Rantai keluarga yang terputus

Rantai keluarga yang terputus
Rantai keluarga yang terputus bab 11


__ADS_3

Setelah melihat sendiri fakta yang ada, mirdok percaya bahwa Yanto adalah keturunan yang tak bisa di anggap remeh.


"Terimakasih bu telah mempercayai kami untuk menceritakan dan memperlihatkan bukti keturunan raja rejang, semuanya sudah lengkap dan kami ingin berangkat pulang" mirdok segera berdiri bersama timnya, lalu menyalami Tiwi dan hazam untuk pamit keluar dan pulang. " sama-sama, kami juga merasa terhormat keturunan kami masih ada yang peduli" sahut Tiwi dan lalu mempersilahkan mirdok dan timnya berangkat pulang.


Ke esok harinya mirdok dan timnya berkumpul kembali kerumah Marzuki untuk melaporkan perintah Marzuki. Mendengar hal itu Marzuki jadi panik dan geram, ia tak menyangka Yanto benar-benar adalah saingan terberatnya jika Yanto ikut dalam berpolitik untuk merebut kursi kekuasaan."ini mustahil, mengapa saya tidak mengetahui hal ini" Marzuki bergumam sambil terus mondar-mandir, sesekali tangannya mengerutkan dahinya. "kalian terus pantau gerak gerik Yanto, kalau ia berani terjun untuk mengalahkan saya, kita akan beri pelajaran", "baik pak" sahut mirdok.

__ADS_1


Beberapa bulan kemudian Yanto akan mengadakan perayaan keberhasilan kemajuan perusahaan dan keberhasilan petani-petani karena hasil panen yang berlimpah. Baik perusahaan yang di olah Yanto, mau pun masyarakat berprofesi sebagai petani mendapatkan keuntungan yang sama, tak ada yang di rugikan. Banyak undangan yang di berikan kepada masyarakat maupun pejabat-pejabat, Terutama undangan kepada pemimpin di daerah tersebut yaitu Marzuki. Isi dari undangan tersebut sangat sederhana hanya syukuran atas keberhasilan masyarakat berkat panen yang berlimpah baik perkebunan, perikanan maupun peternakan.


Tapi di saat acara tersebut, Marzuki mencari kesempatannya dalam berpolitik, ia ingin seolah-olah aktor utama dalam keberhasilan itu. Dia menyiapkan timnya dalam acara itu, ia ingin memperlihatkan bahwa keberhasilan itu berkat dari kepemimpinannya kepada masyarakat, dan pamornya akan meningkat lagi.


Di hari di mulainya perayaan itu, masyarakat antusias untuk menghadirinya, banyak yang berbondong-bondong mengajak keluarganya menyaksikan acara tersebut, acaranya pun banyak yang membagikan sembako dan ada pula artis terkenal. Dalam acar tersebut di buka dengan pidato pemimpin di daerah tersebut. Dalam isi pidato Marzuki sebagai pemimpin di daerah tersebut, semua adalah berkat dia, baik pupuk, pakan dan sebagainya berkat perjuangan beliau dalam mengusahakannya demi kepentingan masyarakat. Melihat isi dari pidato Marzuki tersebut membuat pejabat-pejabat perusahaan jadi bingung, mereka bertanya-tanya, siapa orang ini?, dan apa pengaruhnya dengan perusahaan, dan mereka tidak mengenal orang itu dalam dunia bisnis. "Dia itu pemimpin di daerah sini" sahut Reko salah satu pejabat perusahaan yang kenal dengan marzuki. "ohhh... tapi keberhasilan inikan tidak ada kaitannya dengan dia, dia tak pernah peduli dengan hal ini, kok tiba-tiba jadi pahlawan" sahut yang lain. "inilah yang di namakan politik, hahaha" yang lain ikut menyahut sambil tertawa serentak. Yanto tak peduli apapun kaitan maupun tidak tentang kepemimpinan Marzuki, setahunya masyarakat bersuka ria dan bersyukur atas keberhasilan panen mereka sendiri dan dia terus berusaha agar kualitas ekspor keluar negeri berjalan lancar, percuma panen berlimpah tapi tak tau harus menjualnya.

