Rasa terlarang

Rasa terlarang
kesedihan fino


__ADS_3

******


kamal angkasa


ketika matahari mulai terbenam, dan sampai senja menyapa pagi,aku gelisah memikirkan bagaimana jika ayah dan mama ku tahu ini semua,iah aku harus siap bagaimanapun kondisi nya ....


dan dirumah sakit ini aku berdua dengan cia,ku lihat cia yg mulai mem buka mata...jam menunjukan pukul 5 pagi


"sayang kamu kenapa gelisah gtu sih .." ucap cia menantap ku


"eh sayang kamu udah bangun ia , gag ada aku gg gelisah,aku hanya senang saja akirnya paman dan bibi mengetahui hal ini" ucap ku bohong pada cia.


"bg gimana nanti reaksi paman danu dan bibi elsa tau semua ini ,aku gg mau kmu dia apa2in bg " ucap cia juga cemas


aku mendekati cia dan memeluknya


"sayang kamu gag usah mikirin itu, kamu tenang aja ,ayah sama mama aku pasti ngerti kok,dan mereka gak akan apa2in aku,kan aku anak mereka,lagian mereka juga harus tau"ucap ku menenangkan cia


aku tak mau cia berfikir dan terlalu gelisah,aku takut efek pada baby ku...

__ADS_1


" sayang semlm rana whatsap aku, kata dia paman danu dan bibi elsa bakal dtang ksni kemungkinan nanti sore smpenya"ucap cia


sontak aku kaget,jantung ku makin tak karuan,bercampur aduk,rasa takut gelisah...ngebayangin reaksi mereka ...


"oh bagus donk cia,biar semua bisa memutuskan dan cpt kelar " ucap ku berusaha mencoba tenang.


aku makin tak karuan... kucoba keluar dri ruang inap untuk menenang kan diriku sendiri..


" sayang aku keluar bntr ia mw nge cek obat kamu" ucap ku bohong


"umm. ... ia bg" cia tersenyum lemas


******


ketika aku membuka mata ku tatap wajah ayah dari anakku,ku lihat wajah nya yg begtu gelisah,aku pun gelisah,tapi aku tahu dia terus membohongi ku ,dengan mencoba menenangkan ku,aku tahu bg gimna perasaan mu,setelah dia memelukku dan menenangkan ku dy pamit untuk keluar untuk mengecek obat ku....


setelah bg kamal keluar lalu terdengar suara pintu terbuka lagi ,dan ternyata itu fino ...


" fino...." ucap ku sedikit kaget

__ADS_1


"iah ini aku cia,aku disini hanya ingin melihat kondisi mu,dan kata dokter sepertinya kamu nanti sore udah boleh pulang,aku akan melepaskan tali infus ini" ucap fino


aku hanya terdiam menatapnya,tiba2 kulihat tetesan air mata jatuh dri pelupuk mata fino,dia mencoba menghapusnya,tapi air mata itu terus terjatuh...sampai dia tak snggup menahan dan mengenggam tangan ku


"kenapa cia hikss... kenapa kamu seperti ini,sakit cia sakit" dia memukul2 dada nya dan terus menangis


"fin udah kamu jgn nangis fin " ucap ku dan ternyata airmata juga terjatuh


"sakit ci...sakit...beberapa tahun ini aku sllu menunggu mu ci ,aku tulus ci,kenapa cia kamu permainkan perasaan aku... skit ci.."ucap fino terus menetes air mata


aku pun menangis tak sanggup ku menahan airmata ini melihat fino sesakit ini... aku mengerti bagaimna yg dia rasakan...


" cia coba kamu jujur sm aku, si kamal itu maksa kamu kan ,dia yg ngelakuin ini sm kmu kan, kamu gg cinta sma dia kan cia jawab jujur aku ci" ucap fino terus mengenggam tangan ku dan msih meneteskan air mata


" cukup fino cukup hiks..hikss..hikss ini bukan salah dia, dan bukan salah siapa2 .... fino asal kamu tau,sebenarnya aku mencintai bg kamal lebih dlu sebelum kamu fin hiks....hiks....aku mencintai nya selm 10 thun,begitu lama rasa ini kupendam,dan ternyata dia juga mencintai ku, apa aku salah fin...hiks...hiks... dan sebenrnya sebelum kita putus dri 6 bulan itu aku benar2 merasa hubungan kita ini itu udah hambar banget fin... aku... aku .. minta maaf bru mengtakan nya pda mu. dan sungguh alsan aku berpisah dengan mu bukan krna dia,tpi krna aku mersa hubungan kita memang sudah tak bisa dipertahankan lagi ...hikss...hiks...hiks... maafkan aku fin,sebaiknya kamu lupain aku... hiks...." ucap ku menjelaskan sambil menangis tak tahan ku bendung air mata ini...


tak lama kemudian bg kamal pun masuk ....


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2