
******
kamal angkasa
setelah semua pergi kini tinggal aku dan cia berdua,kini aku mulai memikirkan untuk menafkahi cia, ia bagaimana pun aku harus memberi makan mereka dari hasil keringat ku agar mereka tak kelaparan, menharap dari orang tua ku tentu bisa, namun bukan sifatku yang tak tanggung jawab seperti itu.
kutatap mata cia dalam - dalam, mata yang berbinar itu, tatapan indah dan penuh cintanya terhadap ku, semakin membuat ku merasa bersalah apa yang telah kulakukan padanya, setidak nya aku bisa menahan jika aku juga mencintainya.
saat cia sedang masak kuhampiri dia, kupeluk dia dari belakang...
" sayang kamu masak apa nih, harum banget" tanyaku pada nya sambil memeluknya erat
" ih kamu ini hidung nya tajam ia ...." ucap cia
"ia donk sayang, kamu masak apa sih kaya nya enak banget nih" ucap ku lagi sambil mencium punggung nya
" aku masak sop ayam bg, aku lagi pengen sup ayam, kamu jangan gini ih nanti aku masak nya gak kelar - kelar loh" balas cia
"wumm ... pasti enak banget nih masakan kamu, mmm gimana ya sayang tinggal kita berdua dirumah ini membuat aku terus ingin mencium mu ..cup " bg kamal mengecup pipi cia lagi
"bg... ih kamu ini apaan sih, mending kamu tuh bantuin aku bawain piring ke meja makan, nih sup nya udah masak loh" ucap cia
" umm ia deh sayang " balas ku dan melepas memeluknya.
hidangan sudah siap, kami pun menyantap makanan masakan istriku.
__ADS_1
"gimana bg, apa sup ayam nya enak kamu suka? " tanya cia
" ummm nyammi enak banget sayang, ini masakan paling enak setelah masakan mama ku" ucap ku
lalu wajah cia tanpak murung setelah aku mengatakan bahwa masakan mama lebih enak.
" cia kamu kenapa, maafin aku ya, masakan kamu nomor satu kok sayang sekarang, kalo dulu ia masakan mama" ucap ku membujuk nya
"bukan itu bg, aku hanya sedih saja, karna bibi elsa, tidak memgetahui ini semua, iah setidak nya aku ingin ibu mertua ku juga tau" ucap cia
"sabar cia, maafkan aku, suatu saat nanti jika kesembuhan mamaku sudah membaik akan kukatakan sayang, kamu tenang ia, " balasku mengenggam tangan nya
" ia sayang, aku paham dan mengerti" ucap cia tersenyum sedikit pada kamal.
usai makan aku membantu cia membersih semuannya ...
" sayang " ucapku perlahan mendekati cia yang kini sedang duduk istirahat disofa
" iia bg kamal sayang, kenapa? " tanya cia
" cup..." kecupan mendarat di kening cia
" cup..." kini mendarat di kedua pipi cia
" bagaimana ini sayang" tanya kamal
__ADS_1
" loh kenapa bg " tanya cia heran
" aku rindu kamu " ucap kamal mendekap cia erat.
dan cia membalas memeluk kamal dan bersandar di dada bidang milik kamal
" kamu itu kenapa sih bg, dari tadi tinggal kita ber dua kamu gini" tanya cia manja
" aku ingin kamu sayang " kamal memeluk erat cia lagi
saat semua sedang terbawa suasana, dalam mesranya terdengar ketokan pintu.
tok..tok..tok..
" bg, sebentar ada yang mengetuk pintu, tunggu biar ku bukakan" ucap cia ingin melepaskan dekapan ku .
" hadeh siapa lagi yang ganggu sih, siang -siang bolong gini juga " ucap kamal kecil dan kesal pada dirinya sendiri
cia pun bergegas berlalu dan membukan kan pintu...
bersambung ...
hey readers setia ku ππterus dukung novel ini iah , author butuh dukungan dari kalian agar lebih semangat, jgn lupa di like tambahkan favorit, dan dikoment juga ia..
wah kira kira tamu siapa yg datang ya ...πππ
__ADS_1