
*****
cia larisa
di sepanjang jalan aku hanya memikirkan bagaimana caranya mengatakan kepada fino ,aku merasa bersalah sma fino,mau bagaimana rasa ini sudah hilang dan hambar,mau gimana pun aku harus mengatakan pada fino ,bahwa aku gg bisa terus lanjutin hubungan ini .kami pun berhenti di sebuah taman .lalu duduk dikursi dekat pohon cemara.
"sayang,bentr ya aku beliin ice cream itu,kamu mau kan iah? " tanya fino menawarkan ice cream pada ku.
"baiklah fin"aku mengangguk tersenyum kecil
aku melihat dari arah kejauhan ketika fino sedang membeli ice cream sese x dia melihat ke arahku dan tersenyum,aku membalas senyumnya dari kejauhan.ya tuhan bagaimana ini ....aku harus mengatakan ini ,aku tak sanggup,sese x terlintas kenangan di saat pertama aku menjalin hubungan dengam fino,namun aku harus bisa,rasa ini tak lagi sama,rasa ini lebih kuat untuk bg kamal,yg sedari dulu ku simpan ,bahkan sebelum kehadiran fino.
kemudian fino datang pada ku dan memberi ice cream pda ku rasa vanila
"nih,kamu suka rasa vanila kan sayang"ucap fino smbil memberi ice cream padaku
"iaaah fin mksih ia"aku mengambil ice cream nya dan menikmati ice cream tersebut
__ADS_1
selagi menikmati ice cream aku hrus mencoba mengatakan nya sekarang.
"fino....aak...aku ingin bicara sesuatu"ucap ku memulainya dengan terbata bata
"ada pa cia syang,sepertiny ini serius banget iah "tanya fino
"eummm fin... aku mau hubungan kita ...aku mau kita sampai sni aja,kita temenan aja,kita sahabat aja ia fin"ucap ku pada fino
fino tercengang dan kaget saat aku mengatakannya,yg tdi dia sedang menikmati ice cream,kini ice nya tak lagi dia makan,meleleh begitu saja
"heuhhh...kamu bercanda lgi sayang?apa penat mu belum hilang iah yg kmren tu ia"ucap fino dia msih tak percaya apa yang ku katakan.
"cia,jawab yang jujur ,apa kamu udah punya cowok yang lain,apa kmu mencintai orang lain? jawab cia " ucap fino sambil memegang tangan ku.
"enggak fino,maaf maaf kan aku...aku benar benar gg bisa lanjutin ini lagi"jawab ku mencoba tenang agar air mata ini tak keluar .
sesaat ketika sedang berbicara dengan fino,bg kamal menelfon ku,dia menanyai keberadaan ku,dan dia ingin menjemput ku,ketika sedang menunggu bg kamal menjemput,dan fino msih tak percaya apa yang ku ucapkan.tiba tiba fino memelukku,
__ADS_1
"cia,aku mohon apa tidak bisa kita mempertahanin hubungan ini,sudah 3 tahun lamanya cia,"ucap fino sambil memelukku
"maaf fin aku bener benar gg bisa hiks...hikss...."dan ternyata air mata ini jatuh juga.
dan bg kamal datang menghampiri ke arahku,membuat fino melepaskan pelukannya pada ku...
"bg kamal,knpa kmu ada disni,bukan kah kk syasya...."ucap fino lalu bg kamal memotong ucapan fino
"kamu ngapain peluk2 cia di depan umum gini,cia ayo kita pulang"ucap bg kamal memotong pembicaraan fino
"tapi bg,..aku sedang mengobrol dengan cia"ucap fino
"cia,kenapa kamu menangis"ucap bg kamal
"aku gg kenapa napa bg
,dan fino aku rasa gg ada yg harus kita bicarakan lagi,tapi aku masih bisa jadi sahabat,dan teman mu,sorri fin"ucap ku dan menarik tangan bg kamal dan pergi meninggal kan fino .....
__ADS_1
lalu kami pun pulng,sepanjang perjalan pulang,aku masih terbayang akan wajah fino yang kecewa tadi,kuharap aku takkan pernah menyesal dengan keputusan ini demi bg kamal....
bersambung