mirdok dan timnya ternganga seperti orang bodoh. Lalu Tiwi dengan cepat menggulung nya lagi dan lekas ingin menyimpan nya. "saya rasa sudah cukup", Tiwi segera memasukkannya lagi ke dalam gulungannya. Bukan maksud apa-apa, Tiwi takut mereka merusak atau bahkan bisa berniat buruk untuk mengambilnya. Melihat itu mirdok dan timnya mulai merinding dan gelisah, ternyata cerita Ardi dan masyarakat yang di survei nya itu benar, Yanto adalah keturunan raja rejang, dengan begitu dia bisa saja menguasai seluruh daerah ini, mengingat keturunan raja rejang berada di Utara dan Selatan begitu banyak. apa lagi pamor Yanto lagi naik daun, tentu bukan tandingan Marzuki dalam merebut kepemimpinan di daerah itu.

__ADS_1


__ADS_2