
******
kamal angkasa
sesampai tiba dirumah ,aku membantu paman mengangkat barang, sedangkan bibi membantu cia untuk masuk kedalam dikarnakan kondisi cia yg msih lemah ....
usai semua siap,kami terdiam sejenak duduk diruang tamu....
aku kaget ketika ada yg bergetar di saku celana ku ternyata ponsel ku berdering .....
segera ku lihat dan ternyata itu panggilan dari ayah ku... sontak jantung ku rasa nya mau jatuh,bagaimna ini aku angkt atau tidak,ayah bakal ngomong apa, sungguh hati ku cemas,gelisah tak karuan,aaah aku angkat saja dlu
"hallo ayah," ucap ku
"kamal ayah bentr lagi akan sampai ke tmpt mu" ucap ayah
aku menelan saliva dan jantungku bedegub takkaruann...
" hallo..hallo..kamal" teriakan ayah menyadarkan ku dari lamunan ku
aku menuju ke luar untuk berbicara dgn ayah,agar cia dan yg lain tak mendengarnya
"loh bg mw kemana?" tanya cia
"sebwntr cia ayah menlfon" bisik kecil ku pd cia
aku menuju keluar melanjutkan pembicaraan tadi
"hallo ayah sma siapa ayah datang kesini? apa mama ikut juga ? " tanya ku lgi
"tidak hanya ayah yg pergi" ucap ayah
"untuk apa ayah dtang kemari,bukan kah ayah blg sedang sibuk sibuknya dikntor? " tanya ku kembali
"entahlah paman mu menyuruh ayah segera datang katanya cia sakit,dia ingin ayah segera datang padanya,memang lucu paman mu itu ayah sudah menjelaskan bahwa ayah sedang ad pekerjaan dikntor,tapi dia tak percaya,dan kamal memangnya cia sakit apa? " tanya ayah
sontak pertanyaan itu membuat aku kaget.. dan terdiam ...
"hallo kamal ,yasudah lah ayah beberapa menit lagi sampai , ayah tutp tlfonnya ia" ucap ayah lagi
__ADS_1
" ba...baik lah yah ..."ucapku
dan telfon nya mati.
mati lah aku,mati riwayat ku sebentar lgi ayah sampai, tapi syukurlah mama tidak ikut dengan ayah....tapi kalo mama gg ikut apa bedanya, tetap harus ku hadapi dan kulalui
lalu aku kembali masuk dalam
jam menunjukkan pukul 8 malam , ketika kami hendak makan malam terdengar suara mobil, dan itu pasti ayah....
YA ALLAH bagaimana ini habis lah aku,
aku dan semua menghampiri ayah,menyambut kedatangan ayah...
langsung aku mengambil tas ditangan ayah
" ayah, akhirnya sampai juga" ucap ku gugup dan keringat dingin membasahi badan ku
"ia loh kamu kok pucat, kamu juga skit kamal? " tanya ayah pda ku ,
"tidak yah mungkin krna aku tadi berlari" ucap ku
" hy bg kamu smpai juga, mari kita makan malam dlu,memang kami hendak makan,dan menunggu mu" ucap paman yandi
"ia bg danu msuk dlu mari kita makan" ucap bibi
"hey paman , " ucap rana dia bersalaman dengan ayah ku
" hy rana,kamu juga disini,loh cia mna nih yg lgi sakit"tanya ayah
cia langsung keluar menghampiri ayah
"hy paman" cia bersalaman dengan ayah ku
dug deg dug deg suara jantung ku , saat cia bersalaman dengan ayah ....
" cia kamu sakit apa ?, kamu tau perkataan ayah mu menghawatirkan ku,katanya kmu sakit, dan segera menyuruhku kesini,atau memang kamal gg ngejain kamu ia,atau dia sering bikin kamu capek?" tanya ayah
" ee..ee engg... enggak kok paman, cia...cia... cumaaa......nn" ketika cia sedang berbicara paman yandi memoton pembicaraan cia
__ADS_1
"sudah..sudah... nanti kita bahas, kita makan malam dlu bg" ucap paman yandi
kami semua menuju ke ruang makan...
cia duduk tepat didepan ayah,sambil makan ayah banyak berbicara dengan cia
"cia bagaimana tinggal disini " ucap ayah pd cia
aku langsung melihat ke arah cia, begitu pun cia dia melihat ke arah ku, dan ayah juga melirik ke arah ku...membuat jantung ku semakin mw copot.
"emmmm enak kok paman,"jawab cia tersenyum kecil
" kuliah mu bagaimana? " tanya ayah lagi pada cia
cia melihata ke arah ku lagi , begitu pun aku melihat kearahnya lagi,dan aneh nya ayah sllu melirik ke arah ku
"ku...kuliah cia aman aman aja kok paman hehe"jawab cia
"bagaimana perlakuan kamal pada mu,apa dia sering mengagnggu mu?" tanya ayah lgi pda cia
ketika aku ingin milirik ke arah cia ayah mengagetkan ku
"kamal,kenapa kamu dri tdi melihat ke arah cia,kamu menganggu nya selalu ia?" tanya ayah pda ku
"sudah kita makan dlu ,setelah itu mri kita keruang tamu ada yang ingin ku katakan pada mu bg" ucap paman yandi
"baiklah" jawab ayah
dan kami pun usai makan malam
dan semua menuju ke ruang tamu,tak kecuali rana, dia tidak diberi oleh paman yandi untuk mengikuti urusan org tua.
setelah semuanya duduk,,, keheningan yg ada
aku semakin gugup ,keringat dingin bercucuran dikening ku,ku lihat ke arah cia, dia juga seperti gelisah,dan seperti mencemaskanku....
mulailah paman yandi bicara ...
bersambung ....
__ADS_1