
Sudir teman seperjuangan Yanto dalam perjuangan merebut kursi kepemimpinan di daerah rejang pada saat itu, ia sebagai wakil jika ia menang Pilkada. Tak di sangka sebagai wakil, tak cukup baginya, ia sengaja menjadi wakil untuk memanfaatkan popularitas Yanto pada saat itu, dengan tujuan andai mereka menang ia ingin menyingkirkan Yanto sebagai pemimpin, dengan cara menjatuhkannya dengan berbagai cara, terutama dengan fitnah dan ujaran kebencian yang di tujukan kepada Yanto dan keluarganya, dengan lengsernya Yanto dari kursi kepemimpinan maka dengan otomatis dialah yang naik menduduki kursi kepemimpinan di daerah tersebut. Mendengar wafik mengakui semua kejahatan yang ia lakukan terhadap Yanto dulu, Munandar tersenyum sinis dan mengakhiri interogasinya, kemudian berjalan keluar dan meninggalkan wafik sendiri di dalam ruangan tersebut. Ternyata di ruangan itu sudah terpasang kamera guna merekam semua pengakuan wafik tersebut. Reporter dari pusat sendiri yang merekam hal itu, dan segera ingin mempublikasikan dan memberitakan semua yang terekam tersebut sesuai dengan fakta yang ada. Selesai di interogasi wafik kemudian di bebaskan dan di antar pasukan Munandar sendiri ketempat kediamannya. Wafik terpukul dan trauma atas yang telah terjadi kepadanya, apa lagi ia juga terseret dalam kasus ini, ia tidak berani memberi tahu pada siapapun tentang kejadian tadi malam, apa lagi melapor ke polisi tentu tidak mungkin. Tentu ia hanya bisa berpasrah dan siap menerima takdir yang ia perbuat dulu. Yang bikin ia tambah syok ialah bahwa orangtuanya kardio juga ikut terlibat dalam hal ini.
__ADS_1
Ke esok harinya munculah berita yang menggemparkan di tengah-tengah masyarakat bahwa fitnah dan ujaran kebencian yang di tujukan kepada keluarga Yanto dulu adalah berita palsu, dan itu tidak benar. semua berita yang menyangkut keburukan tentang Yanto dan keluarganya semuanya berita palsu dan tidak benar. ini bisa di buktikan berdasarkan pernyataan wafik dan bukti-bukti lainya. Sudir selaku sebagai pemimpin di daerah tersebut tidak bisa berkutik dan berbuat apa-apa sebab bukti yang di dapati tentang video dan sebagainya telah di kantongi polisi, apalagi wafik sudah menunjukkan dan mengakui siapa saja yang terlibat. ini sudah cukup untuk menyeretkan Sudir dan pejabat-pejabat yang terlibat untuk di bawa ke rana hukum. Banyak masyarakat yang mengutuk keras tindakan mereka dulu, sebab akibat dari perbuatan mereka banyak nyawa yang melayang, belum lagi keluarga Yanto yang harus menanggung akibat dari perbuatan mereka. Tindakan mereka tidak dapat di maafkan dan harus di adili dengan hukuman yang seberat-beratnya. semua pelaku sudah di tahan semua termasuk Sudir pemimpin di daerah tersebut. Ia di paksa hengkang dari jabatannya, dan segera di seret ke rana hukum guna mengadili perbuatannya.
__ADS_1
Keluarga Yanto sangat lega atas selesainya kasus ini, dengan demikian terwujudlah impian Yanto mengajak kedua orang tuanya untuk kembali lagi ke daerah asal-usulnya itu. Ia dan keluarganya di sambut gembira oleh masyarakat, mereka menyesali dan menyayangkan perbuatan orang-orang yang memfitnah keluarga Yanto dulu, apa lagi kepemimpinan Yanto dulu berdampak baik buat mereka, banyak masyarakat merasakan keberhasilan dari kepemimpinan Yanto dulu dan ingin Yanto memimpin kembali di daerahnya lagi. Tentu itu tidak mudah untuk jadi pemimpin lagi, semua ada tahap dan prosesnya, akan tetapi bisa kembali dan tinggal di kampung halamannya bersama dengan seluruh keluarganya itu sudah lebih dari cukup bagi Yanto.
