
Buku harian yang kini berada di tanganku ini, telah habis ku baca. Sedikit membosankan menurutku, penuh dengan kesedihan. Dia ini hadis yang menyedihkan. Dia terlalu mengasihani dirinya sendiri. Halaman-halaman selanjutnya hanya berisi puisi cinta untuk Jeremy Tan. Dia ini budak cinta. Aku juga tidak bisa menghakimi perasaan seseorang, tapi dia ini mencintai orang yang salah begitulah menurutku. Dalam buku harian ini tertulis beberapa surat cinta yang ia kirim kepada Jeremy dan selalu tidak ada balasan, atau setidaknya sedikit respon sebagai bentuk penghargaan.
Cinta gadis ini dengan Jeremy Tan sangat miris, aku merasa kasihan, sekaligus sangat jijik kepada Jeremy. Apa dia merasa paling tampan? Wajar sih dia tidak menyukai balik gadis ini, dia sama sekali bukan tipe laki-laki sekelas Jeremy, gayanya yang kuno, padahal secara alami dia sangat cantik, tapi kepribadiannya yang seperti ini, tidak akan membuat pria manapun terpikat.
__ADS_1
Tiba-tiba terpikir sesuatu, bagaimana kalau kita membuat Jeremy saja yang mulai memperhatikan Ariana? Dimulai dari berdandan yang lebih cantik, penampilan yang disempurnakan, dan pendekatan, yang tentunya tidak kita lakukan secara langsung, aku akan melakukannya dengan metode lebah yang menghampiri bunga atau semut yang mengerumuni gula. Lihat saja nanti Jeremy, kau tidak tau ya siapa aku? Batinku.
***
__ADS_1
aku bukan pemain di kehidupanku sebelumnya, aku juga tidak pernah menyakiti laki-laki. Kalian juga tahu aku ini hanya bekerja sepanjang hidupku!
Aku kembali ke kasir. Jeremy sudah tidak memperhatikanku lagi. Tidak apa-apa, akan aku coba trik yang sama, secara konsisten dan berulang. Itu mudah, itu sangat manjur. Aku sangat percaya diri. Aku selalu melirik-lirik ke arahnya, sambil terus melayani pelanggan, tidak apa-apa. Aku juga akan mencoba mengantarkan minuman-minuman ini ke meja di depan, sebrang, dan samping Jeremy, Jeremy harus selalu melihat aku, aku harus selalu bisa menonjol di matanya, tanpa terlihat memaksakan diri, berjalan alami, itu sepeti kekuatan pikiran. Tapi sepertinya Jeremy masih fokus pada bukunya, sesekali ponselnya, dia mendengarkan lagu. Aku sangat tidak suka pria membosankan seperti ini. Apa aku harus pura-pura tersandung ya? Lalu menumpahkan minuman ke jasnya? Kemudian meminta maaf dan mencoba mencuci pakaiannya? Setengah hatiku berkata jangan, tapi laki-laki ini membuat ku marah mengingat bacaan di buku harian Ariana, aku semakin terpacu untuk melakukan rencana-rencanaku ini.
__ADS_1