
*****
cia larisa
ketika aku sadar ,aku melihat tali infus di tangan ku,ternyata aku berada di rumah sakit.aku langsung menanyakan kepada bg kamal,mengapa aku berada di rumah sakit,aku mengira pasti mag dan lambung ku kambuh,namun jawaban apa yang ku dapat sungguh mengagetkan ku,ternyata aku hamil,aku sungguh tak percaya,aku benci anak ini,ini adalah sebuah hasil terlarang,ini hasil sedarah,aku terus memukuli perut ini,
namun bg kamal menyadarkan ku,dan aku sadar,bagaimana pun anak ini tidak bersalah,anak ini tidak berdosa,ini adalah kesalahanku dengan bg kamal,bagaimana pun aku harus menerima semua ini.
kami pun bersepakat untuk tidak memberi tahu mama dan ayah dlu,biarkan aku yg mengatakannya ketika waktu yang tepat,kami juga bekerja sama dengan dokter dsini agar dia tidak memberi tahu kepada mama dan ayah ketika mereka menanyakan aku sakit apa.namun tak lama kemudian mama dan ayah datang ,dengan wajah mimik yang begitu khawatir akan kondisi ku.
"kamal gimna kondisi cia,dokter gimna kondisi anak saya dok?"tanya mama dengan penuh kekhawatiran
"mah,tenang ma cia gg apa apa kok" jawab ku
"ia bi,cia hanya kelelahan" ucap bg kamal lagi
"ibuk,ibuk tenang iah.. anak ibu hanya kecapean dan kurang vitamin,dan juga mag kambuh,harus makan yg teratur,saya akan berikan vitamin agar dia pulih"
"syukurlah ma cia tidak apa apa" ucap ayah
"iah yah,dokter kapan cia bisa pulang" tanya mama lagi
"nanti malam sudah bisa pulang buk,sekarang cia perlu istirahat disni sebentar agar cairan infusnya mampu membuat tenaga cia pulih kembali" jawab dokter
"mksih dok" ucap mama dan ayah juga bg kamal
"rana gg ikut ma? "tanya ku
"tadi rana menelfon mama,dan mama langsung kesini cia,mama begitu khawatir pada mu,jadi mama tidak mampir kerumah lagi" ucap mama
"lagian cia nanti malam udah boleh pulang kok"ucap ayah
__ADS_1
"ia ayah kan cia emg gg kenapa napa" ucap ku
(maaf kan cia ayah,maaf kan cia ma,cia berbohong ,tapi cia harus kuat demi anak ini,gumam hatiku yg menahan tangis)
tak terasa matahari mulai terbenam jam menunjukkan pukul 8 malam,aku sudah di beri izin pulang oleh dokter ...
dan setiba dirumah...
"assalamualaikum" kami mengucapkan salam masuk kerumah
"waalaikum salam,,kk cia... kkk sehat kan? kk gg kenapa napa? "tanya rana dia memelukku
" kkk engg apa apa dek,"jawab ku tersenyum padanya
"rana kesel kk,tdi rana nunggu mama sama ayah ,eh tau tau nya rana gg dijemput" ucap rana kesal melepaskan pelukan nya dari ku
"eh udah dek lagian kkk ngak kenapa napa,nih buktinya kkk udah pulang" jawab ku lagi
"emg nya kk cia sakit apa bg kamal? " tanya cia pada bg kamal
" ia rana ,udah sekrng kita sarapan dlu ," ucap ayah
"yah,cia ke kamar aja ia, cia mw istrht aja" ucap ku
"loh syg,kamu kan blum makan, kita makan dulu lah" ucap mama lgi
"eggak ah ma cia mw istirht dlu,nanti cia makan" ucap ku lagi
"biar kamal aja yang anterin cia bi, kekamar." ucap bg kamal
" iaudah hati2 iah..."ucap mama lagi
__ADS_1
aku pun di bantu oleh bg kamal...
sesampai dikamar...
"sayang kenapa sih kamu ngk mau makan? kasian dedek baby nyah" ucap bg kamal
"tapi bg,aku bener mual rasa nya melihat makan itu" ucap ku bener bener tak ingin makan.
"yaudah,kamu lagi pengen makan apa syg ,biar Ku beliin?" tanya bg kamal mengusap rambut ku
" bg,tapi aku kepengen batagor nih," ucap ku yg pengen banget batagor
" loh bukannya kamu gg suka batagor iah" tanya bg kamal lagi
" enggk tau nih aku pengen banget...beliin iah ..oh ia yg pedes ia " ucap ku
"hmm yaudah syg mungkin yg minta itu dedek baby nya..aku beli dlu ia.. tunggu iak..." ucap bg kamal
"ia syg ,,cepet iah aku gg mw lama loh" ucap ku lagi
"ia cia sayang" bg kamal menyubit kecil pipi ku dan menuju keluar..
" kamal kamu mau kamana? " tanya ayah
"aku mau beli batagor om,tadi cia minta " ucap bg kamal
"loh aneh anak itu blum makan kok minta batagor,dan setau paman dia tidak suka batagor" ucap ayah
"biarkan saja om,dari pada perut cia kosong"jawab bg kamal
"bg,rana mau dunk batagor nya" ucap rana
__ADS_1
"ok dek,yaudah bg pergi dlu iak" ucap bg kamal
bersambung......