__ADS_1
Keesokan harinya Tiwi dan seluruh keluarganya berangkat menuju rumah keturunan selatan raja rejang, yang mana rumah itu si wariskan kepada Tiwi, tentu ia harus bertanggung jawab dan merawatnya.
__ADS_1
Tak lama kemudian Tiwi dan anak-anaknya tiba di rumah orangtuanya dan sekaligus nenek dari anak-anaknya tersebut. semua orang di desa itu tercengang, mengapa ada banyak sekali mobil yang berhenti di depan rumah almarhum maryatul, mereka satu persatu mencoba mendekat untuk mengetahui siapa tamu misterius yang kaya raya tiba-tiba muncul di depan rumah yang lama di tinggalkan pemiliknya itu. Selang beberapa lama Ara berteriak memanggil Tiwi, "Tiwi temanku itu kah kamu?" Ara mendekat seraya memastikan bahwa itu benar-benar Tiwi teman kecilnya yang bertahun-tahun tak pernah melihatnya, "ehh Ara, ia ini saya Tiwi", Ara menyalaminya dan memeluk Tiwi dengan erat sambil tersedu-sedu menangis di pangkuan Tiwi, "kamu sudah sukses sekarang, saya kira kamu lupa sama saya yang miskin ini" Ara berkata dengan sedih sambil memandang wajah Tiwi. Sudah bertahun-tahun tak bertemu kini Ara telah berubah kurus, ia tampak tua lantaran beban hidupnya terlalu berat yang ia hadapi, akan tetapi Tiwi tak sedikitpun melupakan Ara sahabatnya walaupun wajah ara berubah drastis lantaran kehidupannya yang miskin. kemudian Tiwi mengenalkan anak-anaknya satu persatu, lalu menceritakan sedikit tentang Ara teman waktu kecil dulu, kemudian segera menuju rumah yang sudah tua itu. Yanto dan adik-adiknya memandangi rumah itu, mereka mengaguminya, wajar saja rumah tua yang unik peninggalan keturunan selatan, raja rejang. kemudian Tiwi membuka rumah itu, rumah yang bertahun-tahun di tinggalkan tentunya banyak yang rapuh dan kotor. apa lagi rumah itu banyak bekas orang yang membobol masuk, mencari benda antik yang di tinggalkan di dalamnya untuk di curi. Anak-anak Tiwi mulai ingin membersihkan rumah itu dan memperbaiki yang rusak-rusak, mereka juga di bantu tetangga yang berdekatan dengan rumah tersebut, tak lain dan tak bukan masih kerabatnya Tiwi. warga di sana gempar dengan kepulangan Tiwi, wajar saja ini tidak lain lantaran anak Tiwi bernama Yanto yang di kenal pernah memimpin di daerah itu. banyak yang senang dengan kepulangannya, tapi ada juga yang menggunjing lantaran di kira untuk berkempanye guna untuk pencalonan nanti. Tetapi itu semua tidak ada kaitannya dengan politik tetapi murni untuk mengenal kembali asal-usul dan sanak saudaranya. Tujuan mereka tidak lain, untuk mengumpulkan kembali keturunan selatan raja rejang. Apa lagi keturunan selatan di kenal bodoh dan penuh kemiskinan termasuk saudara kandung Tiwi sendiri. Mereka saling mutuskan rantai keluarga mereka lantaran rebutan harta dan warisan. Mungkin dengan kepulangan Tiwi bisa merubah semuanya, tak ada lagi hubungan yang terputus, semuanya harus di rangkulkan kembali, baik saudara kandung maupun sepupu-sepupunya.
__ADS_1