Reborn Poor

Reborn Poor
Ariana yang Tak Terduga


__ADS_3

Hari sabtu dan minggu biasanya hari yang bagus untuk bangun siang, tapi hari ini aku tidak melakukannya. Seperti kebiasaanku di tubuhku dulu, aku selalu lari pagi saat liburan, tidak ada kata mager bagiku, begitulah, kalau malas gerak atau yang anak muda sekarang bilang mageran, tidak mungkin aku menjadi personal assistent di Bong Group, perusahaan terbesar di negaraku.

__ADS_1


Aku lari-lari kecil di sepanjang perkomplekan, enak sekali udara pagi ini. Aku merasa bersyukur bisa hidup kembali. Tiba-tiba aku teringat kehidupanku sebelumnya, sedikit sedih, namun aku terus berlari. Aku masih penasaran bagaimana caraku mati? Atau jangan-jangan aku masih hidup? Di rumah sakit? Atau Ariana yang berada di tubuhku? Lariku seketika terhenti. Aku khawatir gadis itu mengacaukan segalanya. Semoga saja dia tidak berada di tubuhku, semoga saja tidak seperti dugaanku. Kejadian yang aku alami ini sangat aneh dan tidak mungkin ada manusia yang percaya jika aku menceritakan yang sesungguhnya.

__ADS_1


Aku masih berlari, aku melihat ada koko-koko bermain basket, betapa senangnya aku melihat cogan alias cowo-cowo ganteng, aku tertawa di dalam hati sambil mengulum senyum. Ternyata tidak sampai di situ, ada cowo-cowo lokal tipe idealku, rasanya aku ingin berteriak histeris, mereka bermain futsal, aku yang sedang kesemseman sendiri sambil berlari dengan memejamkan mataku tiba-tiba menabrak sesuatu. Aku membuka mata melihat ke depan, ternyata punggung seseorang, seorang pria? Dia perlahan-lahan menghadap ke belakang, ke arahku, aku langsung melihat ke atas, ke wajahnya, Jeremy Tan? Ternyata dia sangat tinggi, aku merasa seperti kurcaci dan jarakku dengan dadanya hanya berkisar satu jengkal telapak tangan, sangat dekat! Dia sangat kokoh.

__ADS_1


Aku mengikuti Jeremy, sesekali dia menoleh ke belakang, aku pura-pura meregangkan otot-otot tangan dan kakiku. Biarkan saja aku mengikutinya dan orang-orang melihat kami seperti pasangan, walau sebenarnya aku sangat tidak ingin menjadi pasangannya, tapi demi gadis ini aku harus memberi Jeremy memikat hatinya dan memberinya pelajaran.

__ADS_1


Dia menoleh ke belakang. "Kau.." tunjuknya, "Ya?" ucapku pura-purang bingung. "Pasti kau mengira aku mengikutimu" ucapku, dia hanya diam dan menarik nafas, "Aku sudah tahu perasaanmu" ucapnya, "Lalu?" tanyaku, "Tapi sifatmu berbeda sekarang" katanya, "Apanya yang beda?" tanyaku seolah bingung, "Kamu lebih terlihat ceria" jawabnya, aku hanya tersenyum, lalu mulai mendekat ke arahnya, berjinjit dan mendekatkan bibirku di telinganya, "Sebenarnya aku adalah dewi danau" bisikku dekat telinganya. Aku membenarkan posisiku, di hadapannya dan menatapnya sambil tersenyum. "Kau tahu bukan aku baru terselamatkan dari kecelakaan di danau tempo hari" ucapku yakin, lalu melanjutkan lari pagiku, meninggalkannya yang masih terdiam di tempat dan membeku.

__ADS_1


__ADS_2