Rantai keluarga yang terputus

Rantai keluarga yang terputus
Rantai keluarga yang terputus bab 4


__ADS_3

Walaupun demikian, masih sulit anak-anak Syahri menerima alasan bapaknya itu, tapi semua sudah terlanjur dan sudah terjadi, kini mereka harus belajar menerima kenyataan dan juga harus belajar menerima ibu barunya itu. Dua hari kemudian Syahri mengumpulkan anak-anaknya di ruang tamu, dan berdiskusi tentang sekolah. maryana melanjutkan sekolah SMA , Tiwi SMP dan Ujang masuk SD. "begini nak... kalian ngak usah pulang ke dusun lagi, di dusun sekolahnya masih terbatas, kendaraan belum ada, nanti kalian sekolah jalan kaki yang mana sekolah di sana jaraknya jauh". Syahri meyakinkan anak-anaknya Tinggal bersamanya, di karenakan mereka masih tanggung jawabnya, di samping itu, dia benar di dusun sekolah sangat jauh, pada jaman itu sekolah memang sulit di temukan hanya ada beberapa dan jaraknya jauh dan juga kendaraan pada masa itu memang sulit bahkan jarang ada. "bagaimana dengan Mak di kampung?" tanya Maryana , "ia nanti sendirian tak ada yang menemaninya", " ngak apa-apa kan ada kakak kalian Ardi di sana" jelas Syahri pada anak-anaknya. "nanti bak akan mengirimkan surat pada Mak kalian, untuk sekolah di sini". mendengar itu mereka bertiga setuju dan ingin memulai sekolah di Bengkulu.


Tiga hari setelah kepergian anak-anaknya ke Bengkulu mariatul merasa kesepian dan rasa sedih yang menjadi-jadi, dan tiba-tiba ada tukang pos yang memanggil maryatul yang dari tadi duduk termenung di kursi depan rumahnya. "surat Bik..." ,segera tukang pos memberikan surat kepada maryatul yang alamatnya sesuai yang tertera dan kemudian langsung pergi, maryatul segera masuk kerumah dan ingin membuka isi surat tersebut yang di yakini kabar dari anak-anaknya. Benar saja dugaannya, ternyata dari suaminya Syahri.

__ADS_1


setelah membaca isinya ia mengerti, dan juga demi masa depan anak-anaknya. Dan ia menyetujuinya tanpa curiga bahwa suaminya telah menikah dengan perempuan lain. hatinya menjadi tenang, anak-anaknya telah di jaga dan di urus dengan baik dan meyakini ia akan di jemput juga ke Bengkulu.


sudah hampir setahun hanya surat kabar saja yang di dapatkan maryatul, dia menjadi sedih kenapa hampir setahun ia tak kunjung di jemput. ia mulai putus asa, tapi hatinya tetap kuat dan setia menunggu suaminya, ia bisa saja pergi sendiri ke Bengkulu tapi ia hanya memegang janji suaminya menjemput sendiri ke Bengkulu.

__ADS_1


sudah dua tahun berlalu, Ardi anak tertua Syahri menikah di kampung dan mengirimi surat ke bapaknya, tapi bapaknya tak bisa pulang ke pernikahannya lantaran banyak urusan, tak jauh selang waktunya hanya beberapa bulan Maryana di lamar orang dan ingin menikah juga, mengirimi surat agar bisa menjadi walinya, tapi bapaknya benar-benar tak bisa pulang lantaran ekonomi makin sulit setelah istinya melahirkan anak yang ke dua bernama muktar. Dan menyerahkan walinya kepada imam. Maryatul di kampung benar-benar tidak tahu kalau suaminya menikah lagi dan sudah mempunyai dua orang anak. Maryana ,Ara dan Ardi mengatakan bahwa bapaknya menikah lagi, maryatul tak mempercayainya, sampai-sampai banyak orang yang mengabarinya baru ia mulai mempercayainya dan tersadar mengapa suaminya tak pernah pulang-pulang untuk menjenguknya selama ini. Hatinya hancur berkeping-keping, penantian yang panjang berbuah kebusukan yang ia dapatkan. Dan barulah ia teringat akan ucapan suaminya atas hutang 4 ons emas untuk meninggalkannya itu bukanlah kata-kata yang main-main. Anak-anaknya tak mengetahui hutang-hutang ini, dan merahasiakannya dengan baik-baik agar tidak terjadi sesuatu yang tak di inginkan atas kesalahannya yang di anggap sepele dulu. Tangis penyesalan maryatul di tahan sendiri, cintanya kepada Syahri tak mungkin tergantikan sampai mati. Ia selalu berharap Syahri datang, dan ingin meminta maaf atas perbuatannya dulu yang tak peduli dengan ucapan-ucapan suaminya dulu. meraung maryatul menangis di kesunyian sendiri tak ada satupun yang mengetahuinya. di tangisannya ia MENGUTUK kakaknya yang telah menghancurkan hidupnya. "tiaksuh....... semoga anak-anakmu menjadi gila" .... sambil menangis meratapi "dan keluargamu tidak bisa hidup tenang". sampai hati terkecil maryatul mengatakan itu.


Benar saja terjadi, mengerikan, semua yang di kutuk maryatul benar-benar terjadi, benar-benar kuasa Tuhan. ideng anak tiaksuh berubah menjadi gila dan mengamuk di tengah masyarakat dan terpaksa harus di pasung. Terus anak keduanya bernama badron juga kena penyakit ayan secara tiba-tiba, mulutnya berbusa-busa bila terkena. Tiaksuh mencari obat kemana-mana tapi tak kunjung sembuh, uang benar-benar telah habis, tanah, ladang banyak yang terjual tapi tak jua sembuh-sembuh.

__ADS_1


__ADS_2