__ADS_1


Sebagai penghargaan atas keberhasilan Yanto, Yanto di berikan perusahaan sendiri dan mendirikannya di daerahnya sendiri. Inilah momentum yang luar biasa bagi Yanto, dia tak mau menyia-nyiakan kesempatan itu, banyak putra daerahnya di pekerjakan oleh Yanto, pengangguran ikut berkurang berkat berdirinya perusahaan Yanto sendiri, namanya semakin terkenal di kalangan masyarakat bahkan di luar daerahnya sendiri. sebagai seorang ayah dan seorang suami, Yanto termasuk pengusaha termuda di daerahnya itu.


Banyak pejabat politik mendekati Yanto, untuk mengajaknya bergabung, akan tetapi Yanto menolaknya dan dia benar-benar tidak berpikir mau terjun ke dunia politik.


Suatu hari ia mau mengajukan perizinan pengadaan kebutuhan pertanian di daerahnya guna menggenjot pertumbuhan ekonomi masyarakat dan perusahaannya sendiri. Akan tetapi pejabat-pejabat di daerahnya tak mempedulikannya bahkan menolaknya dengan alasan bermacam-macam yang tak masuk akal.Tujuan mereka tidak lain hanya ingin meminta uang kepada Yanto baru mereka mau mengizinkannya. melihat hal itu bukan berarti Yanto tidak bisa memberikannya akan tetapi ia malah bingung, mengapa pengusaha sepertinya yang banyak memberikan lapangan pekerjaan untuk masyarakat bahkan mau membantu petani-petani dalam kesusahan tidak di beri izin. Dia merasa aneh, dan merasa ini benar-benar keterlaluan, lalu ia melaporkannya ke pemimpin di daerahnya Marzuki. Lantas apa yang dia dapat, pemimpin daerahnya pun tak ambil peduli, bahkan menertawakan Yanto, ini tidak lain di karenakan Marzuki takut Yanto menyainginya.

__ADS_1


Kesulitan perizinan yang di dapatkan Yanto membuat ia jadi penasaran, lalu mencoba membicarakannya ke pejabat yang sudah pensiun yang sudah tau dan pengalaman dalam hal ini. mantan pejabat itu bernama radek, ia tak menjelaskan apa-apa kepada Yanto, akan tetapi ia hanya mengatakan "siapapun yang menjadi pemimpin di daerah ini, maka ialah yang berkuasa" lalu ia bertanya kepada Yanto "apakah kamu seorang pemimpin?", Yanto menjawab, ya saya pemimpin dan sekaligus pemilik perusahaan saya", lalu ia bertanya lagi "apakah kau bisa mengaturnya?", "ya itu perusahaan saya pak tentu saya akan mengaturnya, yang tidak mau di atur ya... beri tindakan" jawab Yanto sambil tersenyum. "bagus berarti kau sudah mendapatkan jawabannya". lalu radek pergi ke sawah untuk melihat ikan-ikan untuk di kasih pakannya. Yanto berpikir apa yang di jelaskan radek kepadanya, "kalau saya jadi pemimpin berarti saya bisa mengatur apapun persoalannya, itu berarti saya harus jadi pemimpin di daerah ini" gumamnya di dalam hati," tapi bagaiman caranya " ia menanyai dirinya sendiri. Yanto yang mulai mengerti akan ucapan pak tua Kadek mulai memikirkan bagaimana bisa jadi pemimpin di daerahnya, tujuan hati nuraninya tidak lain demi kemajuan ekonomi masyarakatnya. mengingat bahwa pejabat-pejabat di daerahnya semena-mena dan tak peduli dengan nasib masyarakat sendiri.


Ia bingung bagaimana caranya bisa menjadi pemimpin di daerahnya, lalu teringat dia orang-orang politik pernah bertemu dengannya. "Pak Bordo pernah kemari mengajak gabung ke politik, apa sebaiknya saya coba tanya ke dia, mungkin dia lebih mengerti dan memahaminya" gumam Yanto sambil duduk minum kopi di teras rumahnya. Esok harinya Yanto pergi kerumah pak Borno untuk menanyai bagaimana caranya bisa jadi seorang pemimpin di daerahnya tersebut, dan bagaimana caranya berpolitik.


__ADS_2